Imron Bintang

ALMAMATER PUTIH BIRU

almamater putih biru,
engkau adalah ibu
yang kemarin menyeka
ingus kekanakanku,
mendekap hangat dan menyinari
dengan ilmu dan budi pekerti
kepadamulah aku
awal mula mengeja puisi
maka ketika engkau mengeluh
musim basah tahun kemarin tak ramah
menggedor ruang ajar mengajarmu
pintu hatiku pun tergedor seketika
untuk singsingkan lengan segera
maka ketika engkau mengaduh
tingkah banjir tidak pandang sesiapa
beringas menerpa bilik pustakamu
bilik hatiku pun trenyuh, sendu
meratapi jebol tembok utara
kami datang mempersembahkan
berbagai macam buku pengganti
di antaranya tentang musnahnya
ilmu dan peradaban di baghdad
oleh gelombang pasukan mongol;
musnahnya perpustakaan villa papyri
di negeri purba romawi
oleh letusan gunung vesuvius
aku berdiri, di sini,
ruang kelas, kantin, laboratorium
perpustakaan semua telah digeser
tangan-tangan zaman
ke manakah semua nama
yang dulu pernah mengasah
cara berpikir benakku?
nama dan peristiwa boleh berlalu
terkubur padat di endapan waktu
tetapi literasi generasi demi generasi
harus seiring langkah matahari

*Kendal, 5 Oktober 2026 *