93. Semi di Musim Semu karya Yusuf Susilo Hartono (Jakarta)
Yusuf Susilo Hartono
Menenun Bahagia
Bagi-bagi ha ha ha
Bagi-bagi hi hi hi
Bagi-bagi he he he
Covid mengubah rumah jadi sorga
Tiang-tiang cinta ibu ayah anak
Tegak kembali dalam suka duka
Tapi kau bilang neraka
Covid mengembalikan rumah
Jadi sekolah tempat menanan huruf
Jadi masjid tempat menanam takbir
Jadi lading tempat menanam nafkah
Jadi gelangang merawat kasih saying
Denmgan mulut dan tangan bersih
Tapi kau bilang neraka
Lalu orang-orang melepas masker
Dari mulutnya dari lubuk hatinya dari pikirannya
Berdesak-desak memacetkan jalan raya
Meraung-raung nafsu menyerbu mal
Melantai di diskotek diskotek
Menari sebadan dengan mulut beralkohol
Diiringi gedebam-gedebum nada memacu syahwat
Pikiran me;laying mengatur kianat
Di bawah bendera-bendera
Tipu muslihat
Kau bilang ini sorga dunia
Pulang ke rumah
Dengan keringat pesing kepala pening
Piring-piring melayang lalu berpuing-puing ke lantai
Talk ada lagi basmallah dan hamdallah di meja makan
Tak ada lagi memulyakan Tuhan di atass sejadah
Kau bilang ini kebahagiaan?
2021

93. Yusuf Susilo Hartono adalah sastrawan Indonesia, lahir Jakarta, penyair ini tinggal Jakarta. Karyanya berjudul Semi di Musim Semu dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia