
Iriani R Tandy
AIR MATA LANGIT
Titik-titiknya tak pernah berakhir menyentuh dasar jiwa kini hinggap di atas ribuan gelondongan kayu disapu banjir ketika semesta ingin membuatnya terang benderang
Apakah menggerutu hujan turun? yang menggergaji pepohonan tanpa berdaun hijau
Di atas atap rumah yang disihir jadi pelampung dan tempat melepas kan kantuk berat dipatahkan luka menghitung kenangan kehilangan orang dekat dan tercinta
Jika selamat dari banjir apabila kehilangan semua
Kita tidak bisa memutar waktu penuh aroma kicau pagi dahulunya di atas langit desa membiru
Sekedip mata banjir bandang membawa pergi selamanya
Maka jangan kirim aku hanya ribuan dus mi instan dan baju bekas lewat secuil rupiah dari kocek yang telah penuh dolar mewangi saat engkau rampas rimba hutan
Apalagi memanggul seribu karung beras dan sembako sembari menebar pesona di kamera
Kirimlah cinta hangat kemari bagi selimut hati yang gigil luka
Lewat air mata langit yang jadi lautan sepotong hati yang pulang sujud dengan sebongkah doa
Lupa jatuh cinta memeluk alam segenap isi dan penghuni yang Tuhan titipkan
Bukan air mata buaya dan air mata tipu-tipu
Jambi 2025
Imansyah Firman
Duka di utara Sumatra
Geliat tanah mencabut paksa akar akar kehidupan,..
Batang batang tumbang berkejaran melumat peradaban,..
Deras hujan menderu,. menyapu,. meluluh lantak,..
Menjerat yang terlewat menerjang yang menghadang,..
Alam telah bicara lantang, tak lagi berbisik sayang,..
Menantang menghunus pedang menabuh genderang perang,..
Bencana datang karena diundang,..
Oleh tangan tangan kejam perusak lingkungan,..
Alam Jengah !! Alam marah !!!
Pada jiwa jiwa yang tamak, pada perut perut manusia rakus,..
Yang membalak rimba, yang merusak hijau belantara,..
Demi pundi pundi yang tak lagi berkah, haram !!!
Pongah orang orang serakah menabur petaka,..
Memaksa mata menangis menuai bencana,..
Menghancurkan desa, melumpuhkan kota ,..
Merampas harta, mengubur ratusan jiwa tak berdosa,..
Harapan hanyut bersama puing puing bangunan,..
Kepiluan terbawa deras bandang yang meradang,..
Sedih terisak dalam deru angin bergemuruh,..
Gelisah menunggu dibatas nadi yang digempur lumpur,..
Ini bukan sebuah ujian,. Ini adalah jawaban !!!
Dari dendam rimba yang dijamah liar terkulai dan terluka,..
Membawa duka diujung utara pulau Sumatra,..
Menyisakan derai air mata untuk Indonesia,..
Bandung, 3 Desember 2025
Moel Soenarko
DI BAWAH LANGIT MALAM
Kelangit tak sampai kebumi tak nyata
Hutan ribaan melindungi segala,
digunduli
Onggokan batang-batang kayu,
bernomor tebang
Terjangan banjir bandang penderitaan dan kematian
Di bawah langit malam, brgantung pada hutan.
10-12-2025