92. Kupu-kupu Bersayap Biru karya Husnul Khuluqi (Banyumas)

Husnul Khuluqi

Kidung Semangkuk Sambal Petai

Aku tahu kau tak suka kehadiranku
Di meja makanmu, aku serupa mkhluk terkutuk
Dengan rupa yang tak menarik hatimu
Aromaku sering melingkar-lingkar di udara
Membuatmu mual berkepanjangan

Di lereng-lereng bukit
Di kebun-kebun yang tandus
Aku telah belajar membaca cuaca
Belajar membaca setiap serapah
Yang kelak keluar dari mulutmu
Yang penuh amarah dan kebencian

Di meja makanmu aku hanya pelengkap
Penderita yang harus siap menghadapi
Kilat matamu yang sey
Tajam pisau pemotong
Daging yang sering termangu menatapmu
Seraya berharap engkau mau sekadar
Mencicipi pedas tubuhku

Berapa lamakah aku akan bertahan di meja
Makanmu? Sedang dimulutmu tumbuh segala
Caci pedas yang akan kau lontarkan
Dari tempat tidur hingga kamar mandi
Yang kan membuat aku kangen paman petani
Yang senantiasa tulus terjaga
Dan merawat tubuh busuk ini

2012
92.-Husnul-Khuluqi

  1. Husnul Khuluqi adalah sastrawan Indonesia lahir di Lubir Banyumas, penyair ini tinggal di Banyumas. Karyanya berjudul Kupu-kupu Bersayap Biru dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia