**Samsudin Adlawi **

Selendang Penari Gabah

Taka da beda, pagi dan sore sama saja
Anak-anak pulau Raja Ampat
Tetap saja bergerak lincah
Kakinya melompat-lompat gesit
Seperti kijang lari dari buruan harimau
Kaki-kaki anak Waigama, Misool Utara
Tak mau kalah
Kebaya yang tak longgar dan
Gelayutan selendang panjang
Tak mampu melucuti kelincahan kakinya
Menarikan gabah
Di atas kulit rebana dan tambur
Yang tak lelah berdentum
Tingkah meningkah
Laksana sepasang penari balet
Beraksi di hampar karpet es membeku.
Dua ujung batang gabah tak pernah lelah
Saling berbalasberbentur kepala
Membuka menutup
Mengalirkan irama paling goda
Memanjar siaga retina mata
Menelan seketika mulus kaki
Penari ketika lengah
Angan biarkan selendang penari gabah
Melambai percuma.
2024-2025
The Sunrise of jawa
63.-Samsudin-Adlawi

Samsudin Adlawi , adalah sastrawan Indonesia lahir 1970 di Banyuwangi penyair ini tingal di Banyuwangi karyanya berjudul Yo Mung dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia