Sur Yadi
TAHLILAN
Sebelum berangkat kerja
lek giman mampir ke rumah
mengingatkanku
tahlilan empat puluh hari
kang jaimin
suami yu ngatirah.
Rasanya, baru kemarin
kang jaimin pergi
meninggalkan kita semua
meninggalkan yu ngatirah
sendirian
menghadap penciptanya.
Tahlilan itu
membuat jantungku berdebar
sebab yu ngatirah
pernah berdiam di hatiku
jauh sebelum
ia memilih kang jaimin.
apakah nuansa itu
perlu kuulang
merajut kembali
benang yang pernah kusut
atau
aku belajar menahan diri
tak datang sama sekali
memberinya ruang memilih
imam pengganti
tanpa bayang-bayang masa lalu
(Kulonprogo, maret 2026)