banjir-bandang-tapanuli-4
Wawan Hamzah Arfan

SUMATERA BANJIR AIR MATA

ketika banjir bandang
dan tanah longsor menerjang
selalu saja cuaca ekstrim
dan hujan deras jadi tudingan
sebagai penyebab utama
seperti yang terjadi akhir november tahun ini

sumatra barat, sumatra utara
juga aceh
benar-benar memprihatinkan
dan mengerikan
permukiman jadi lautan air lumpur,
batu-batu, pohon-pohon dan kayu-kayu besar
berserakan
bercampur puing-puing rumah
juga kendaraan bermotor

tak terhitung lagi kerugian
moral dan material
bahkan korban jiwa
masihkah menyalahkan cuaca
atas bencana nasional ini

wahai para penguasa
dan pengusaha negeri ini
di mana nurani kalian
bencana ini bukan karena hujan atau cuaca ekstrim
tapi karena kerakusan kalian
hutan-hutan dibabat habis
tanah dan bukit terus digali
sampai persawahan
dan perkebunan dijadikan proyek
permukiman, minimarket dan pabrik

setiap bencana selalu rakyat
yang menderita
sebagai korban utama
sementara para penguasa,
pengusaha dan elit politik
masih bisa duduk manis
menyaksikan tayangan berita
hanya cukup bergumam
: kami ikut prihatin

Akhir November 2025

Budiyanah

**TANGIS IBU PERTIWI
(Pray For Sumatera )

Baru saja bumi pertiwi sembuh dari sakitnya
Mencoba kembali bangkit dari keterpurukan
Ketika si Centil Corona pergi menghilang
Tidak lagi merajuk dan meradang
Tapi kini pertiwi kembali berurai air mata
Duka nestapa melanda anak negeri
Jerit tangis mengangkasa penuhi langit
Banjir bandang menghempas ranah Sumatera
Harta benda hancur dan ratusan jiwa melayang
Alam semesta muntahkan murkanya
Muak melihat angkara murka meranum di atas bumi
Kesombongan manusia mengagungkan egonya
Hingga otaknya tak lagi bisa berpikir
Jika ulahnya mendatangkan kesengsaraan
Pemukiman hancur diterjang air bah dan kayu gelondong
Kelaparan terjadi di mana mana
Tangis anak-anak kehilangan keluarganya
Tuhanpun marah dan muak pada tingkah manusia
Yang melenggang penuh kecongkaan
Hingga Tuhan perlihatkan Kuasa-Nya
Mengingkatkan umat-Nya yang sudah melampaui batas
Supaya mereka sadar diri
Bahwa di atas langit masih ada langit
Jangan bertingkah sombong di muka bumi
Tuhan tidak tidur, menyaksikan semuanya
Kini hanya doa yang bisa dipanjatkan
Moga Tuhan mengampuni semua dosa kita
Menghentikan semua musibah dan bencana
Yang menimpa sahabat dan kerabat kita
Agar ibu pertiwi kembali bersenyum
Tak lagi bersedih dan mengusap air mata
Tak lagi ada duka dan nestapa
Menghiasi kehidupan anak bangsa

Kranggan, 11122025

Wardjito Soeharso

Cinta Negeri

Kepala menekuk
Wajah menunduk
Mata memejam
Imajinasi berpeluk intuisi
Teriak anak negeri
Berontak melawan bapak
Rusak nama
Lenyap daulat
Membeku cinta
Sekarat jemput mati
Cinta negeri
Tersisa daki
Aroma hedoni
Memanja naluri
Selera impulsif
Reaksi alami
Petingkah salah
Meniti sesat jahat
Menggiring nasib
Busuk terbenam
Lubang kuburan
Nisan kayu retak
Lapuk digerogoti rayap!
Indonesia!
Masihkah kami punya hak
Sekedar mengeja namamu?
13.11.2025 - 07:24