Whelly Sukis oro KM
DIMENSI KEPULANGAN
Jangan sentuh jisimku
sebelum kau hayati makna pengucapan
dengan angin aku menjemput
dengan hujan aku meliput -
Ia datang pagi itu
hujan bertubi
menjinjing kopor biru
kuyup, namun tangkas menangkap
sarung yang kulemparkan
"Bukan untuk merayu-raya
tapi sekadar menegaskan...
perkara cinta terhadap ketetapan insaniah"
Dulu katamu: tundalah bercinta jika ingin jadi penyair
Kata itu menjadi pemusnah harapan seketika
Dinda sakit, menikah dua tahun, lalu gagal
kemudian bangkit
seperempat abad dibimbing Al-Khidr
menjelajahi samudera laduni
Kini Dinda tinggal dalam Marca - kelembutan
penasihat spiritual prajanusantara
sebutan Ken Ariningrum
"Tatap pupil mata Dinda, Kanda..."
Di sana kulihat biru lautan
tempat kita bercermin
dan hijau bukit melambangkan kesuburan
"Berdoalah dengan benar...
Jika benang putih membentang Barat-Timur
di purnama dengan sepasang sedap malam
Dinda mengantar Kanda diwisuda kembali!"
Tarik napas tiga kedipan
ia sirna secepat halilintar
bersamaan reda hujan
Dinda dalam hati
di mata ketenangan.
*Magelang, 26.09.26 *