Dwi Indriani M
MERDEKA ITU LOMBA, YA
Delapan dasawarsa Indonesia tercatat telah merdeka
Kini satu tahun bertambah terdata cerita negeri merdeka
Bendera merah putih berkibar tinggi di langit dunia
Begitu hormat diri ini pada darah perjuangan pahlawan kita
Hormaaaaaat... grak...
Tak terasa air mata berderai bila mengingatnya
Namun,
Andai darah darah mereka dapat berteriak
Menyaksikan keadaan negeri tercinta
Menangiskah marahkah mereka
Adakah penyesalan dalam nurani mereka
Sambil berkata
Mengapa negeriku sakit belum tersembuhkannya
Ya, Indonesia memang merdeka
Telah berjaya dimana mana
Namun, tangisan rakyat jalanan bertumpah ruah
Tangisan karena kemiskinan merajalela
Tangisan ketidakberdayaan penuh di selubung jalan
Pernahkah bertanya apakah kita benar benar merdeka
Menangisi bila mengingat kata merdeka
Namun harus berpikir besok kita makan apa
Menangis bila teringat kata merdeka
Namun pendidikan seperti ladang usaha
Menangis bila mengingat kata merdeka
Kala menyaksikan kesehatan kesejahteraan jadi bisnis bagi bertahta
Menangis merintih ingin berkata merdeka
Namun,
Mengapa kami taklagi bebas bersuara
Saat menyaksikan para berdaya mudah berkata
Saat mendengar para kuasa mudah berlogika
Terbesit dalam anganku berterbangan di angkasa rasa
Merdeka itu lomba, ya
Hingga yang menang benar merdeka seperti adanya
Bila begitu maaf untuk pejuang
Bagi kami yang kalah dalam singgasana dan kuasa
Sehingga cita-citamu mungkin terhalang oleh keserakahan para durja
Namun tetap nurani ingin berteriak
Merdeka...merdeka...merdeka
Untuk Indonesia negeri tercinta
(D.I.M)
Banyuwangi, 12 Agustus 2026
Dwi Indriani M. *Lahir di Banyuwangi. Menyukai puisi sejak kecil, pernah beberapa kali puisinya tergabung dalam Antologi puisi. Menyukai puisi sebagai suara penuh jiwa agar hati dapat bercerita bila mungkin dapat bermanfaat bagi banyak orang. *