Made Aripta Wibawa

Bukuksah dan gagak Aking

Gagak Aking, berpondok di puncak gunung menghindar di teras emas berbaja ringan
mengunyah dedaunan buah alam
bukan merampok panen di ladang dan sawah
juga tidak bersantap hewan melata atau ikan segara
bukan tipe laskar Pandwa-Kurawa,
yang porak poranda berjibaku melirik kerajaan dan kekuasaan di titik putih Kurukshetra
rwa-bhineda,
hidup sejatinya memilih haluan
bertandang dengan para sahabat dan kerabat atau
boleh berkelana sambil menyendiri sampai diujung samudera
meski putih tanpa coretan hitam
sang perupa tidak menggurat dengan indah dan bernuansa rupa-rupa jagat beraneka
Bubuksah, melahap segalanya
bertubi-tubi menggamit paha ayam, rusa dan babi hutan
nikmat indrawi selalu berdampingan
namun mereka tampak rukun, damai
bertajuk saling bersenda ria
tanpa nyinyir tentang lokasi surga-neraka
bila tiada juga beristirahat sama di Rong Tiga
menuntaskan tunas karma masa lalu