Sri Wahyu Wardani
Jelaga hitam
Pekik.merdeka dimana-mana
Merah putih menggelora
Akupun ikut larut di dalamnya
Melupa pada realita 81 tahun merdeka
Panjat pinang ..
serupa benggala
Betapa mimpi harus diperjuangkan
Panjat pinang...
Seperti sebuah pengingat dan filosofi
Bahwa masih banyak
Menginjak teman tengadah serakah
Rela kotori diri
Berlumur jelaga hitam
Hanya untuk sesuatu yang belum.pasti
Bukankah tak semua bisa sampai di puncak?
Mari sedikit tundukkan hati
Memilah tentang benar salah
Hingga kita tak jadi hilang arah
Abaikan apa yang seharusnya kita miliki
Ungaran, 10082026
Sri Wahyu Wardani, lahir 9 Juni .Seorang ibu yang jatuh cinta pada puisi.
Tinggal di kaki gunung Ungaran, menganyam mimpi tentang negeri, yang digenggam oleh hati yang manusiawi.Menulis beberapa antologi puisi, esai dan cerpen.
Bagi saya menulis adalah mendokumentasikan kenangan