Asti Musman
Meminang Harapan
Jika harapan itu tinggi
Akankah kau turunkan, Tuan?
Rakyat tak butuh janji muluk
Mereka rindu peluk
Tapi bukankah cita-cita harus tinggi?
Tak ada larangan bicara berbusa
Menyantolkan harapan setinggi angkasa
Tapi lihatlah ratapan rakyat sengsara
Tampaknya kita beda langkah, beda citra, Tuan!
Kau kata pembangunan untuk rakyat semesta
Namun kau buka sawah
Kau buka kebun, kaugali tambang untuk siapa?
Untuk segelintir manusia?
Bisakah kami pinang harapan itu tuan?
Bukankah kuasa bijaksana jelma rakyat sejahtera?
Mungkin kau lupa caranya
Ataukah kau memang menulikan telinga, butakan mata?
Sudahi pesta poramu, Tuan
Rakyat lelah memanjat pinang
Kau gantung tinggi angan-angan
Hidup jadi serupa beban
Bilakah kau buka pintu sukma
Merajakan sejahtera untuk semasa
Moga kau ingat janji
Janji cuma kau simpan dalam peti
Bahkan mungkin sampai kau mati
Madiun, 7 Agustus 2026
Asti Musman *adalah nama pena Estiningdyah, SP. Perempuan yang lahir di Tuban,jawa Timur 24 Juni 1968 ini merupakan pegiat Kosamara (Komunitas Sastra Madiun Raya) serta aktif mendukung kegiatan Lumbung Puisi. Ia telah menulis sekitar 40 karya baik fiksi maupun nonfiksi dengan tema utama motivasi atau pengembangan diri dan budaya Jawa. Buku terbaru yang ia tulis : “Jangan Mengejar Hidup Senang Tapi Kejarlah Hidup Tenang” (Araska, 2026). Ibu dua anak ini juga menjadi bagian dari antologi MBGendam (Buana Grafika, 2026). *