Sugeng Joko Utomo
NEGERI INI SEDANG TAK BAIK
Di punggung-punggung gunung
Deru buldozer meraung-raung
Di lereng-lereng bukit
Mesin pemotong menjerit-jerit
Gemuruh suara ribuan pohon tumbang
Riuh satwa liar lari tunggang-langgang
Meninggalkan tempat yang sudah tak nyaman
Mencari habitat baru jauh dari jangkauan
Ribuan truk pengangkut kayu gelondongan
Hilir-mudik sepanjang siang dan malam
Ranting-ranting berserakan
Dedaun kering beterbangan
Para pembalak terus bekerja
Membuat lahan kian terbuka
Tanah becek bergambar bekas tapak roda-roda
Berlajur-jalur di bumi penuh luka
Bilur-bilurnya semakin lebar menganga
Hujan deras berkepanjangan
Menghanyutkan segala yang ada di hutan
Menjadi banjir kayu bercampur lumpur
Menerjang pemukiman sehingga hancur
Rumah-rumah beserta isinya
Roboh luluh-lantak seketika
Banyak korban meregang nyawa
Harta-benda musnah tak bersisa
Ini jelas bukan hukuman dari Tuhan
Tapi sepertinya akibat dari keserakahan
Para manusia yang hilang akal pikiran
Membuka lahan membabati hutan
Lantas siapa penanggungjawabnya
Mereka saling lempar bersilang kata
Penguasa versus pengusaha
Dan pemangku kebijakan yang tak bijak pula
Ribuan manusia merintih pasrah
Semua harta-benda hilang sudah
Para pembalak seperti tak bersalah
Tetap berkacak-pinggang terbahak pongah
Negeri ini sedang tak baik-baik saja
Tetap berpesta-pora di tengah bencana
Ada sesumbar ditengah duka
Ada takabur di alam semesta
Tasikmalaya, 14 Januari 2026