Heru Patria
HINGGA UJUNG WAKTU
telah lama kutapaki jalan berkerikil tajam
demi cita cita tak kuhiraukan tapak kaki meruam
cacian dari mulut mulut bersuara tajam
menyakiti hati hingga aku terdiam
kemiskinan yang lama mencengkeram
memaksa hidup kian terbenam
memeluk kelam
ingin rasanya batin ini meratap
melawan gelap demi secercah cahaya
tiap kali kudengar kebijakan negara
tak berpihak pada kaum jelata
mungkin sengaja ditumbuh kembangkan
kebodohan tak mendapat jalan pemecahan
semata agar mudah dikendalikan
dalam benak jelata meracau
kapan berakhirnya keadaan kacau
di sini perjalanan hidup serupa kemelut
dalam dada batin terhimpit sampai sudut
bias penyejuk jiwa masih tertutup kabut
dalam hening dunia aku berlutut
tahajut
hanya pada pencipta kugantungkan harap
semoga kedamaian segera datang mendekap
membuai diri dengan cahya paling gemerlap
agar doa dan syukur tak henti terucap
perjalanan hidup menjadi cermin
perjalanan batin tumbuhkan rasa yakin
bahwa di tangan Tuhan tidak ada hal yang tak mungkin
Blitar, 15 Oktober 2026