Setelah Puisi Dibaca
Setelah puisi dibaca ada sepercik sinar nama pengarangnya terlihat. Semakin bertambah si pembaca semakin banyak sinar-sinar kecil itu. Kemudian karya itu dibaca banyak orang lagi maka semakin padat titik-titik sinar pengarangnya. Kemudian ketika mereka bersuara, membaca puisi mengitik dan atau membicarakannya maka semakin besar dan terang sinar itu.
Selanjutnya adalah bagaimana agar titik sinar itu menjadi sinar yang terus menerus. Maka tiada lain adalah terus menulis !
Setelah Puisi Dibaca disamping sinar seperti diatas terdapat benih-benih rezeki lain, bagi penulisnya. Pertama adalah puijian, (ucapan apresiasi dsb) yang kemudian menjadi pemacu semangat untuk berkembangnya rezeki (bukan harta benda)
menjadi seuatu yang merupakan jalan pada rezeki-rezeki yang lain. (rg Bagus Warsono)