52.Mukti
Legenda Coban Rondo
(Coban rondo, prasasti kesetiaan,
Kehormatan, kesombongan dan pengorbanan.)
Sejuk menyapa dibalik jari-jari angin yang nakal
Menyambut ramah setiap hati yang bertandang
Membantu mengurai kepenatan pada simpul-simpul syaraf setelah pandemi berkepanjangan
Menikmati Coban Rondo seperti menelusuri kecantikan Dewi Anjarwati yang sedang mengurai rambutnya yang panjang
Kesetiaan nan tulus rela menunggu kekasih hati karena cinta suci
Bujuk rayu "Bopo" dan "biyung" Ki Aria Gunung Kawi tak bergeming bagi batu kali
Sumpah setia akan tetap menunggu
Menunggu sampai Raden Baron Kusumo menjumput kembali.
Senandika Raden Baron Kusumo
"Dewi Anjarwati adalah "garwo kinasih", seporo nyawa anugrah Sang Pencipta Alam raya, berbulan bulan tlah berjuang mendapatkan cinta. Siang malam berdo'a, perjalanan jauh ditempuh dari gunung Anjasmoro ke Gunungkawi.
Setelah aku nikahi tiba-tiba Joko Lelono akan merebut Dewi Cintaku sama dengan meminta nyawaku.
"Tidak akan gampang saya memberikan begitu saja walau sampai nyawa taruhannya.
Perang tanding adu kesaktian Raden Baron Kusumo dan Joko lelono.
Joko Lelono yang merasa menang, sebab kuasa, kaya dan lebih sakti modrogono
Gejolak nurani pun berteriak menggelegar bagai petir di siang bolong.
Joko lelono terlanjur membuncah setengah mati untuk memuliki Dewi Anjarwati
Dicekik nurani sampai mati agar tidak bersuara lagi
Senandika berkata " perjuangan perlu pengorbanan".
Ledakan seperti mengguntur langit gelap, semburatan merah seperti erupsi gunung semeru
" blar". Kedua ajian brajamusti dan Gagak Ngampar membuat keduanya tergelapar mati.
Dewi Anjarwati tetap menunggu, Raden Baron Kusumo. Kesetiannya membuat kalbunya buta. Tidak percaya kabar berita. Logika nya mati rasa. Sebab keyakinannya Raden Boron Kusumo akan kembali.
Maka dia retap menunggu dengan bertapa dibalik air terjun coban rondo.
Sang Dewi Ambarwati mengheningkan cipta,
Meninggalkan raga kasar menuju alam para dewa.
Menguluk salam sebagai orang jawa, sebelum mengeluarkan "betelan" permasalahannya.
" mengapa kau ciptakan aku cantik jelita. Tidak hanya menghebohkan diriku tetapi membuat orang yang aku cinta mati karena rupaku.
" mengapa tidak kau ciptakan aku seperti mbok mban, yang selalu dapat cinta dan kasih sayang suami dan anak-anaknya.
Dewi Ambarwati kembali kepada wadak kasarnya. Setelah tidak mendapat jawaban para dewata.
"Hidup Nrimo Ing pandum".
Sejuk menyapa dibalik jari-jari angin yang nakal
Menyambut ramah setiap hati yang bertandang
Membantu mengurai kepenatan pada simpul-simpul syaraf setelah pandemi berkepanjangan
Coban rondo, prasasti kesetiaan,
Kehormatan, kesombongan dan pengorbanan.
Dilema dibalik wajah yang cantik
Malang 22 12 2021
Mukti**
**
DILEMA DIBALIK WAJAH CANTIK
(Legenda Air Terjun Coban Rondo Malang)
Sejuk menyapa dibalik jari-jari angin yang nakal
Menyambut ramah setiap hati yang bertandang
Membantu mengurai kepenatan pada simpul-simpul syaraf setelah pandemi berkepanjangan
Menikmati Coban Rondo seperti menelusuri kecantikan Dewi Anjarwati yang sedang mengurai rambutnya yang panjang
Kesetiaan nan tulus rela menunggu kekasih hati karena cinta suci
Bujuk rayu "Bopo" dan "biyung" Ki Aria Gunung Kawi tak bergeming bagi batu kali
Sumpah setia akan tetap menunggu
Menunggu sampai Raden Baron Kusumo menjumput kembali.
Senandika Raden Baron Kusumo
"Dewi Anjarwati adalah "garwo kinasih", seporo nyawa anugrah Sang Pencipta Alam raya, berbulan bulan tlah berjuang mendapatkan cinta. Siang malam berdo'a, perjalanan jauh ditempuh dari gunung Anjasmoro ke Gunungkawi.
Setelah aku nikahi tiba-tiba Joko Lelono akan merebut Dewi Cintaku sama dengan meminta nyawaku.
"Tidak akan gampang saya memberikan begitu saja walau sampai nyawa taruhannya.
Perang tanding adu kesaktian Raden Baron Kusumo dan Joko lelono.
Joko Lelono yang merasa menang, sebab kuasa, kaya dan lebih sakti modrogono
Gejolak nurani pun berteriak menggelegar bagai petir di siang bolong.
Joko lelono terlanjur membuncah setengah mati untuk memuliki Dewi Anjarwati
Dicekik nurani sampai mati agar tidak bersuara lagi
Senandika berkata " perjuangan perlu pengorbanan".
Ledakan seperti mengguntur langit gelap, semburatan merah seperti erupsi gunung semeru
" blar". Kedua ajian brajamusti dan Gagak Ngampar membuat keduanya tergelapar mati.
Dewi Anjarwati tetap menunggu, Raden Baron Kusumo. Kesetiannya membuat kalbunya buta. Tidak percaya kabar berita. Logika nya mati rasa. Sebab keyakinannya Raden Boron Kusumo akan kembali.
Maka dia retap menunggu dengan bertapa dibalik air terjun coban rondo.
Sang Dewi Ambarwati mengheningkan cipta,
Meninggalkan raga kasar menuju alam para dewa.
Menguluk salam sebagai orang jawa, sebelum mengeluarkan "betelan" permasalahannya.
" mengapa kau ciptakan aku cantik jelita. Tidak hanya menghebohkan diriku tetapi membuat orang yang aku cinta mati karena rupaku.
" mengapa tidak kau ciptakan aku seperti mbok mban, yang selalu dapat cinta dan kasih sayang suami dan anak-anaknya.
Dewi Ambarwati kembali kepada wadak kasarnya. Setelah tidak mendapat jawaban para dewata.
"Hidup Nrimo Ing pandum".
Sejuk menyapa dibalik jari-jari angin yang nakal
Menyambut ramah setiap hati yang bertandang
Membantu mengurai kepenatan pada simpul-simpul syaraf setelah pandemi berkepanjangan
Coban rondo, prasasti kesetiaan,
Kehormatan, kesombongan dan pengorbanan.
Dilema dibalik wajah yang cantik
Malang 22 12 2021
*Mukti, adalah seorang penyair dan seniman asal Malang. Namanya tercatat di Antologi Bersama T Lumbung Puisi sastrawan Indonesia.
*