A. Kusairi

Mahakam: Pesonamu Terkikis

Mengalir riak-riak semangat kehidupan
membelah arus kota
mengalirkan beribu harapan menyongsong bilur-bilur nasib
mencari muara untuk berlabuh
pada sebuah dermaga; di penghujung kembara
Riak-riakmu membulirkan pesona
warna-warni: menyihir rasa dan karsa
di sepanjang reranting musim
saat-saat dedaun rimbun menguning
Engkau setia mengemban tugas kembara
tak pernah ada cerita keluh kesahmu
yang kau bagikan dari generasi ke generasi
Semua peristiwa yang menghentak takdir
begitu rapat kau simpan di kedalaman jiwamu
agar para generasi anak negeri
pewaris juriat pemangku adat
di tanah ulayat yang direnda tetirah mantra mumpuni
tak sampai menanggung beban
Mahakam, meski pesonamu telah tergerus
kau tetap setia
Kokoh membentengi hamparan hutan perawan
melilit liuk lekuk di kedalaman telukmu
riuh menyimpan misteri;
Pesonamu tergadai
dirambah nafsu-nafsu birahi
para petualang pendatang
memperkosa keperawananmu
yang disakralkan adat berabad-abad
Jerit tangis menghentak jantung sanubari
mengiris perih bathinmu
seperti tak ada yang peduli
orang-orang semua abai
Penerus generasi telah kehilangan hati nurani
pesonamu terkikis ambisi
* Samarinda, 26 Desember 2021*
*A. Kusairi, adalah penyair Kalsel, puisi “Mahakam Pesonamu Terkikis” saya ciptakan saat berkunjung ke Samarinda Kaltim akhir Desember 2021. Tinggal di Jl. Bupati H. Said Alwi desa Perintis Raya, Kec. Tapin Utara, Kab. Tapin- Kalimantan Selatan.
*