Suprijadi Danu Subroto

SAKIT RASANYA DITOLAK

sebagai insan manusia biasa,
pasti mengalami masa pubertas dan jatuh cinta,
kalau memperoleh tanggapan rasanya berbunga-bunga,
seolah seperti raja sehari bahkan lebih malahan,
namun apabila tidak memperoleh tanggapan alias di tolak mentah-mentah,
jangan di tanya bagaimana rasanya,
hidup enggak mati pun tak hendak,
kecewa berat dalam hati,
pikiran dan jiwa,
makan tak enak tidur tak nyenyak,
terbayang selalu Sang Pujaan hati,
tanpa menyadari bahwa itu hak privasi dia,
seutuhnya dan mutlak.
akhirnya diri terbanting bak daun kering,
gugur di tanah basah,
lemas lunglai,
terhempas lepas seakan tiada napas,
jangan dikira cuma sehari,
melainkan berhari-hari melanda diri,
kata orang ini patah hati,
harus banyak hiburan,
belajar melihat ke nyataan di depan mata,
ikhlas dan tabah serta sabar,
sambil melantunkan doa,
mohon petunjuk-Nya,
niscaya Dia bakal menganugerahi penggantinya,
penggantinya.
(Istana Dewa Damai, 18 Januari 2026)