Md. Faruk Hossain
Zhiri (Aliran Gunung)
Di dada gunung lahir
aliran zhiri,
menyentuh batu lalu mengalir
dalam panggilan sunyi.
Cahaya pagi di sela daun
turun perlahan,
di air zhiri orang gunung
melihat sarang kehidupan.
Rumpun bambu bernyanyi
mengikuti irama angin,
dengan irama zhiri orang gunung
menata hari-hari mereka.
Di bahu kantong, di tangan cangkul,
jalan terjal,
di air zhiri mereka basuh
lelahnya hari.
Saat musim hujan tiba zhiri pun tersenyum
dengan dada penuh,
di mata orang gunung saat itu
mimpi berjatuhan.
Bunyi gelombang seperti genderang
memanggil jiwa,
panen baru, harapan baru,
lagu yang baru.
Luka kaki terendam
air yang sejuk,
namun demi menumbuhkan pangan
ibu terus berlari.
Di jalan batu tertutup daun
rombongan melangkah,
di tepi zhiri mereka rajut
tipu daya kehidupan.
Zhiri tahu rahasia
orang gunung,
lapar, cinta, dan sakit
sunyi yang tak terucap.
Seorang tua duduk membawa kenangan
di tepi zhiri,
betapa banyak hari berwarna
telah berlalu di tepian ini.
Anak-anak bermain memercikkan air
gelombang tawa,
di dada zhiri menari
kilau perak.
Zhiri kecil, gunung besar,
hati manusia—
semuanya berpadu membentuk
kehidupan pegunungan.
- 03-01-2026*
From Bangladesh.