
- Grandong dari Antologi Cinta Dilarikan Ninja,
Budi Riyoko
Antologi Cinta Dilarikan Ninja ditulis oleh Budi Riyoko dan diterbitkan AE Publishing Jakarta 2020. Penyair yang berasal dari Banyuasin ini mengangkat tema percintaan yang berujung takdir. Budi Riyoko menyuguhkan puisi-puisi yang merupakan perjalanan cinta yang dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Grandong.
Budi Riyoko
Grandong
Di dusunku ada hantu berbama grandong
Taring panjang seperti garong
Mata besar dadi bagong
Sukanya nyolong
Kalau siang tidur di bamboo seperti kalong
Hantu grandong bicaranya bohong
Sekali suka kong kaling kong
Anak sedusun hilang diroyong
Ibu-ibu nangis melolong
Dating akuwu menolong
Pakai daun lompong
Rumah grandong diobong
Grandongnya selamat pakai ilmu ngerong
Mungkin dia turunan nyi blorong.
Budi Riyoko, adalah sastrawan Indonesia lahir 18 Agustus 1978 penyair ini tingal di Banyuasin karyanya berjudul Cinta Dilarikan Ninja dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Madura di Linting Tembakau dari Sangkolan,
Sugik Muhammad Sahar
Antologi Sangkolan ditulis oleh Sugik Muhammad Sahar dan diterbitkan Kuncup, Malang 2018. Penyair yang berasal dari Pamekasan mengangkat tema kearifan lokal kehidupan masyarakat di daerahnya Pamekasan yang banyak bermata pencaharian sebagai petani tembakau. Menyuguhkan puisi-puisi yang merupakan wajah keidupan tradisional petani tembakau. Sangkaloan dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Madura di Linting Tembakau
Sugik Muhammad Sahar
Madura di Linting Tembakau
Misalnya tak ada linting tembakau hari ini
Tolong ajari satu cangkulan hujan
:hujan yang senantiasa menumbuhkan bulir isapan
Pada merah tanah, juha humus serat rinduku
Linting tembakau adalah bulir-bulir tabungan
Dari ritus-ritus tani yang mulai pindah tangan
Tanpa tongkat rotan, tanpa tetes hujan
Mengalir bersama kekosongan
Rempah tembakau ajian melumat harap
Diulurkannya sisa denyut dalam ikat wasiat
Mulai harga yang kehilangan serat
Remuk, di kantong tengkulak keringat
Semata Madura di linting tembakau
Pewaris benih dan daun-daun kesuburan
Kelak akan kujiarahi lumbung-lumbung ingatan
Tentang cangkul dan bulir hujan
Tanpa nama tanpa taburan bunga
Pamekasan, 2017
Sugik Muhammad Sahar, adalah sastrawan Indonesia lahir di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada 30 Mei 1985. penyair ini tingal di Pamekasan karyanya berjudul Sangkolan dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi
- Stoikiometri Asmara dari Hujan Tak Datang di
Pesta Api, Sugeng Joko Utomo
Antologi Hujan Tak Datang di Pesta Api ditulis oleh Sugeng Joko Utomo dan diterbitkan Hyang Pustaka Cirebon 2022. Penyair yang berasal dari Tasikmalaya ini mengangkat tema keseharian dalam perumpamaan pada ilmu fisika yang digelutinya. Menyuguhkan puisi-puisi yang merupakan gambaran kehidupan yang di hubungkan dengan ilmu fisika. Dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Stoikiometri Asmara.
Sugeng Joko Utomo
Stoikiometri Asmara
Pada tabung-tabung erlenmeyer jiwa
Tersiap biji-biji senyawa cinta
Kuantitas sudah terukur sama
Sesuai standar reaksi kimia
Bilah-bilah rindu
Butiran kasih dikalbu
Dicampur dalam larutan haru
Dipanasi dalam ketetapan suhu
Ada sekilas tatap ada sekecap ucap
Ada sekulumsenyum
Ada sejurus lamun
Ketika api asmara mulai membakar
Bejana reactor pun bergetar
Mengikuti alun irama debar
Pada degup dada nan gencar
Mulai berkempulan asap mesra
Lewat cerobong laboratorium asa
Menguar aroma harum bunga
Pertanda prosesi mencapai bahagia
Jas praktikum segera dilepas
Analisa pun dicatat tegas
Dengan tinta emas digoreskan
Ikrar suci dua hari diabaikan
Selembar sertifikat disiapkan
Di depan saksi ijab kabul pun dikumandangkan.
Tasikamalaya 21 Agustus 2020
Sugeng Joko Utomo, adalah sastrawan Indonesia lahir di Kebumen 23 Januari 1962 penyair ini tingal di Tasikmalaya karyanya berjudul Hujan Tak Datang di Pesta Api dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Teluk Benoa dari Di Bawah Bayang-bayang
Tuhan, Sthiraprana Duarsa
Antologi Di Bawah Bayang-bayang Tuhan ditulis oleh Sthiraprana Duarsa dan diterbitkan Pustaka Ekspresi Tabanan Bali 2024. Penyair yang berasal dari Denpasar
mengangkat tema perjalanan. Menyuguhkan puisi-puisi yang merupakan kearifan lokal yang dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Teluk Benoa.
Sthiraprana Duarsa
Teluk Benoa
Dimana kini muara
Tempat aku biasa mencumbu laut
Diamana kini camar
Menyanyikan lagu yang samar
Segala sesuatu telah senyap
Pulau-pulau baru mengapung
Mengaburkan jalanku
Tanpa jejak
Pantai telah pergi
Menuju kedalaman gelombang samudra
Dan tak pernah kembali.
Sthiraprana Duarsa, adalah sastrawan Indonesia lahir di Denpasar, Bali, 9 Februari 1964 penyair ini tingal di Denpasar karyanya berjudul Di Bawah Bayang-bayang Tuhan dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Lelaki Tangguh dari Oasestra ,Mochammad Syu'aib
Antologi Oasestra ditulis oleh Mochammad Syu'aib
dan diterbitkan Langit Fajar Publisher Jakarta 2025.
Penyair yang berasal dari Batang Jawa Tengah . Mengangkat tema Perjalanan menyuguhkan puisi-puisi yang merupakan perjalanan kehidupan yang dilihatnya Dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Lelaki Tangguh.
Mochammad Syu'aib
Lelaki Tangguh
(mengenang Bapak yang sudah pulang)
Lelaki tanguh itu Bapakku
Yang selalu terjaga lebih dini dari matahari
Lelaki tangguh itu Bapakku
Yang tak malu membelai gagang cangkul dan parang
Demi sebuah kewajiban
Yang tangguh itu Bapakku
Yang menyelimuti aku dengan harap
Saat kuterlelap
Dan memayungiku dengan doa saat kuterjaga
Lelaki tangguh itu aku rindu
Aku rindu lelaki tangguh itu.
Oase Aksara Senami, 11 Februari 2023
Mochammad Syu'aib, adalah sastrawan Indonesia lahir di Pati Jawa Tengah penyair ini tingal Batang di karyanya berjudul Oasestra dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Eko Tunas
Antologi
ditulis oleh
dan diterbitkan
Penyair yang berasal dari
mengangkat tema
menyuguhkan puisi-puisi yang merupakan
yang dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul
Eko Tunas, adalah sastrawan Indonesia lahir di Tegal, Jawa Tengah, 18 Juli 1956 penyair ini tingal di Semarang karyanya berjudul Taman Manusia dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Annisa Resmana
Antologi
ditulis oleh
dan diterbitkan
Penyair yang berasal dari
mengangkat tema
menyuguhkan puisi-puisi yang merupakan
yang dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul
-
Annisa Resmana, adalah sastrawan Indonesia lahir di Tasikmalaya 24 April 1994. penyair ini tingal di Bandung karyanya berjudul Telinga yang Tidak Dijual di Pasar Saham dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
-
Gadis Gunung dari Bunga-bunga Semak,
Barokah
Antologi Bunga-bunga Semak ditulis oleh Barokah dan diterbitkan Hyang Pustaka . Penyair yang berasal dari Purworejo mengangkat tema kearifan lokal daerahnya
menyuguhkan puisi-puisi yang merupakan pengalaman dan perjalanan diri yang dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Gadis Gunung. Berikut salah satu puisinya dalam buku ini,:
Barokah
Gadis Gunung
Di matanya sempat kubaca sebuah cerita
tentang liku hidup indah sekali
sumber mata aitr di hatinya
mengalirkan sungai begitu bening
melingkar lembah dan bukit
seperti delendang bidari
terhampar di permadani.
Barokah, adalah sastrawan Indonesia lahir di Pacitan 18 Agustus 1954 penyair ini tingal di Purworejo karyanya berjudul Bunga-bunga Semak dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Kepada Toto Sudarto Bachtiar dari Prasasti
Lereng Sindoro, karya Barokah
Antologi Prasasti Lereng Sindoro ditulis oleh Barokah dan diterbitkan Kosa kata Kita (KKK). Penyair yang berasal dari Purworejo. Prasasti Lereng Sindoro mengangkat tema kehidupan yang dikumpulan dari puisi-puisinya tang ditulis sepanjang waktu.
Buku ini menyuguhkan puisi-puisi yang merupakan proses nya dalam melahirkan sebuah antologi yang menarik . Dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Kepada Toto Sudarto Bachtiar.
Barokah
Kepada Toto Sudarto Bachtiar
//Ijinkan aku memanggilmu guru
Lantaran dirimulah aku mengenal puisi
Dan mencintainya sampai kini
Kubaca berulang kali Etsa dan Suara
Kurasa betapa dalam sedih dan rindumu pada dunia
Ciptaanmu
Begitu akrab dirimu dengan mereka yang menjadi objek puisimu
Taka da garis pemisah di antara kalian
Namun memang tak sedsyat Chairil Anwar
Yang memisalkan dirinya sebagai binatang jalang
Tapi aku merasa lebih akrab dengan dirimu
Jiwa penuh kasih yang selalu merasa sunyi
Betapa mesra kau menyapa sahabatmu
Gadis Kecil Berkaleng Kecil
Yang menurutmu dunianya lebih tinggi dari menara katederal
Tapinyang begitu kau hafal
Dan jiwanya begitu murni, terlalu murni
Untuk bisa membagi dukamu/
Toto Sudarto Bachtiar
Penyair sederhana dalam kehidupan yang sebenarnya
Kemana pun pergi kau tak suka sendiri
Kau lebih berbaur dengan orang banyak
Menyusuri liku-liku kota dengan angkot yang berjubel
Dengan Penampilan yang sederhana
Tanpa dasi dan sepatu mengkilap
Kau adalah kehidupan yang sepi
Sesepi puisi-puisimu
Yang mengaduk rasa hati
Dan aku terjerembab
Kedalam labirinmu
Sampai kini.//
2019
Barokah, adalah sastrawan Indonesia lahir di Pacitan 18 Agustus 1954 penyair ini tingal di Purworejo karyanya berjudul Prasasti Lereng Sindoro dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
10.Nanang Ribut Supriyatin
Antologi Suara-suara Sehimpun Sajak tahun 1982-1985
ditulis oleh Nanang Ribut Supriyatin dan diterbitkan Taresia Jakarta 2025. Penyair yang berasal dari Jakarta mengangkat tema kenangan dan perjalanan kepenyairan diri,
menyuguhkan yang berupa puisi-puisi karyanya di tahun 80-an.
yang dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Batu Kubur.
Batu Kubur
Batu kubur itu melambaikan tangannya
Setelah seribu pelayat meninggalkan makam
Meninggalkan duka cita yang dalam
Warna kelam pun tergores di cakrawala
Timggalah sekawanan burung terbang
Melayang, menjemput petang dating
Saat suara tembakan dibunyikan.
1984
Batu Kubur
Batu kubur yang menghias dinding rumah itu
Menggambarkan tentang arca di puncak gunung
Kau yang termenung di benada halaman rumah
Takjub melihatnya
“biarkan matahari telanjang dan membakar
Tubuhnya!” kata baying. Aku tehenyak.
1985
Nanang Ribut Supriyatin, adalah sastrawan Indonesia lahir di Jakarta, 6 Agustus 1962, penyair ini tingal di Jakarta karyanya berjudul Suara-suara Sehimpun Sajak tahun 1982-1985 dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Nanang Ribut Supriatin
Terbangun Di Waktu Malam
Terbangun diwaktu malam
Berdiri di alam terbuka
Di bawah bintang berkedip
Bulan terjaga. Sepi menjerat,
Bayang menggoda tubuh
Tak terpisah jarak dan urat nadi
Kenangan tertanam di pelupuk mata
Tanda usia terbaca di batu nisan
Barisan kubur pemakaman
Para pelayat dating dan pergi
Menciptakan ketakutan, bahkan
Kematian penuh lambang!
25/06/2022
Nanang Ribut Supriyatin, adalah sastrawan Indonesia lahir di Jakarta, 6 Agustus 1962, penyair ini tingal di Jakarta karyanya berjudul 65 Sajak dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Siti Suci Winarni
Arunika
Ketika malam melipat selimut hitamnya
Kau datang arunika
Seperti sulur sutra jingga yang menyentuh cakrawala
Menghapus gelap dengan lembut tanpa suara
Mulai menggoreskan kuasnya setiap yang disentuhnya
Sambil tersenyum kusapa hadirmu di setiap ujung bunga-bungaku ditaman
Kau adalah janji yang tak pernah ingkar
Menjemput pagi dengan gemilang yang sabar
Seperti tangan lembut yang menabur cinta di tanah gersang
Kau menghidupkan hari mengukir asa di tiap pandang
Tiada henti hingga rimbun lahirkan asa setiap yang menatapmu
Arunika
kau melukis langit dengan warna yang berbisik lembut. Seperti puisi yang mekar diantara semilir bayu singgah di relung kalbu.
Cahayamu adalah simpul harapan .
Mengurai gulana malam yang perlahan hilang
Tergantikan kerlip gemintang
Kau undur dibalik senyum sang dewi malam
Arunika
kau bukan hanya pelukis pagi
Kau adalah penjaga rahasia
terselip dalam senyum mentari .
Menyiratkan kisah yang hanya dimengerti jiwa-jiwa yang peka
seperti cinta yang abadi meski tak terlihat
Kau selalu ada di hati yang tahu makna semesta.
Subang 18-12-24
Siti Suci Winarni, adalah sastrawan Indonesia lahir di Ponorogo 30 Oktober penyair ini tingal di Subang karyanya berjudul Ratnakanika Serbuk Permata dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Endut Ahadiat
Ngarai Sianok
Di Bukittinggi yang megah, ngarai Sianok terbentang,
Lembah hijau nan elok, alam yang tiada tanding,
Dinding batu menjulang , menjaga rahasia zaman,
Puisi alam indah, dalam bisikan angina malam.
Sungai Sianok mengalir, berliku di dalamnya,
Sebagai saksi bisu, perjalanan waktu yang panjang.
Gunng Singgalang menjaga, seperti penjaga setia,
Pemandangan ngarai Sianok, sungguh mempesona hati kita.
Pohon-pohon merunduk, menari di atas tebing,
Mengiringi nyanyian burung, diu dalam pagi cerah.
Di malam hari bintang-bintang bersinar dalam senyap,
Ngarai sianok pesona alam yang takkan pernah pudar.
Bukittinggi kota yang gemilang di kaki ngarai Sianok
Tempat di mana alam dan sejarah berpadu.
Keindahan ngarai Sianok selalu dalam ingatan kita.
Bukittinggi 3-9-23
Endut Ahadiat, adalah sastrawan Indonesia lahir di Bandung, 14 November penyair ini tingal di Padang karyanya berjudul Akulah Darah yang Mengalir di Nadimu dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Enthieh Mudakir
Sirip Angin
1
Kau mainkan kecapi penat demi penat memikirkan negeri . Mendulang air payau serta mengulung angina ke semak bakau.Kesadaran perut tetap dihayati. Dada sendiri sesak oleh sirip angina. Pisau tajam menorah luka. Tangis seperti tempolong tak terkirakan
2
Sungguh absur dunia dugaan, titik balik, gambran nyaring multidimensi. Mengunyah linu . Sekujur tubuh .seiring kau mainkan bantal guling perselingkuhan . kata dipersembunyianmu yang rapuh .dunia macam apa
M Enthieh Mudakir, adalah sastrawan Indonesia lahir di Kota Tegal, Jawa Tengah, 24 April 1963 lahir di penyair ini tingal Tegal di karyanya berjudul Sirip Angin dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Enthieh Mudakir
M Enthieh Mudakir, adalah sastrawan Indonesia lahir di Kota Tegal, Jawa Tengah, 24 April 1963 penyair ini tingal Tegal di karyanya berjudul Rahasia Tanda dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Bunergis Muryono
Bunergis Muryono, adalah sastrawan Indonesia lahir di Jepara 11 Oktober 1966 lima bersaudara penyair ini tingal di Klungkung Bali karyanya berjudul Pelangi Imajinasi dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Imansyah Firman
Antologi Hujan Senjakala Senandung Lirih Sisi ditulis oleh Imansyah Firman dan diterbitkan Alvarendra Global Publisher, Bogor 2025. Penyair yang berasal dari Bandung ini mengangkat tema perjalanan kehidupan dan socsal. Imansyah Firman menyuguhkan puisi-puisi dalam antologi ini yang merupakan perjalanan prosesnya sebagai penyair yang dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Humaniora kehidupan yang dijumpainya ditulis sebagai puisi-puisi yang memberikan gambaran perjalanannya. Berikut salah satu puisinya berjudul Sajak Sepeda Tua.
Sajak Sepeda Tua
Gerak roda melaju tertatih perlahan…
Di jalanan becek rusak penuh genangan
Dengan senyum ramah menyapa segenap pelanggan
Bukan senyum basa-basi tapi senyum dari hati yang menawan..
Rapih tersusun menjaja dagangan
Sepeda tua menanggung beban
Memutar laba mencukupi kebutuhan
Menjadi tulang punggung sumber kehidupan
Menjaga roda terus berputar
Menjalani tiap perjalanan dengan sabar
Degan sekeranjang sayur-mayur segar
Membuka pintu rejeki lebar-lebar
Bismillah …
Bandung, 23 April 2024
Imansyah Firman, adalah sastrawan Indonesia lahir di Cirebon, 5 Juli 1986 penyair ini tingal di Bandung karyanya berjudul Hujan Senjakala Senandung Lirih Sisi-sisi dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Budiyanah
Antologi Kemilau Cinta di Langit Jingga ditulis oleh Budiyanah dan diterbitkan Ananta Vidya, Bantul 2024. Penyair yang berasal dari Bandung ini mengangkat tema perjalanan kehidupan dan socsal. Budiyanah menyuguhkan puisi-puisi dalam antologi ini yang merupakan perjalanan prosesnya sebagai penyair yang dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Humaniora kehidupan yang dijumpainya ditulis sebagai puisi-puisi yang memberikan gambaran perjalanannya. Berikut salah satu puisinya berjudul Aku Bukan Pujangga.
Aku Bukan Pujangga
Aku memang bukan pujangga
Perangkai kata dari ribuan aksara
Menyusun bait paparkan rasa jiwa
Bahasa hati dalam lembaran karya
Meski kadang terlalu sulit
Meronce makna dipintalan abjad
Hingga kata belum tentu jadi kalimat
Semua terhenti dalam angan
Hanya hasrat hati
Ingin curahkan semua gejolak rasa
Yang terpendam di dasar hati
Agar terbaca di pelataran sunyi
Untaian kata indah
Terangkai dalam hening malam
Bersama kantuk yang hadir menyeruak
Persembahkan sebait puisi pengungkap rasa
Kranggan, 12-06-2024
Budiyanah, adalah sastrawan Indonesia lahir di Tasikmalaya pada 15 Juli 1970. penyair ini tingal di Temangung karyanya berjudul Kemilsu Cinta di Langit Jingga dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
19. Eko Tunas
Eko Tunas, adalah sastrawan Indonesia lahir di Tegal, Jawa Tengah, 18 Juli 1956 penyair ini tingal di Semarang karyanya berjudul Sastra Politik dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- K. Kasdi W.A
Hujan Tetap Turun
Hujan tetap turun
Sekali pun kau menolaknya
Namun engkau bias berpayung
Untuk meneduhi kepalamu
Hujan tetap turun
Sekali pun kau bacai mantra
Penyair-penyair hebat negeri ini
Bukan mancanegara
Untuk menolaknya
Hujan tetap turun
Di negeri tanpa intervensi
Independen tanpa memihak
Keinginan satu pihak
Sebab ia hanya salak aning
Ketika kita lewat bumi
K. Kasdi W.A (Kasdi Kelanis), adalah sastrawan Indonesia lahir di Semarang 20 April penyair ini tingal di Sragen karyanya berjudul Raung dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- K. Kasdi W.A
Bolehkah Aku
Bolehkah aku cemas pada
Mendung menggantung
Sekali pun itu bukan tanda
Hujan pasti dating
Bolehkah aku melayangkan prasangka
Padasiapa dan apa saja
Bumi bermagma namun juga
Menghembuskan angin surga
Menerjang sekaligus merangkul
Dengan kasih saying
Ganas namun padanya
Muara segala belas
K. Kasdi W.A (Kasdi Kelanis), adalah sastrawan Indonesia lahir Semarang 20 April di penyair ini tingal di Sragen karyanya berjudul Mengambah Lembah Lelah dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Wardjito Soeharso
Sketsa Pagi
Dari balik jendelakamar
Kulihat lalu lalang orang
Ada yang tergesa berjalan cepat
Ada yang santai berjalan lambat
Tapi ada yang ganjil
Mereka berjalan dengan mata terpejam
Di bawah terangnya cahaya matahari
Pagi hari .
-
Wardjito Soeharso, adalah sastrawan Indonesia lahir di Kabupaten Semarang 1961 , Jawa Tengah penyair ini tingal di Semarang karyanya berjudul Puisi Medium Komunikasi dalam Pembelajaran dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
-
Wawan Hamzah Arfan
Hanya Puisi
…
/jika aku suka bikin puisi
hanya sebatas menyiasati mimpi
yang sering jadi teka-teki
sebuah misteri kemungkinan
namun bagiku mimpi itu puisi
yang bisa dinikmati
sambil minum kopi
dan makan sepotong roti
imajinasi yang penuh sensasi.
Wawan Hamzah Arfan, adalah sastrawan Indonesia lahir di Cirebon, 8 Juni 1963.penyair ini tingal di Cirebon karyanya berjudul Perjalanan Berkarat dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Asmariah Supriyadi
Perempuan Pesisir
//Pukul tiga dini hari
Denting dapur riuh bunyi
Aroma khas dari masakan
Meresapi dekur anak-anak serta suami /
/Seragam sekolah, bekal melaut terlilit di rantang using
Siap di awal pagi
Mesin disel raungkan irama
Perempuan itu , segera kendalikan kemudi /
/Matahari merambat, perahu melayar
Menuju lepas laut garang
Suami menebar centrang
Perempuan itu memegang ujung tali pengharapan/
*/Angin buritan , ombak dan baying badai
Ia rengkuh dalam doanyua
Risiko serta ketakutan
Ia lepaskan dari pikirannya /
/….//*
Asmariah Supriyadi, adalah sastrawan Indonesia lahir Serang, Banten, 21 Agustus di penyair ini tingal di Jogyakarta karyanya berjudul Berangkatlah Kata-kata dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Asmariah Supriadi
Tuhan , Saya Belum Paham
Tuhan, saya belum paham
makna wajib puasa Ramadan
sebagaimana Engkau titahkan
dan Rasul contohkan
/.../
jika puasa dilahirkan hidup sederhana
mengapa mulut rakus masih nganga
bahkan lebih kenyang bulan puasa
lebih biasa yang dipunya
lebih banyak ditelan
bila puasa menempa
banyaknys kekayaan jiwa
mengapa padar rohani
baru beberaoa hari takpak sunyi
Asmariah Supriyadi, adalah sastrawan Indonesia lahir di Serang, Banten, 21 Agustus penyair ini tingal di Jogyakarta karyanya berjudul Perempuan Penabuh Subuh dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Ami Budi Arsih
Jalan Pulang
Taka da kasih yang terjarinmg
Rindu dendam mengelabu
Terhampar kelengangan
Luka terkubur
Lara menjerit menghantam sukma
Tak ada jalan tak kembali
Kandas
Terlindas
Rasa tlah lumpuh
Aroma gendam meregang
Hanya menunggu waktu
Menanti kematian unik
Tanpa janytung yang bergetar
Di tengah rindu kekasih bermekaran.
Ami Budi Arsih, adalah sastrawan Indonesia lahir di Tasikmalaya, 16 Juni 1966 penyair ini tingal di Cirebon karyanya berjudul Jejak Perempua Puisi dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Ami Budi Arsih
Yang tercecer dan yang Tak Terbaca
Saat kesendirian begitu indah
Saat lara menjadi nyanyian teramat syahdu
Sendiri mengukir sunyi
Mematri rasa sebening embun
Dalam genangan peluh
Yang meredam air mata
Di balik selimut tabir, rindu terukir
Di balik titian nadir, seonggok rasa tersingkir
Kau hanya terdiam
Membeku di lorong waktu
Dan berlalu tanpa sepatah kata
Sajak-sajak cinta bertaburan
Namun kau tak pernah mampu membacanya.
Ami Budi Arsih, adalah sastrawan Indonesia lahir di Tasikmalaya, 16 Juni 1966 penyair ini tingal di Cirebon karyanya berjudul Yang Tercecer Yang Tak Terbaca dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Ritawati
Ritawati Jassin, adalah sastrawan Indonesia lahir di Gorontalo, 18 Oktober 1969. penyair ini tingal di Jakarta karyanya berjudul Secarik Kertas Antara Rita dan H.B Jassin dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Yustinus Harris
Sate Ringin Contong
Tak terdengar lagi lenguh lembu di sekujur mimpinya
Nasib lembu betina setelah disembelih telentang di arang bara
Sejak digiring ke ringin contong dari pembantaian pasar lembu
Tubuh tambun dan gemuk itu telah dicacah seperti potongan dadu
Dan batang lidi tusuk sate panas arang menyengat kerongkongan
Aroma asap daging terbakar menyalakan hidup kian benderang
Sebelumdaging kelak membusuk dalam lambung
Sepiring kefanaan rasa merasuk ke rongga jantung
Taka da nikmat tersisakan bagi pengamen dan peminta-minta
Poesta makan-makan membuat lupa setelah sirna lapar dahaga
Sebelum segalanya kembali hampa dari gelak tawa
Orang 0rang tak menyadari serabut daging di sela gigi yang tersisa
Meja perjamuan warung makan menyisakan sebujur impian
Piring, gelas, sendok ,garpu dan gelak tawa menjadi abu
Di ataspembekaran.
(Jombang, 2020)
Yustinus Harris, adalah sastrawan Indonesia lahir di Surabaya 14 April 1968 penyair ini tingal di Jombang karyanya berjudul Surga untuk Ringin Contong dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Yustinus Harris
Kopi Move On No. 2
Satu jamdi resto Malyabara
Menunggu departure time
Terasa sepahit coffee Americano
30ribu untuk secangkir penantian
Setakar dengan terbang malam
Sendiri tanpamu
Dalam kegelapan dan kengerian semesta
Tanpa gula dan tanpa celana
(2024)
Yustinus Harris, adalah sastrawan Indonesia lahir di Surabaya 14 April 1968 penyair ini tingal di Jombang karyanya berjudul Panduan Minum Kopi dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Isbedy Stiawan ZS
Isbedy Stiawan ZS, adalah sastrawan Indonesia lahir di Tanjungkarang, Bandar Lampung, 5 Juni 1958 penyair ini tingal di Bandar Lampung karyanya berjudul Menungguku Tiba dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Isbedy Stiawan ZS
Isbedy Stiawan ZS, adalah sastrawan Indonesia lahir di Tanjungkarang, Bandar Lampung, 5 Juni 1958 penyair ini tingal di Bandar Lampung karyanya berjudul Kenduri Sumatera dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 LumbungPuisi Sastrawan Indonesia
- Ari Basuki
Bisik Keheningan
Aku berbisi kepadamu
Dalam keheningan batinmu
Namun kau tak mendengarku
Kau sibuk berkata-kata
Berdebar tiada henti
Mereka-reka yang tidak ada
Berjuta ritual
Berjuta mantra
Berjuta sia-sia
Kau suka mendengarkan orang lain
Mengapa kau tak mendengarkan
rohmu sndiri
Aku berbicara kepada semua orang
Namun hanya sedikit orang
Yang mendengarkanku
Ari Basuki, adalah sastrawan Indonesia lahir di penyair ini tingal di Jogyakarta karyanya berjudul Pedang Keheningan dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Iriani R Tandi
Titip Mata di Punggung Lumba-lumba
Nyaringnya lepas bahagia
Bagi lautan tak pernah absen melampias
Yang pecah di dada
Dayung gelombang ketika waktu tempuran
Jelma kerikil tajam seperti antrian ke pasar pagi
Bersama mata lalang meronce mimpi tanpa pelabuhan
Aku ingin ikut ikan lumba-lumba mengarung
Tanpa tepian tidur gelung ombak di punggung
Lumba-lumba mencari kerlip bintang kecil
Di langit masih ada sisa
Jambi 2025
Iriani R Tandi, adalah sastrawan Indonesia lahir di Jambi 9 Juli 1960 penyair ini tingal di Jambi karyanya berjudul Buku Hujan Iriani dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Ami Budi Arsih
Saat Kita Tua Nanti
//Saat kita tua nanti,
Bacalah kumpulan Sajak ini
Gamarmu dan ganbarku
Menghias dinding aksara/
/ada harum yang belum sempat kita jamah
Semerbak memenuhi rongga dada
Ada jejak yang tak pernah kita singgahi
Dalam lingkaran rindu yang tak pernah sirna/
/... /
/Hingga nisan di pelupuk mata
Dan wajahmu tersenbunyi
Diantara bintang-bintang//
Ami Budi Arsih, adalah sastrawan Indonesia lahir di Tasikmalaya, 16 Juni 1966penyair ini tingal di Cirebon karyanya berjudul Titik Beku dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Ami Budi Arsih
Gonggongan Anjing
Gonggongan anjing itu menyalak
Pencaci-pencaci itu merasa suci
Telingaku tak pernah minta disuapi
Raga tak pernah minta dibelaskasihi
Jalan kita berbeda,meski
Tinggal di bawah langit yang sama
Langkah kita tak sama, meski
Tujuan hidup kita satu
Amar makruf nahyi mungkar
Tak mesti saling cibir
Hidup berkasih sayang
Tak harus saling menyanjung
Buka mata lapangkan hati
Menerima setiap perbedaan
Bukankah pelangi tampak indah
Tatkala warna yang berlainan
Bisa serasi berdampingan
Tsm, 12-05-2020
Ami Budi Arsih, adalah sastrawan Indonesia lahir di Tasikmalaya, 16 Juni 1966 penyair ini tingal di Cirebon karyanya berjudul Titik Cahaya dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Udo Z Karji
Malam di Pematang Liyu
Malam di Pematang Liyu
Betapa sepi!
Yang ada hanya bunyi uir-uir
Jangkrik, kodok, burung hantu
Di Gubuk hanya ada lam[pu minyak
Melongok keluar, kelam pekat
Sesekali sinar terbang kunang-kunang
Ia hanya menambah rasa takut
Konon, kunang-kunang adalah
Kuku hantu
Malam di Pematang Liyu
Betapa Sunyi !
Yang ada hanya diri yang kecil
Berhadapan dengan kegelapan
2018
Udo Z Karji, adalah sastrawan Indonesia lahir di Lampung 12Juni 1970 penyair ini tingal di Bandar Lampung karyanya berjudul Kesibukan Membuat Sejarah 100 Sajak (1987-2025) dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Slamet Suryadi
Antologi Gemuruh Suara Hati dalam Kesunyian Kelam ditulis oleh Slamet Suryadi dan diterbitkan Hyang Pustaka, Cirebon 2024. Penyair yang berasal dari Indramayu ini mengangkat tema kehidupan dan sosial, menyuguhkan puisi-puisi catatan perjalanan yang merupakan perjalanan diri dan juga peristiwa yang dijumpainya yang dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Kesunyian Kelam.
Kesunyian Kelam
Gelisah sunyi hadir di bingkai malam yang mengental
Taka da rembulan dan bintang menyapa
Yang ada redum kelabu
Menyelimuti hati yang resah gelisah
Di sini, kuterpaku dalkam kebisuan kelam
Hanya desau angina malam berpacu bersama waktu
Menebarkan rasa gigil yang melindas tubuhku
Membuat kumeringkuk dalam bara kesunyian kelam
Indramayu, 27 Oktober 2023
Slamet Suryadi, adalah sastrawan Indonesia lahir di Indramayu 29 Maret 1963 penyair ini tingal di karyanya berjudul Gemuruh Suara Hati dalam Kesunyian Kelam dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Mas Ruscitadewi
Antologi Perjalanan "Perjalanan" ditulis oleh Mas Ruscitadewi dan diterbitkan Yayasan Bali Muda Wedari Denpasar 2025 . Penyair yang berasal dari Denpasar ini mengangkat tema kehidupan dan social, menyuguhkan puisi-puisi catatan perjalanan yang merupakan perjalanan diri yang dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Perjalanan Langkah Kaki.
Perjalanan Langkah Kaki
Dari sabtu ke Sabtu
Terbuka pintu pintu
Tempat dilangkahkan kaki
Dari lantai satu dua dan tiga
Sepi
Hanya derit lantai melambai
Menyapa diri menyemai hati
Apa yang diam dan sembunyi
Dalam kalungan puisi-puisi
Ayungati anakku, perjalanan langkah kaki
Seperti menulis kembali sejarah Bali
Medan perjuangan yang telah dikhianati
Dan langkah kaki itu sendiri
Berjalan sunyi
Membelit hari
Mas Ruscitadewi, adalah sastrawan Indonesia lahir di Kasiman Denpasar 26 Juli 1965 di Denpasar, penyair ini tingal di Denpasar karyanya berjudul Perjalanan "Perjalanan" dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Sri Sunarti
Antologi Suara Pagi ditulis oleh dan diterbitkan Hyang Pustaka, Cirebon 202 . Penyair yang berasal dari Indramayu ini mengangkat tema kehidupan dan sosial, menyuguhkan puisi-puisi catatan perjalanan yang merupakan perjalanan diri yang dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Suara Pagi.
Suara Pagi
Lembaran kisah pagi kembali terulang
di antara gedung-gedung menjulang
Bergerak menembus kawat berduri
Menepis lelap menggerakan hati nurani
yel-yel dan teriakan membahana
lantunan doa-doa menembus langit
Orang-orang bergerak melawan oligarki
Kepentingan rakyat kecil di negeri ini
/bentangan semangat demokrasi
jangan tergerak karena profokasi
kedepankan bersama untuk audensi
keselamatan negeri ini menjadi solusi
Indramayu;2022 Suara Pagi
Sri Sunarti, adalah sastrawan Indonesia lahir di Indramayu, 24 Mei 1965 penyair ini tingal Indramayu di karyanya berjudul Suara Pagi dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Imansyah Firman
Tarian Bunga Rumput
Pecah tawa…
Menerpa untai untai ilalang …
Menyelimut sendu kalbu …
Dihampar padang hijau ,…
Langkah yang riang …
Susur tapak bunga-bunga rumput …
Senyum senyum tak terelak , …
Menukar tangis dan ceria ,..
Menarilah …
Tanpa lelah …
Tanpa syarat …
Tanpa berharap, …
Bersama bunga rumput ,..
Tepikan mimpi besama desir angina ,…
Berbisik lembut sujud ke bumi,…
Tengadah doa menantang langit,..
Bandung, 3 Desember 2021
Imansyah Firman, adalah sastrawan Indonesia lahir di Cirebon, 5 Juli 1986 penyair ini tingal di Bandung karyanya berjudul Tarian Bunga Rumput Senandung Doa dan Harapan dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Setio Bardono
Hai (dawet) ku
Rambut Dewi Sri
Segenggam tangkai padi
Ternakar sepi
Beras merapuh
Memluk lembut sagu
Menghitam raga
Pucuk kelapa
Hadirkan gurih rasa
Manis senyuman
Wangi kenangan
memanggil langkah pulang
selembar Pandan
Hitam putihmu
Menyeduh kasih ibu
Sepekat rindu
Depok , 10 Februari 2020
Setio Bardono, adalah sastrawan Indonesia lahir di Purworejo 15 Oktober penyair ini tingal di Depok karyanya berjudul Rempah Rindu Soto Ibu dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Rosmita
Di Bawah Payung Masjid Nabawi
Lembut angina Madinah menyentuh wajahku
Membawa wangi yang tak pernah pudar
Aku menatap paying-payung besar itu
Dan merasa seolah diselimuti doa
Ya Rasulullah aku dating deangan rindu
Rindu yang tak mampu kubahasakan
Airmataku gugurbegitu saja
Saat salamku terucap dsi makammu
Rabbku betapa engkau memuliakan kekasih-Mu
Hingga hatikuikut luluh karena cinta itu
Di bawah paying Nabawi aku mengerti
Bahwa rindu pun adalah ibadah.
Madinah 2025
Rosmita, adalah sastrawan Indonesia lahir di Aceh 20 April penyair ini tingal di Jambi karyanya berjudul Saat Doa Menjadi Air Mata dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Akhmad Sekhu
Ke Jakarta dengan Cinta
Jakarta meledak dalam sajak
Menjadi ribuan kata penuh gegap semangat
Tempat orang –orang kerja kerasmeraih cita-cita
Mari dengan “gaya Jakarta”, kita berhenti bermimpi
Untuk menghadapi kenyataan apa pun yang teradi
Mengerahkan apa saja yang bisa kita kerjakan bersama
Dalam mewujudkan harapan pada kota penuh pertarungan
Jakarta meledak dalam sajak
Menadi ribuan kata penuh gairah cinta
Kekasihku, masa depan kita emas, seperti Monas.
Yang menjulang hinga melesatkan angan-angan
Tempat orang-orang berbakat mendapatkan harapan
Dan kita, kekasihku, akan tetap melangkah ke depan
Dengan doa, semangatdan keringat yang tiada henti mengalir
Kalipasir Cikini Jakarta Pusat, 2012
Akhmad Sekhu, adalah sastrawan Indonesia lahir di Tegal, 27 Mei 1971 penyair ini tingal di Jakarta karyanya berjudul Memo Kemanusiaan dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Mita Katoyo
Seandainya Nisan Bertuliskan Namamu
Aku menangis melihat nisan-nisan kotor dan terbelah
Penuh sampah lembab dan au
Ditimpa hujan juga terik matahari
Sebidang tanah itu
Adalah kita yang kelakberteduh di dalamnya
Lalu mengapa dibiarkan seolah bukan milik siapa
10 Januari 2024
Mita Katoyo, adalah sastrawan Indonesia lahir di Sragen 22 Januari 1982 penyair ini tingal di Bekasi karyanya berjudul Tanah dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Asti Musman
Aku tak lagi jalang
Ida ikatlah aku dalam doa khusukmu
Roh surge rayu mendayu-dayu
Saat aitu aku tak lagi binatang jalang
Biarlah hujan menerjang terang
Pegang tanganku hingga penghabisan
Surge berkenan
Pada iwa jiwa yang terbuang
Kurentangkan kata tetaplah berjuang
Cukup bagiku untuk-Mu
Lesap jiwa ragaku pada rengkuh-Mu
Kehidupan itu misteri
Hanya Allah yang kekal abadi.
Asti Musman , adalah sastrawan Indonesia lahir di Tuban, Jawa Timur, 24 Juni 1968. penyair ini tingal di Madiun karyanya berjudul Pesan Tersembunyi dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Handayani Mutmainah
Transpirasi
Terjadi pergerakan air di dalkamnya
Ruang permukaan daun
Akan hilang mewujud uap air
Namun bebersapa factor turut berpengaruh
Suhu lingkungan dan kelembaban
Proses membuka menutup stomata
Intensitas cahaya
Relative percepat penguapan
Andai proses ini tergangu
Semakin rumit tak terkendali
Indikasi tergangu pula proses lainnya
Cilacap, 2023
Handayani Mutmainah, adalah sastrawan Indonesia lahir di Cilacap penyair ini tingal di Cilacap karyanya berjudul Debi Putik Belajar Biologi Melalui Puisi Akrostik dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Warsono
Dua menyatu Jiwa
Semesta bersuka kala kita melebur kau-aku
Dua menyatu jiwa dalkam cipta-rasa-karsa
Cilacap, 19 November 1019
Warsono, adalah sastrawan Indonesia Banjarnegara, 6 Desember 1969 penyair ini tingal di Cilacap karyanya berjudul Dua Menyatu Jiwa dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Budi Waluyo
Jejak yang Menyimpan Cerita
Ia tak bersuara,
Namun penuh kalimat
Yang ditulis pelan oleh waktu
Di setiap tapak,
Tersisa ragu yang pernah berat ,
Takut yang sempat menggigil
Dan keputusan kecil
Yang menyelamatkan hari itu
Jejak yang menyimpan cerita
Tidak meminta dikenang megah
Ia hanya ingin dibaca jujur
Bahwa pejalanan ini
Pernah hampir berhenti
Namun memilih lanjut
Budi Waluyo, adalah sastrawan Indonesia lahir di Purwoerto, 5 Oktober 1956 penyair ini tingal di Tegal karyanya berjudul Belajar Jadi Manusia dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Sartikah
Kaca Mata yang Retak
Aku berdiri di depan cermin waktu
Mematut diri pada bayang semu
Pada bentang sayap harapan
Yang hampir pupus terkikis pedih
Jangan kau pandang aku
Dengan kaca mata yang retak
Hinga rupaku serupa fatamorgana
Walaupun senja yang tak lama sirna
Sartikah, adalah sastrawan Indonesia lahir di Cimahi penyair ini tingal di Garut karyanya berjudul Lunar dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Ade Sumarna
Seragam Coklat
Konspiratif licik dibalik seragam coklat
Symbol kekuasaan dalam penindasan
Sebagai tameng berbuat arogan
Menindas kaum lemah sebagai tumbal
Pengayom pelinsung hanya slogan
Kalimat humanis samut selamat datang
Pada gedung kokoh yang menakutkan
Bagi mereka pencari keadilan
Uang pelican bermain peran
membayar sekenario permainan
sebagai solusi tutup perkara
sebelumdigelar di meja peradilan.
Garut, 11 Juli 2024
Ade Sumarna, adalah sastrawan Indonesia lahir Garut di penyair ini tingal di Garut karyanya berjudul Menggores Kata Memaknai Realita dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Sartikah
Mengingat Masa
Menabur benih amalan di bumi tempat singgah
Elegi kehidupan berbaur melebur diri
Nun jauh di sana adalah pintu keabadian
Gulita yang menyelimuti sukma memberikan arti dalam hidupmu
Indahnya lazuardi adalah semangatmu
Namun satuyang harus disyukuri nikmat hidupmu
Gelombang pasang dalam mengarungi kehidupan
Akan terus bergemuruh di lautan hidupmu
Tuhan akan selalu membimbingmu dalam menempuh waktu
Manusia berkelana menyusuri lorong waktu
Amalkan amanat dari maha kuasa
Seperti angina semilir yang membuai sejukan rasa
Aku dan dirimu beradadi rongga waktu
Garut, 16 April 2022
Sartikah, adalah sastrawan Indonesia lahir di Cimahi, penyair ini tingal di Garut karyanya berjudul Diam-diam Aku Jatuh Cinta dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Siswa SDN 3 Lingkungpasir Cibiuk Garut
Saepul Anwar
Kucing
Aku punya kucing berwarna abu
Selalu kuberi makanan
Dibuatkan rumah
Si aku hilang, dicari hingga ketemu
Kubawa pulang ke rumah
Garut 3 Februari 2026
Siswa SDN 3 Lingkungpasir Cibiuk Garut, Siswa penulisini tingal di Garut karyanya berjudul Mereka di Mataku dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lu adalah sastrawan Indonesia mbung Puisi Sastrawan Indonesia
- M Enthieh Mudakir
M Enthieh Mudakir, adalah sastrawan Indonesia lahir di Kota Tegal, Jawa Tengah, 24 April 1963 penyair ini tingal Tegal di karyanya berjudul Koor Zaman dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- M Enthieh Mudakir
M Enthieh Mudakir, adalah sastrawan Indonesia lahir di Kota Tegal, Jawa Tengah, 24 April 1963 penyair ini tingal di Tegal karyanya berjudul Situs Kata dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Bambang Widiatmoko
Menunggu Kematian
Burung Ibis itu menunggu kematiannya
Dengan berdiri di atas kolam
Sambil memandang bayangan tubuhnya
Mungkin tak terhitung berapa ribu kilometer
Te;lah dijelajahi cakrawala saat ia bias terbang
Dan selalu kembali ke sarangnya yang
Tersembunyi di ket
Rimbunan hutan bakau
Di Hutan mangrove Karangsong
Aku belajar memaknai kehidupan dan kematian
Dari seekor ibis tua seperti pertapa
Tak perlu merasa sedih sebab tak bisa lagi
Terbang tinggi menjelajahi semesta yang makin tua
Seekor ibis menunggu kematiannya
Dan aku melihatnya dengan berlinang air mat
2022
Bambang Widiatmoko, adalah sastrawan Indonesia lahir di Jogyakarta penyair ini tingal di Jogyakarta karyanya berjudul Tetaplah Tidur Mendekur dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Sriyanti S. Sastroprayitno
Desember
Saat ranting-ranting patah
Dan segala menjadi ramah
Cita harapan menguap entah
Ditelan kenyataan tak berbantah
Lalu dipungutnya puing-puing
Untuk sekedar bergeming
Dan waktu telah mengajarkan
Bagaimana harus bertahan
Agar tak sia-sia harapan
Semarang, 27 Desember 2022
Yanti S Sastro Prayitno (Sriyanti S. Sastroprayitno), adalah sastrawan Indonesia lahir di Sragen 5 Februari 1969 penyair ini tingal di Semarang karyanya berjudul Jalinan Kisah di Rentang Waktu dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Slamet Suryadi
Aku Ingin Jadi Keheningan Untukmu
Tampak dewi malam bertengger di sudut malam. Cahayanya terang membuias dalam atma. Menyusup merarnai sejuta harapan. Menggapai rindu pada deritaku
Di tengah rasamenggigil malam. Kunikmati sepi seorang diri .
Aku ingin mala mini jadi keheningan untukmu. Kuberharap dalam sepinya malam engkau hadi di sini.
Indramayu, 1 Mei 2021
Slamet Suryadi, adalah sastrawan Indonesia lahir di Indramayu 29 Maret 1963 penyair ini tingal di Indramayu karyanya berjudul Ungkapan Pena Seribu Bait Cerita dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Sindu Putra
Tanganku Yang Tua
Tangan yang menggenggam hujan
Tangan yang mengukir tanah
Tangan yang lenyap ke dalam waktu
Tanganku yang tua
Tangan yang menemukan warna hujan
Tangan yang menemukan warna tanah
2023
Sindu Putra, adalah sastrawan Indonesia lahir di Sanur Bali 31 Juli 1968 penyair ini tingal di Mataram NTB karyanya berjudul Buku Puisi Rumah c 19 dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Irawan Sandhya Wiraatmaja
Lullaby Hotel Di Mana Pintu Diketuk
//…/
“Beberapa kali kita seperti mendengar ketukan pintu
Dinding kamar yang tipis seperti berguman,” saat malam telah sampai di pangkal waktu. Musim tercatat pada kalender yang angka tanggalnya mulai jadi uram
Segera harus melupakan seluruh suara-suara menggigil
Itu mungkin hanya sebuah ilusi yang menggoda telinga
Atau sebuah kegelisahan yang mengikut dalam baying-bayang.
Hotel di sudut jalan dengan kafe kecil menyisakan percakapan
Tentang analogi bumi yang terasa semakin kotor dan beracun
“di mana pintu diketuk,” hotel tinggal dalam peta yang lusuh.
2020-2022
Irawan Sandhya Wiraatmaja, lahir di Jakarta 21 Juni penyair ini adalah sastrawan Indonesia tingal di Tangerang karyanya berjudul Lullaby Hotel Di Mana Pintu Diketuk dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Irawan Sandhya Wiraatmaja
Sarapan Pagi Gudeg Yu Jum
“Ya, apakah kau sudah mengucap gairah membuka matahari disela wajah pagi ini?”
Membangunkan masa silam dari garius waktu
Berjalan terurai dalam mimpi dan kenangan
Geliat tubuh yang kisut dan ringkih
Rumah kayu, atap genteng rapuh tanpa
Langit-langit dan sebuah potret wajah sepuh
Dalam balutan kain kebaya yang pudar
Memancar kilatan cahaya mata semayup
Menghitung musim satu-satu berputar
Kepingan kecil gori menyelinap
Tersesat dalam adukan gula aren santan kental
Terasa menyekat aliran darah muasal
Nafasdan denyut saraf sejarah panjang geriap
“yu, apakah kau sudah memberikan makna kata
Pada kalimat yang telah tertulis dalam babad?”
Menjadi sebuah catatan pada kitab, kota tua
Yang terus berubah melintang neeri khatulistiwa
Mei 2023
Irawan Sandhya Wiraatmaja, adalah sastrawan Indonesia lahir di di Jakarta 21 Juni penyair ini tingal di Tangerang karyanya berjudul Suluk Waktu dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Wardjito Soeharso
Kucing Hitam
Kembali aku berkelana ke barat. Menyongsong gelap mengejar waktu berpacu ingin ketemu kubcing hitam menerabas malam, Ya tunggu aku barang sejenak. Di depanku ada sepasang mata bulat memandang sayu penuh rindu direngkuh dalam hangat pelukku.
Jangan bersedih! Sakit bukanlah siksa. Dia hanya cara meminta yang tak perlu kata atau isyarat. Rindu terlalu peka bila sekedar berbatas ruang dan jarak. Rasaku tetap mencari si kucing hitam dalam pekatnya malam. Rindumu terasa walau tak teraba.
Dan sekarang ke barat aku berlari. Berlari dan terus berlari
. Tengah malam si kucing hitam tak sabar gelisah menanti.
22-06-2022
Wardjito Soeharso , adalah sastrawan Indonesia lahir di Kabupaten Semarang 1961 , penyair ini tingal di Semarang karyanya berjudul Bukan Fatamorgana dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Samsudin Adlawi
Selendang Penari Gabah
Taka da beda, pagi dan sore sama saja
Anak-anak pulau Raja Ampat
Tetap saja bergerak lincah
Kakinya melompat-lompat gesit
Seperti kijang lari dari buruan harimau
Kaki-kaki anak Waigama, Misool Utara
Tak mau kalah
Kebaya yang tak longgar dan
Gelayutan selendang panjang
Tak mampu melucuti kelincahan kakinya
Menarikan gabah
Di atas kulit rebana dan tambur
Yang tak lelah berdentum
Tingkah meningkah
Laksana sepasang penari balet
Beraksi di hampar karpet es membeku.
Dua ujung batang gabah tak pernah lelah
Saling berbalasberbentur kepala
Membuka menutup
Mengalirkan irama paling goda
Memanjar siaga retina mata
Menelan seketika mulus kaki
Penari ketika lengah
Angan biarkan selendang penari gabah
Melambai percuma.
2024-2025
The Sunrise of jawa
Samsudin Adlawi , adalah sastrawan Indonesia lahir 1970 di penyair ini tingal di Banyuwangi karyanya berjudul Yo Mung dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Rini Intama
Di Muara Gembong
Selepas fajar di hutan bakau ini
Burung-burung mulai terbang
Mencari matahaari dan menghembus nafas pagi
Hingga senja mereka menunggu pulang
Akar akar telah mencengkeram batas tepian
Sedang embun bergantung di ujung ranting
Kudengar ombak berdebur dan angina menderu
Memecah sunyi agar pagi tak kehilangan isak rindu
Anak anak pantai berlarian di tanah landau
Menyanyikan kidung kehidupan asin laut
Dari tanah pantai yang terkikis
Meninggalkan setumpuk kisah miris
Sisa rumah-rumah yang tenggelam
Dan kenangan yang karam
Riak air di tepi muara berlumpur
Muara Gembong, 17 Maret 2019
Rini Intama, adalah sastrawan Indonesia Lahir di Garut 21 Februari penyair ini tingal di Tangerang, karyanya berjudul Kanaya dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Rini Intama
Di Bawah Langit Tangerang
Kita menggelar Cio Tao
Siapa kita yang tak lagi utuh
Yang terbagi antara aksara Tionghoa yang samar
Dan bahasa yang tak pernah lagi fasih diucapkan
Bahwakita adalah bayangan dari kenangan
Bahwa ini adalah perlawanan
Pada lupa
Pada kehampaan
Lalu kita menerbangkan sayap doa
Meneguhkan kata
Tangerang, Agustus 2025
Rini Intama, adalah sastrawan Indonesia lahir di Garut 21 Februari
penyair ini tingal di Tangerang
karyanya berjudul Cio Tao dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Juniarso Ridwan
Jayagiri 1
Daki hutan pina
Jalan basah tetes airmata
Lalu gubug kecil petani
Lembah gugur
Bukit runtuh
Tanamkubis jadi layu
Merana jengkal masa
Merana jengkal raga
“dengar:
Getar daun ilalang
Adakah sampai ke telingamu?”
1981
Jayagiri 2
Lacak waktu-waktu
Hening suara satwa
Hutan beku
Cumbu nasib judi harap
Ulur usia
Peluh pancing harta
Muncul bibit cacing
Langit kuning
“hidup:
Perpanjang kelam
1981
Juniarso Ridwan, adalah sastrawan Indonesia lahir di Bandung 10 Juni 1955. Penyair ini tinggal di Bandung . Karyanya berjudul Mata Biru Safir dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Eryantho Kamis
Di pasir Pantai Drini
Simpankan sendalku di atas pasir pantai Drini
Jangan biarkan ombak menghanyutkan hingga ke pesisir
Disana sudah menanti utaan orang bersama-sama mengukir karang
Untuk menarik hati yang terus terombang- ambing misteri
Gelombang menauh dari sisimu
Meningalkan hiruk pikuk tebing
Serta ratusan wisatawan yang mengagumi keindahan laut
Perahu kano pink jadi saksi teriknya mantari
Tanda tempa kita bernaung diterpaangin
Ada yang merasa terasing di bawah payung
Sendirian memakan amarahnya
Layang-layang semakin tinggi
Duniaku turun meninggalkan bumi
Jogyakarta 2026
Eryantho Kamis, adalah sastrawan Indonesia lahir di Sepsang Simin 29 Mei 1964 penyair ini tingal di Bekasi. Karyanya berjudul Lekaki Setengah Malam dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Marwanto
Datang Ke Kotamu
Ijinkan aku ke kotamu
ketika cinta dicandu rindu
lalu tanpa ragu dan malu-malu
akan kuusap lukamu
ijinkan aku ke kotamu
bukan hanya mampir lewat
hati ingin singgah bercengkerama
tak hanya dengan surat menyurat
agar rasa tak sekedar fatamorgana
jika kau tak mau menampungku
biarkan angan ini yang melintas
sekejap mencumbu bayangmu
agar kangenku terbayar lunas.
Solo, 11-12-20
-
Marwanto adalah Sastrawan Indonesia , lahir di Jgyakarta.
Penyair ini tingal di Jogyakarta. Karyanya berjudul Maklumat Cinta dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi. -
Bunergis Muryono
Embun Desember 2015
Embun-embun Luruh
Jatuh melembabkan ujung-ujung kuntum yang yang terubus
Bersama pucuk-pucuk daun
Seperti rinduku padamu yang tiada pernah kering selalu
Memeluk dan menciummu tatkala bertemu
Surya tersenyum membiuaskan cahaya menembus awan
Jadilah cakrawala milik mata dan jiwa yang mau menikmatinya
Seperti natal dan Maulud kali ini bersama,
memberikan cahaya
Baru bagi anak cucu Ibrahim, Abram, Abraham,
Bapa orang-orang
percaya yang adalah putra-putrinya
Bintang dan seperti pasir di laut
Semoga kasih cinta sejati kita terus tumbuh
meladeni aneka
karyaNya
Buanergia Muryono Embun Desember 16, 2015
-
Bunergis Muryono adalah sastrawan Indonesia lahir di …. penyair ini tingal di Klungkung Bali, Karyanya berjudul Pembelah Bumi dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi
-
Halimah Munawir
Rakyat Harus Bilang Apa
Bertembang temaran
Redup marwah wakil rakyat
Ruang terhormat gelap
Semua bungkam
Atas pelecehan
Atas kezoliman
Atas keadilan
Ada yang muak
Hanya dapat berteriak
Pena tumpul dibawah ketiak
Layar-layar buram
Semua y
Hanya diam
Pakar-pakar pintar hanya berkelakar
Terus rakyat mau bilang apa
minta perlindungan pada siapa
harus menangis dan tertawa
ketika terdengar lagu
naik-naik ke puncak gunung
gas, listrik BPJS naik
so?
Duren sawit’0
-
Halimah Munawir adalah sastrawan Indonesia lahir di Cirebon 18 Januari 1964 penyair ini tingal di Jakarta Karyanya Bayang Firdaus dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi
-
Halimah Munawir
Tenggelam Dalam Kebodohan
Awan hamil Air Hujan
Kapal melaju di atas air
Jalan kokoh pada langit
Kekuatan segala urusan
Dan, angina menyapu debu
Air mengalir tanpa menoleh
Adakah kau dustakan?
Berabad tak cukup membalas kasihnya
Namun dia selalu menanti
Dan menati taubat
Atas terongok dosa walau mengerak
janjiNya pasti
kerak-kerak gugur
Tenggelam dalam kebodohan
Berkawan dengan syatana
Berjuta berlian pada saatnya
Menjadi kobaran api penghangus diri
Duren Sawit 2024
-
Halimah Munawir adalah sastrawan Indonesia lahir di Cirebon 18 Januari 1964
penyair ini tingal di Jakarta Karyanya Titik Nadir dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi -
Sarwo Darmono
Melu Edan
Melu edan edan dewekan
Kepengin dadi juragan
Melu edan
Edan mbelani juragan
Sing dibelani edan pisan
Melu edan ben keduman
Keduman jabatan
Keduman panganan
Keduman pakormatan
Keduman kesenengan
Supaya keturutan
Ngoceh sak papan papan
Ngoceh sak dhalan dhalan
Ngoceh neng koran koran
Ora lali njaluk bantuan para setan
Ocehane ora karuan
Ora perduli gawe gelane liyan
Ora perduli direwangi gelutan
Sing penting melu edan
Melu edan
Karepe ben kabeh keturutan
Kasunyatan dadi juragan
Dadi juragan tambah edan
Didawe kesempatan
Mumpung due kekuasaan
Ora wedhi karo siksaan
Rumangsane nek melu edan
Ora ana hukuman
Dasarpencen edan
Ya … tetep ae edan
Kanggo sing maca tulisan iki
Aja ketut edan
Sing penting sehat badan lan iso mangan
Senajan sega sak kepalan
Tansah antuk barokahe Tuhan
Slamet donya lan akherat kersane kang Maha Wikan
Lumajang, Rebo Pon 08-01-2020
-
Sarwo Darmono adalah sastrawan Indonesia lahir di Lumajang penyair ini tingal di Lumajang Karyanya Seni Sastra Jawa Geguritan dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi
-
Perkumpulan Sabdaaji
Darmo Sabdaaji
Sekar Macapat Dhandhanggula
Adhuh Gusti ingkang Maha Widi
Mugi kersa paring Kanugrahan
Indonesia satuhune
Subur ingkang tinandur
Tentrem ayem kawula dasih
Manggiha karaharjan
Kali sing bebendu
Bagja mulya kang sinedya
Putra –putri kang tansah bekti mring gusti
Sabda aji kuncara
Aduhai, Tuhan Yang Maha Susci
Semoga berkenan menganugerahi
Indonesia seutuhnya
Subur pohon yang ditanam
Tentrem aman kehidupan rakyat
Memperoleh kesejahteraan
Terhindar dari balak musibah
Bahagia mulia yang didamba
Putra-putri yang berbakti
Sabda Aji ternama
-
Perkumpulan Sabdaaji Kabupaten Lumajang KaryanyaSeni Sastra Jawa Macapat dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi
-
ARahim Eltara
Ada Menu Puisi di Kafetaria
Di sebuah meja
Kata-kata beranak pinak
Lapar dan dahaga saling meminang
Harta tahta dan wanita bercinta
Tak pernah cerai berai
Dalam daftar menu
Orang-orang memesan obrolan lewat whatsapp
Menawarkan senda gurau dalam segelas kopi
Bagai kilau mata pisau
Mengiris kata-kata di atas piring porselen
Renyah diliang telinga
Getir terasa di bibir
Di laci-laci meja
Dalam poci-poci imaji
Tersisa dahaga Kahlil Gibran
Dengan diksi-diksi yang lezat
Dan dari air mata pena
Diteguk rumi
Menjelma badai dan topan dalam sunyi
Sumbawa 2023
-
ARahim Eltara adalah sastrawan Indonesia lahir di Sumbawa 16 Oktober 1962 penyair ini tingal di Sumbawa, Karyanya Ibu Doa dan Cinta dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi
-
A Rahim Eltara
Ma,ku Pemintal Benang
Dan Pagi ini
Masih dikepung kabut.Dendang ketilang
Dirindang pepohonan, memecah sunyi
Udara basah di puncak perdu. Jemarinya
Menari nari memilin kapas . helai demi helai
Benang kasih dipintal serupa riak
Mengalirkan cinta paling bening
Di rumah panggung itu. Di depan
Jendela. cahaya terasa lapuk
Sedikit menuai angina dari dedaunan
Ia telah duduk berjam-jam memintal usia
Menyimpan penat dan lelah dadanya
Tak pernah menyerah
Pada senja
Kerling matanya
Bagaikan mata penari
Mengikuti irama kehidupan
Sambil mengulas senyum tipis
Untuk menunda sejenak kusut di wajahnya
Sekali waktu berujar
“Kupintal hidupku’
Kutenun cintaku
Kuhajit risauku
Agar anak-anakku
Tumbuh dalam kehangatan
Sumbawa, 2022-2025
-
A Rahim Eltara adalah sastrawan Indonesia lahir di Sumbawa 16 Oktober 1962 penyair ini tingal di Sumbawa, Karyanya 66 Sajak Menguak Jejak dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi
-
Iwan Setiawan (Lubuk Begalung Padang)
Jika Ini Karangan
Kau Bilang ini karangan
Padahal kenyataan berdiri
Di depan kita
Seperti bayangan yang tak bisa lari
Bukan aku yang mengarang malam
Atau mencipta sunyi
Adcincin yang berkilau diam
Di udara yang yakpernah kau akui
Aku tak marah pada takditr
Yang menulis garisnya lebih dulu
Aku hanya lelah
Menjadi tokoh yang disalahkan
Karena membaca kenyataan
Jika memang itu benar
Mengapa harus disangkal
Seakan fakta adalah dosa
Dan kejujuran harus disembunyikan
Aku mencintaimu
Dengan cara yang tak punya tempat
Seperti hujan jatuh
Di kamar yang pmtunya terkunci
Romantic kita
Hanya hidup di sela kemungkinan
Di dunia yang surealis
Tempat kebenaran dipanggil karangan
Jika ini akhir
Biarlah ia berakhir jujur
Tanpa tuduhan
Tanpa membalik cerita
Aku pergi bukan karena kalah
Tapi karena cinta
Tak seharusnya memaksa
Kenyataan untuk berubah
Padang, 2026
-
Iwan Setiawan adalah sastrawan Indonesia lahir di Kotabumi Lampung Utara 23 Agustus 1980 penyair ini tingal di Lubuk Begalung Padang Karyanya Laila dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
-
Iwan Setiawan
Jika kau jatuh cinta kepada cinta dunia
Maka kau akan diberikan kesenangan
Oleh ego dan hawa nafsu
Tapi hatimu akan terkurung dan menderita
Jika kau jatuh cinta kepada sang maha cinta
Maka deritalah ego dan nafsumu
Tapi hati dan perasaanmu
Akan mabuk dan tenggelam
Dalam kebahagiaan yang hakiki
-
Iwan Setiawan adalah sastrawan Indonesia lahir di Kotabumi Lampung Utara 23 Agustus 1980 penyair ini tingal di Lubuk Begalung Padang , Karyanya Sang Pencari Cinta dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
-
Dingu Rilesta
Em Be Ge
Di hari kamis
Makan bareng gratis
Menunya nasi dan ikan sa –iris
Satu jeruk manis
Secuil kue pukis
Satu kotak susu ekonomis
Makan bareng gratis , berikutnya
Bersama gerimis riwis
Menunya nasi dan
Sekerat daging tipis
Oseng tempe
Dan susu kedele
Buahny?
Tiga butir anggur kebimbangan
Makan bareng gratis selanjutnya
Bersama cerah cuaca
Menunya nasi kuning tanpa daging
Telurnya bulat berasa kecap
Tumis kacang panjang
Mesti sudah dipotong tetap panjang
Dan buahnya sa-uler pisang
Kuning bengkok dan panjang
adalah sastrawan Indonesia 2025
-
Dingu Rilesta adalah sastrawan Indonesia lahir di Sleman, 8 Agustus 1968 penyair ini tingal di Gunung Kidul, Karyanya Wakilku Koplak dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
-
Wirja Taufan
Api dari Lubang Dadaku
Kelumpuhan tidak menghentikanku
Aku bernyanyi bersama laut
Sidik jari berjalan dalam mimpiku
Aku mendengar penyiksaan dalam bayangan
Jejak kakiku disembunyikan
Tak ada dalam buku
Aku suka api yang muncul dari lubang fdadaku
Hidup menungguku
Realitas memalukan yang matu
Perjuangan terus berkobar
Medan 2019
-
Wirja Taufan adalah sastrawan Indonesia lahir di Medan 15 September 2061 , penyair ini tingal di Medan, Karyanya Bunga, Kupu-kupu, Mimpi dan Kerinduan dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
-
Halimah Munawir
Tepi Siang, Tepi Malam
Pada tepi siang, berkumandang panggilan penyejuk jiwa
Atmosfir membuka cakrawala
Pada langkah menuju rumah-Mu
Sepoi angina mengibas lembut dengan sejuta nikmat
Sunnah Fajar, lebih baik dari nikmat dunia
Jiwa tenang rezeki tak meradang
Sebelum tunaikan subuh
Tepi malam
Magrib berkumandang
Lepas nyata atas pandang mata terlarang, iri dengki
Cemburu dunia
Tata laksana–mu
Pad tepi siang tepi malam
Menuju tepian sungai nan indah , al-Kautsar
Duren Sawit 2025
-
Halimah Munawir l adalah sastrawan Indonesia ahir di Cirebon 18 Januari 1964 penyair ini tingal di Jakarta Karyanya Keagungan Kota Suci dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
-
Kartika
Meminjam Mimpi
Sepuh serpihan hati melepu
Dibakar angan ilusi kaum berdasi rapuh
Kau pinjam mimpi berpeluh
Dari alang-alang bahkan rumput teki
Yang hamper mati
Sekian tahun diinjak injak tidak mati
Sekedar menekuk hati
Disiram untuk ditikam hamper karam
Tiada pernah mengeram dendam
Sekadar merapal doa mantra penjinak tentram
Dibalik temaram
Esok kembali mimpi-mimpi kau pinjam tanpa tepi
Sepuas hati kau koyak belukar hati
Beriak menggelak berharap peminjam mimpi
Tiada pernah kembali membakar belukar hati.
Sanden 26 November 2018
-
Kartika adalah sastrawan Indonesia lahir di Batul 28 Februari penyair ini tingal di Bantul , Karyanya Kamu Cinta dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
-
DalleDalminto
Di Lembah Merapi
Lekuk tubuhmu menghipnotisku
Menyusup kedua bola mata
Aku terkesima
Pada parasmu yang mempesona
Tinggi semampai
Seperti serangkai bunga rampai
Yang aromanya mampu merasuki padang jiwa
Berselimut kabut
Hawa dingin mengantarkan rasa takut
Aku beringsut
Melingkarkan sarung tubuhku pun terkurung
Dan aku termenung
Ada segelas teh panas dengan bergegas kusesap
Agar aromanya tak hilang dan membias
Di lembah Merapi
Aku menyembah kepulkan mimpi-mimpi
Dalam doa-doa seharum jampi jampi
Nebyusuri bukit-bukit
Lalu terbayang meninggi menyentuh langit
Batul, 2019
-
DalleDalminto adalah sastrawan Indonesia lahir di Batul 5 Februari , penyair ini tingal di Bantul , Karyanya Semesta Berkata dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
-
Edy Samudra Kertagama
Rumah yang Kubangun
Tak kuminta engkau datang ke rumahku
Apalagi bermalam, sebab bagiku:siang adalah maut
Dan malam adalah cangkang tubuhmulai rapuh.
Maka carilah tempat lain sekadar untuk bertamasya
Kemudian hitunglah berapa jumlah kenangan
Yang mendiami hatimu, sebab di sana
Telah bersemayam ber tahun-tahun
Sebongkah sepi, sebonglkah rindu
Yang tak lagi bisa bersemi
Dulu pernah kutanam di sana serumpun bamboo,
Lantas kucoba membuat sebuah perahu untuk berlayar
Tapi tak pernah bisa karena tubuh terluka tersayat sembilu
Maka sebaiknya kaulupakan saja untuk bertandang
Karena rumah yang kita bangun , kini tak lagi purnama
Lalu hilang begitu saja.
Lampung ,2022
-
Edy Samudra Kertagama adalah sastrawan Indonesia lahir di Lampung , penyair ini tinggal di Bandar Lampung , Karyanya Rumah yang Kubangun dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
-
Sari Banowati
Denting
Berdenting gitar di hati
Melantunkan Sepi
Pada bulir bulir padi bernas membawa nafas cita
Di kota yang jauh kau menuntut ilmu
Di sini aku membajak sawah keringat kasih mewarnai cinta sejati
Bunda menanti dengan derai air mata doa
Bulan depan kau akan diwisuda menjadi sarjana kedokteran
Kemilau cahaya pagi langit biru jernih awan berarak menari putih bersih
Hamparan sawah menguning raya tak terukir dengan kata , tak terukir dengan cinta
Anakku lanang
Bunda menanti
Ayah melantunkan seruling rindu
Sungai temanmu berenang dulu beriak tenang
Embun-embung sembunyi di lindap daun
Kekasih hati mengirimkan ucapan selamat lewat desir angina
Karawang 21 Oktober 2025
-
Sari Banowati adalah sastrawan Indonesia lahir di Karawang, penyair ini tinggal di Karawang,Karyanya Perjuangan Cinta dan Harapan dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
-
Sari Banowati
Selembar Kertas
Hidupku tertulis pada selembar kertas yang tak pernah cukup untuk kutulisi
Selalu ada kata-kata untuk berkeluh kesah karena hatiku gundah
Selalu ada kata-kata meminta pada-Mu karena tak puas dengan apa yang Kau beri
Aku ingin selembar kertas lagi untuk menulis puisi cinta
Karena cinta telah menjadi hasrat bukan lagi rahmat
Aku ingin selembar kertas lagi
Untuk membuat denah rumah karena luas rumahku makin bertambah
Aku cinta pada karang-karang
Dirumahku yang kutata seperti berhala
Aku marah sekali ketika pembantuku memecah guci yang harganya seharga satu gedung sekolah
Tapi kau hanya memberi selembar kertas yang tergenggam di garis taktirku
Kertas yang penuh dengan coretan –coretan dan noda air mata duka nestapa
Aku pun sadar jika aku hanyalah sebutir debu yang diterbangkan angina entah kemana.
-
Sari Banowati adalah sastrawan Indonesia lahir di Karawang , penyair ini tinggal di Karawang, Karyanya Bisik (manuskrip) dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
-
Berburu sajak di Pasar Loak karya Sulistyo
(Jakarta)
Baju monyet Jahitan Tangan Ibuku
Baju monyet yang dijahit tangan ibuku
Aku pakai sepanjang waktu
Mendekap hangat hari-hariku
Menemani dalam tangis dan tawaku
Tak mau aku pakai baju sealin itu
Baju monyet kesukaanku saat aku kecil dulu
Dijahit dari baju bekas kakak-kakakku
Sangat nyaman melekat di tubuh kecilku
Baju monyet jahitan tangan ibuku
Kuajak bercengkerama riang di bawah sinar bulan
Berlarian dan berlompatan memacu kuda kepang di halaman
Ibuku menghadang dengan bentangan tangan
Aku bergulingan dan jatuh di pangkuan
Baju monyet yang dijahit tangan ibuku saat aku kecil dulu
Akan selalu terkenang dalam Al-Fatihah
Dan doa malamku
Jakarta, 14-09-2012 – 13-11-2021
-
Sulistyo adalah sastrawan Indonesia lahir di Kudus .Penyair ini tinggal di Jakarta . Karyanya Berburu sajak di Pasar Loak dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
-
Kepada Perempuan Kertas karya Aufa Al Hana
Antologi Perempuan Kertas ditulis oleh Aufa Al Hana dan diterbitkan Cleopatra Mandiri, Batang 2024. Penyair yang berasal dari kota Batang ini mengangkat tema perjalanan diri seorang perempuan. Aufa Al Hana menyuguhkan puisi-puisi yang merupakan perjalanan hidup yang ditemuinya, sebuah kisah perjalanan sang penyair dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Perabotan Malam.
Perabotan Malam
Bintang yang akhir-akhir ini tak kau
Perhatikan tiba-tiba cemburu kepada bulan
Yang sendirian. Entah mengapa bintang
Mencemburuinya, yang ktahu, bintang taka
Ada yang mau menjadi bulan
Diibaratkan saja bulan itu aku
Dan bintang itu kamu, dia dan mereka
Bintang tak mau menjadi kita, ia egois?
Bulan pun akirnya memilih pergi
Tak ingin menampakkan kesendiriannya lagi
Ia meleburkan diri bersama Tuhan
Penciptanya
Sejak saat itu bintang malu dan
Mengikuti jejak bulan ,meleburkan diri
Bersama Tuhan penciptanya
Akhirnay hilang semua perabotan malam
Dunya taka da lagi
Batang, 2020
- Aufa Al Hana adalah sastrawan muda Indonesia lahir di Batang, `19 September 2000. Penyair ini tinggal di Kandeman Batang . Karyanya Kepada Perempuan Kertas dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
- Karamah Billah Karamah Istikamah karya Surasono Rashar (Lumajang)
Tentang Gambar
Pabila itu telah menjadi suratan
Tak ada gambar yang tak tertulis
Teruslah mahabah pada diri-Ku
Diri yang sakit diri yang teraniaya akan Ku-buangkan
Cinta makhluk pasa kholiknya
Cinta Khalik pada hamba yang telah dipilih
Segenap rindu hanya tertalu pada-KU
Keberkahan itu semacamlampu putih bersih
Karena di dalam cahaya-Ku
Bertawakal itu guru yang akan ikut menempa
Keberkahan itu
Ucapkan, Tabarokallaji, Tabarakal Al Adzim .
April 2022
-
Surasono Rashar adalah sastrawan muda Indonesia lahir di Lahat, 6 Oktober 1060. Penyair ini tinggal di Lumajang. Karyanya Karamah Billah Karamah Istikamah dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
-
Taman Cahaya Nabi karya Surasono Rashar (Lumajang)
Antologi Cahaya Nabi ditulis oleh Surasono Rashar dan diterbitkan Guepedia, Bogor 2024. Penyair yang berasal dari lahat dan tingal di Lumajang ini mengangkat tema Islami dan kehidupan. Buku ini menyuguhkan puisi-puisi catatan peristiwa apa yang ditemuinya yang tak lepas dari kebesaran Nabi Muhammad SAW ,dengan gaya yang menarik untuk dibaca.
Cahaya Nabi menggambarkan sebuah catatan kehidupan Islami dan keagungan Nabi Muhammad SAW, serta alam dan kehidupan dalam kacamata penyair . Berikut salah satu puisinya berjudul Sumur di Dalam Dirimu.
Sumur di Dalam Dirimu
Sumur di dalam dirimu galilah gali
Pancaran airnya dapat engkau nikmati saban waktu
Ini sumur biasa ini sumur barokah untuk dirimu
Ayolah gali, hingga kedalaman yang dalam dalam kalbumu
Ini sumur yang jernih, teramat jernih, cahaya Tahajud yang engkau lakukan itu,
09-04-24
-
Surasono Rashar adalah sastrawan muda Indonesia lahir di Lahat, 6 Oktober 1960. Penyair ini tinggal di Lumajang. Karyanya Taman Cahaya Nabi dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
-
Kirab karya Bambang Widiatmoko (Jogyakarta)
Antologi Kirab ditulis oleh Bambang Widiatmoko dan diterbitkan Interlude, Jogyakarta 2024. Penyair yang berasal dari Jogyakarta ini mengangkat tema kehidupan dan social nusantara. Buku ini menyuguhkan puisi-puisi catatan peristiwa apa yang ditemuinya dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Kirab menggambarkan sebuah perjalanan apa yang dialaminya sebagai sebuah tradisi kehidupan dalam kacamata penyair . Berikut salah satu puisinya berjudul Jalan Kampung Naga.
Jalan Kampung Naga
Menuruni berpuluh anak tangga di Kampung Naga
Penjual kelapa muda menawari untuk berhenti sejenak
Dengan sigap dibelahnya sebuah kelapa muda
Kuteguk airnya untuk mengembalikan stamina
Dari ketinggian bangunan beratapijuk, julang ngapak
Seperti dilemparkan ke belahan dunia yang lain
Kampung Naga menjaga tradisinya, berabad-abad lamanya
Hulu sungai Ciwulan dari gunung Cikuray
Rumah-rumah berwarna hitam –menhadap keselatan
Udara ikut menjaga – yang tersembunyi di hutan larangan
Kolam kolam ikan dan pelataran pertanian sederhana
Membuat perputaran waktu terasa bertambah lama
Di epan musala tua, bedug penanda waktu salat tiba
Gemericik air jernih mengalir di seluruh tanah
Entah mengapa mataku berkaca-kaca, betah dikampung Naga.
2021
-
Bambang Widiatmoko adalah sastrawan Indonesia, lahir di Jogyakarta penyair ini tingal di Jogyakarta karyanya berjudul Kirab dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi
-
Pisau Ilusi karya Ari Basuki
(Jogyakarta)
Bulak Sumur
Menyusuri Bulaksumur lewat tengah malam
Udara dingin menggigil tulang, jalanan lenggang
Telinga batinmu mendengar suara pertempuran
Heran, siapa melawan siapa, pertempuran karena apa?
Menerobos gelap, mata batinmu melihat
Orang berdarah-darah mengejar impian
Bertarung dan berlomba menggebu-gebu
Pada akhirnya semuanya menjadi abu
Menyusuri Bulaksumur lewat tengah malam
Pertanyaanmu ditebas sepi yang tajam
Kau melihat fakta fakta yang terkubur
Sementara kampus tua itu masih medekur.
(2024)
-
Ari Basuki adalah Sastrawan Indonesia , lahir di penyair ini tingal di Jogyakarta karyanya berjudul Pisau Ilusi dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi
-
Kupu-kupu Bersayap Biru karya Husnul Khuluqi (Banyumas)
Antologi Kupu-kupu Bersayap Biru ditulis oleh Husnul Khuluqi dan diterbitkan Teras Budaya, Jakarta 2024. Penyair yang berasal dari Banyumas ini mengangkat tema kehidupan dan sosial. Buku ini menyuguhkan puisi-puisi catatan peristiwa apa yang ditemuinya dengan gaya yang menarik untuk dibaca.
. Kupu-kupu Bersayap Biru menggambarkan sebuah catatan alam dan kehidupan dalam kacamata penyair . Berikut salah satu puisinya berjudul Kidung Semangkuk Sambal Petai.
Husnul Khuluqi
Kidung Semangkuk Sambal Petai
Aku tahu kau tak suka kehadiranku
Di meja makanmu, aku serupa mkhluk terkutuk
Dengan rupa yang tak menarik hatimu
Aromaku sering melingkar-lingkar di udara
Membuatmu mual berkepanjangan
Di lereng-lereng bukit
Di kebun-kebun yang tandus
Aku telah belajar membaca cuaca
Belajar membaca setiap serapah
Yang kelak keluar dari mulutmu
Yang penuh amarah dan kebencian
Di meja makanmu aku hanya pelengkap
Penderita yang harus siap menghadapi
Kilat matamu yang sey
Tajam pisau pemotong
Daging yang sering termangu menatapmu
Seraya berharap engkau mau sekadar
Mencicipi pedas tubuhku
Berapa lamakah aku akan bertahan di meja
Makanmu? Sedang dimulutmu tumbuh segala
Caci pedas yang akan kau lontarkan
Dari tempat tidur hingga kamar mandi
Yang kan membuat aku kangen paman petani
Yang senantiasa tulus terjaga
Dan merawat tubuh busuk ini
2012
-
Husnul Khuluqi adalah sastrawan Indonesia lahir di Lubir Banyumas, penyair ini tinggal di Banyumas. Karyanya berjudul Kupu-kupu Bersayap Biru dipamerkan dalam Pameran Nasional An penyair ini tinggal di tologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
-
Semi di Musim Semu karya Yusuf Susilo Hartono (Jakarta)
Antologi Semi di Musim Semu, ditulis oleh Yusuf Susilo Hartono dan diterbitkan Teras Budaya, jakarta 2023. Penyair yang berasal dari Jakarta ini mengangkat tema kehidupan dan social. Buku ini menyuguhkan puisi-puisi catatan peristiwa apa yang ditemuinya dari tiga kumpulan sajak dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca.
. Semi di Musim Semu menggambarkan sebuah catatan peristiwa negeri dalam kacamata penyair sekaligus kritik terhadap negeri ini.
Berikut salah satu puisinya berjudul Menenun.
Yusuf Susilo Hartono
Menenun
Bahagia
Bagi -=bagi ha ha ha
Bagi-bagi hi hi hi
Bagi-bagi he he he
Covid mengubah rumah jadi sorga
Tiang-tiang cinta ibu ayah anak
Tegak kembali dalam suka duka
Tapi kau bilang neraka
Covid mengembalikan rumah
Jadi sekolah tempat menanan huruf
Jadi masjid tempat menanam takbir
Jadi lading tempat menanam nafkah
Jadi gelangang merawat kasih saying
Denmgan mulut dan tangan bersih
Tapi kau bilang neraka
Lalu orang-orang melepas masker
Dari mulutnya dari lubuk hatinya dari pikirannya
Berdesak-desak memacetkan jalan raya
Meraung-raung nafsu menyerbu mal
Melantai di diskotek diskotek
Menari sebadan dengan mulut beralkohol
Diiringi gedebam-gedebum nada memacu syahwat
Pikiran me;laying mengatur kianat
Di bawah bendera-bendera
Tipu muslihat
Kau bilang ini sorga dunia
Pulang ke rumah
Dengan keringat pesing kepala pening
Piring-piring melayang lalu berpuing-puing ke lantai
Talk ada lagi basmallah dan hamdallah di meja makan
Tak ada lagi memulyakan Tuhan di atass sejadah
Kau bilang ini kebahagiaan?
2021
-
Yusuf Susilo Hartono adalah sastrawan Indonesia, lahir di Jakarta, penyair ini tinggal di Jakarta. Karyanya berjudul Semi di Musim Semu dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
-
Merdeka atau Mimpi karya Sri Wahyu Wardani
(Semarang)
Antologi Merdeka atau Mimpi, ditulis oleh Sri Wahyu Wardani dan diterbitkan Bookies Indonesia Rantau Sela Semarang tan Sumatra Utara 2024. Penyair yang berasal dari ini mengangkat tema kehidupan dan social. Buku ini menyuguhkan puisi-puisi catatan peristiwa apa yang ditemuinya dari tiga kumpulan sajak dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Di Sebuah Rumah Sakit jiwa.
. Merdeka atau Mimpi menggambarkan sebuah catatan peristiwa negeri dalam kacamata penyair sekaligus kritik terhadap negeri ini.
Sri Wahyu Wardani
Di Sebuah Rumah Sakit jiwa
Di sebuah rumah sakit jiwa
Para pengelana jiwa menikmati dunianya
Mereka adalah orang-orang merdeka
Tak ada beban di pundaknya
Tak tersirat apa pun di cahaya matanya
Merdeka merdeka
Di sebuah rumah sakit jiwa
Mereka menikmati kemerdekaan sesunguhnya
Tertawa sesuka hatinya
Lakukan apa pun sesuka hatinya
Kita bisa apa?
Memasung raganya tak membuat mereka mati rasa
Mereka orang-orang yang merdeka jiwanya.
Ungaran, 7 Agustus 2024
- Sri Wahyu Wardani adalah sastrawan Indonesia, lahir di Semarang, tinggal di Semarang . Karyanya berjudul Merdeka atau Mimpi dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi tinggal di Sastrawan Indonesia
95.Larung Murung karya Rissa Churria ( Bekasi)
Sebuah Ritual yang merupakan wujud syukur kepada Tuhan atas rezeki, keselamatan, dan hasil tangkapan yang melimpah, serta wujud penghormatan terhadap alam di potret sebagai puisi. Suguhan menarik dari Antologi Larung Murung ditulis oleh Rissa Churria dan diterbitkan Taresia Jakarta tahun 2024. Penyair yang berasal tinggal Bekasi ini mengangkat tema kehidupan dan social. Buku ini menyuguhkan puisi-puisi catatan peristiwa apa yang ditemuinya dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca.
Sembadra Larung adalah salah satu puisi-puisi tentang tradisi larung sebagai perumpamaan ..
Berikut salah satu puisinya berjudul Sembadra Larung:
Sembadra Larung
Sejenak menepi
Dari segala resah
Hanya ingin berbenah
Menumbuhkan kesucian
Piker dan ruang kalbuku
Bila ternyata ada toreh
Siapa apa yang tergambar
Dalam benakmu dalam suluh
Keraguan yang entah kemana
Aku bersumpah paling sembadra
Coba-coba dengan rasamata
Ciptaning rasacipta pada degup
Taka da Burisrawa menjamah
Menyentuh apalagi bermukim wajah
Biar hanya di serambi hati atau jiwaku
Apa aku harus menangis mengiba
Menjadi sudra mengemis cinta
Pada dada kiri Karitin Pandita
Tak ada yang dapat kucegah
Bila aksaramu tertumpah.
-
Rissa Churria adalah sastrawan Indonesia, lahir di tinggal di Bekasi Karyanya berjudul Larung Murung
dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia -
Setabah Waktu Sepatah Cemburu karya Hana Sania (Bekasi)
Antologi Setabah Waktu Sepatah Cemburu, ditulis oleh Hana Sania dan diterbitkan Taresia Jakarta tahun 2025. Penyair yang berasal dari Wonosobo dan tinggal Bekasi ini mengangkat tema kehidupan dan social. Buku ini menyuguhkan puisi-puisi catatan peristiwa apa yang ditemuinya dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca.
Peti Kemas adalah salah satu puisi-puisi tentang benda sebagai perumpamaan . Benda dan hewan banyak yang menjadi filosofi kehidupan dan perilaku manusia .
Berikut salah satu puisinya berjudul Peti Kemas:
Peti Kemas
Mendung bergulung menutup langit
Sembunyikan matahari
Yang telah menanti
Kapal dating dan pergi
Silih berganti menepikan peti kemas ke dermaga
Namun tak satu pun kumiliki
Salah sandarkah
Atau tak seharusnya aku bersandar
Aku ingin kembali berlabuh
Tapi apa daya
Dayung telah patah
Sementara layar telah lama koyak
dicabik-cabik kenyataan
Cibitung, april 2024
96. Hana Sania adalah sastrawan Indonesia, lahir di tinggal di Wonosobo, tinggal di Bekasi. Karyanya berjudul Setabah Waktu Sepatah Cemburu dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.
- Ibu Tali Pusat Kami karya Udi Utama Depok)
Antologi Ibu Tali Pusat Kami, ditulis oleh Udi Utama dan diterbitkan Taresia Jakarta , 2025. Penyair yang berasal dari Semarang dan tinggal Depok ini mengangkat tema kehidupan dan social. Buku ini menyuguhkan puisi-puisi catatan peristiwa apa yang ditemuinya dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca.
Ibu Tali Pusat Kami adalah puisi-puisi tentang seorang ibu. (kemungkinan ibu dari penyair ini) sebuah catatan sekaligus penghargaan terhadap seorang ibu yang melahirkan dan membesarkan putranya dari kacamata penyair sekaligus doa untuk ibu.
Berikut salah satu puisinya berjudul Aku Tetap Anak:
Aku Tetap Anak Ibu
Sampai setua ini
Aku tetap anak ibu
Waktu mungkin telah merubah banyak hal
Tapi tak pernah bisa mengubah
Cara aku melihatmu
Tanganmu yang dulu kuat
Sekarang lebih sering terpegang erat
Seperti daun yang taklagi muda
Tapi masih berusaha untuk bertahan
Aku melihatnya ibu
Aku tahu
Cinta itu tak mengenal usia
Saat aku duduk di dekatmu
Terasa ada waktu yang terhenti
Seperti saat aku dulu kecil
Bersembunyi dibalik senyummu
Aku tetap anakmu,
Meski tubuh ini sudah berat
Meski dunia saemakin jauh
Aku tetap rumah yang tak pernah berubah
Sampai setua ini
Aku tetap anakmu ibu
Di setiap langkah
Kau ada di setiap detik
Seperti kasih yang tak pernah berhenti mengalir
Meski waktu tak pernah kembali.
Depok, 05-11-2014
97. Udi Utama adalah sastrawan Indonesia, lahir di Semarang 14 Desember 1971, tinggal di Depok Karyanya berjudul Ibu Tali Pusat Kami dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia .
- ...Yang Diam Tiga Kumpulan Sajak karya Bambang Kempling (Lamongan)
Antologi ...Yang Diam Tiga Kumpulan Sajak, ditulis oleh Bambang Kempling dan diterbitkan Pustaka Ilalang, Lamongan 2026. Penyair yang berasal dari Lamongan ini mengangkat tema kehidupan dan social. Buku ini menyuguhkan puisi-puisi catatan peristiwa apa yang ditemuinya dari tiga kumpulan sajak dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Kupu-kupu Singgah di Cermin.
...Yang Diam Tiga Kumpulan Sajak sebuah catatan peristiwa negeri dalam kacamata penyair sekaligus kritik terhadap negeri ini.
Kupu-kupu Singgah di Cermin
Laut sunyi bergaris langit
Pupus dalam diam
Jarum waktu yang percuma
Bercumbu bersama wajah
Yang tertingal dalam cermin
Adalah keheningan yang terkubur
Pernah suatu saat ia bercerita kepadamu
Wajah itu
Tetes-tetes kesedihan
Melata dari ibir ke bibir
…sendiri.
1 Agustus 2005
-
Bambang Kempling adalah sastrawan Indonesia, lahir Lamongan 1967, di tinggal di Lamongan. Karyanya berjudul ...Yang Diam, Tiga Kumpulan Sajak dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia .
-
Menjaring Waktu karya Yoffie Cahya (Majalengka)
Antologi Menjaring Waktu, ditulis oleh d Yoffie Cahya an diterbitkan Langgam Pustaka, Tasikmalaya 2026. Penyair yang berasal dari Majalengka ini mengangkat tema kehidupan dan sosial, menyuguhkan puisi-puisi catatan peristiwa apa yang ditemuinya dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Menjaring Waktu sebuah catatan peristiwa negeri dalam kacamata penyair sekaligus kritik terhadap negeri ini. Berikut salah satu puisinya berjudul Semua Akan Berlalu.
Yoffie Cahya
Semua Akan Berlalu
Semua akan berlalu, bagai angina
Mencumbu daun-daun
Tingallah ruang, baying-bayang kenangan
Hidup hanyalah menikmati hari
Di pundak beban-beban tersandang
Terlanjur kita hanyut
Dalam beribu kemelut
Semua akan berlalu, bagai angina
Menghempas daun-daun
Tinggalah raga, kian menua
Kita menunduk, tak berdaya
1985
-
Yoffie Cahya adalah sastrawan Indonesia, lahir di Majalengka 26 Oktober 1950 di tinggal Kadipaten Majalengka.Karyanya berjudul Menjaring Waktu dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
-
Orasi Anak Negeri karya Heru Patria (Blitar)
Antologi Orasi Anak Negeri, ditulis oleh Heru Patria dan diterbitkan LovRinz Publishing Cirebon 2022. Penyair yang berasal dari Blitar ini mengangkat tema kehidupan dan sosial, menyuguhkan puisi-puisi catatan peristiwa apa yang ditemuinya dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Rapat Gelap Kaum Kecoak. Orasi Anak Negeri sebuah catatan peristiwa negeri dalam kacamata penyair sekaligus kritik terhadap negeri ini.
Heru Patria
Rapat Gelap Kaum Kecoak
Di sudut tong sapah nan pengap
Kwanan kecoak berkumpul adakan rapat gelap
Satukan doa tanpa berhenti berharap
Dalam ratap mereka bermunajat
Tuhan bebaskan hidup kami dari gelap
Bebaskan kaum kami dari tindak biadab
Di tengah adu argumentasi tingkat tinggi
Dating seekor tikus ajukan iterupsi
Sambil acungkan tengah jari
Senyum punga menikam hati
Tikus yang tak pernah henti mengerat bumi pertiwi
Busungkan dada layaknya pahlaewan di siang hati
Bertanya kecoak kepada tikus kotor
Mengapa mereka suka tinggal di meja kantor
Gerogoti segala anggaran tanpa kena sensor
Atau mungkin sang kucing tak pernah lapor
Sang tikus terdiam tanpa jawab
Tak ingi nasib baiknya akan menguap
Dengan lincah berkelit bagai tukang sulap
Bagai diplomat ulung tikus bersikap
Rapat gelap seketika hening
Kawanan kecoak mengerutkan kening
Sang tikus mukanya berpaling
Tanpa sadar di bola matanya tergambar seorang maling
Lalu hingga bingar itu pun datang
Setelah hadirnya sekelompok orang bermodal uang
Rapat gelap kaum kecoak berlanjut
Ciptakan satyu kebulatan tekag
Melawan orang-orang jahat
Ikrarkan sebuah maklumat.
Blitar 2021
100. Heru Patria adalah sastrawan Indonesia, Lahir di Blitar . tinggal di Blitar. Karyanya berjudul Orasi Anak Negeri dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia
- Rindu di Ruang Tungku Karya Nurhayati
(Bekasi)
Antologi Rindu di Ruang Tungku, ditulis oleh Nurhayati dan diterbitkan Taresia Jakarta 2025. Penyair yang berasal dari Wonosobo dan menetap di Bekasi ini mengangkat tema kehidupan dan sosial, menyuguhkan puisi-puisi catatan perjalanan yang merupakan perjalanan diri yang dikemas dengan gaya yang menarik untuk dibaca. Berikut salah satu puisinya berjudul Dapur Tak Lagi Kepulkan Aroma Kopi. Rindu di Ruang Tungku mengisahkan kerinduan kampung halamannya tempat dimana penulis dilahirkan dan kecil di desa.
Nurhayati
Dapur Tak Lagi Kepulkan Aroma Kopi
Oh ingatan
Jangan meracau
Lihatlah waktuku kacau
Jika diperturut mata pun berkabut
Hati rebut merapal sesal
Do kepala berjejal
Mengaduk rindu secandu aroma kopi
Kini tak lagi kunikmati secawan seduhan itu
Kepulan hangat secawan hitam menawan
Dan aku duduk sendu
Kurelakan tertawan kenangan
Bekasi, 06-06-2022
- Nurhayati , adalah sastrawan Indonesia, Lahir di Wonosobo 22 Oktober . Penyair ini tingal di Bekasi. Karyanya berjudul Rindu di Ruang Tungku dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia