KOPI YANG TAK LAGI MENGHANGATKAN

Pagi ini kopiku terasa berbeda
bukan pahitnya yang hilang
tapi aku yang sudah terlalu lelah untuk mengecapnya

Rupanya aku tidak lagi minum kopi untuk menikmati
aku meminumnya seperti obat
agar mata ini tetap terbuka
agar tubuh ini terus bergerak

Aneh, dulu secangkir kopi bisa membuatku duduk tenang
menatap halaman buku, mendengar suara hujan
sekarang kopi hanya jadi bahan bakar
untuk mesin tubuh yang tak pernah berhenti

Namun hari ini aku sadar
bukan kopinya yang berubah
tapi caraku memperlakukannya
dan caraku memperlakukan diriku sendiri

Aku menyadari mungkin ini saatnya
untuk kembali duduk
mencium aroma kopi sebelum meneguknya
dan bertanya pada diri
"Untuk apa aku sebergegas ini?"

Jadi kopi mengajariku satu hal
ia tidak pernah memaksaku untuk meminumnya
akulah yang memaksanya menjadi alasan
untuk terus berlari tanpa arah

Ingatlah kopi bukan pengganti tidur
ia adalah teman duduk, bukan pacuan
dan tubuhmu bukan mesin yang bisa kau isi ulang tanpa henti

Waktu minum kopi yang sejati
adalah saat kau berani berhenti
meletakkan semua beban
dan hanya ada kau, cangkir, dan uap yang menari

Akhirnya pagi ini kopiku kuminum pelan
tanpa memikirkan jam
tanpa memikirkan daftar yang menunggu
dan ia terasa hangat lagi
seperti pertama kali aku jatuh cinta padanya