USAI ASTAWARSA KU BERJEJAK LAGI DI BATAS SURAMADU (2018 - 2026)

Usai Astawarsa ku berjejak lagi di batas Suramadu,
Kureguk keping demi keping emas wiraniaga
Di tengah hingar - bingarnya para pahlawan upa jiwa
Menelusuri liukan hutan beton nan kokoh, menembusi era endemi penuh selaksa asa.
Usai Astawarsa ku berjejak lagi di batas Suramadu,
Ingin kurasakan riak gelombang arti menjadi pamong kompetisi
Kala kehampaan melanda di paruh baya.
Usai Astawarsa ku berjejak lagi di batas Suramadu,
Ingin kudengar lagi debat-debat jenaka
Para badut sosialito berbungkus rohani
Kala keterkungkungan era pandemi dulu seakan merubah segalanya.
Usai Astawarsa ku berjejak lagi di batas Suramadu,
Ku yakin patah tumbuh, hilang berganti,
Bila kini kelam, niscaya lusa terbit benderang
Kar'na hari esok penuh harapan.
Usai Astawarsa ku berjejak lagi di batas Suramadu,
Biarlah kini kupungut kenangan demi kenangan manis,
Kala kulukis di pusat koordinat Kota tapak-tapak prestasi benderang jati diri.
Usai Astawarsa ku berjejak lagi di batas Suramadu,
Biarlah kini kureguk buah demi buah sisa berpeluh,
Kala kupahat di Sentra Budaya Soera dan Boeaya
Tentang manisnya buah darah, keringat, dan air mata
Saat semangat Waka Waka membara dan menggejahwantah.
Usai Astawarsa ku berjejak lagi di batas Suramadu,
Biarlah kini kurasakan hangatnya suasana silaturahmi
Teriring gendhing Hayya Hayya
Kar'na hidup ini bukan sekadar celoteh serunya kompetisi diri.
Usai Astawarsa ku berjejak lagi di batas Suramadu,
Biarlah terbendel dalam sebuah kitab kenangan
Tentang bayang-bayang manis pahit asam asin pedas nan cepat berlalu.
(Rusli New)