Kilas Balik2025
2025 Suburnya Sastra Indonesia di Tahun Basah
oleh: Rg Bagus Warsono
Agenda kreatifitas sastra nasional tahun 2025 masih diwarnai isu-isu nasional seperti korupsi, kebijakan pemerintahan, peran lembaga legeslatif dan yudikatif, bencana alam, yang memberikan sorotan khusus pada 'alotnya perubahan mental bangsa ini melalui ajakan nurani melalui karya sastra.
Perempuan di tahun ini menunjukan penurunan aktifitas kreatifitas sastra, namun tampak peningkatan kualitas karya yang tersebar di beberapa wilayah. Keadaan ini menjadi tahun minimnya karya sastra perempuan. Sebaliknya peningkatan jumlah pelaku sastra dikalangan laki-laki ini tampak terlihat jelas dari peran sertanya beraktifitas karya dari mulai pentas baca serta pertumbuhan buku dan pertumbuhan pelaku sastra laki-laki usia remaja.
Secara kuantitas terdapat peningkatan memgembirakan jumlah pelaku sastra ini adalah bukti bahwa rakyat Indonesia telah menginginkan suasana kehidupan yang demokratis, berazasi, sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945 yang dicitakan rakyat.
Dalam segi produktifitas karya sastra cukup menggembirakan namum sedikit jumlah karya sastra monumental yang lahir.
Penggunaan media sosial mengalami peningkatan kuantitas yang luar biasa tetapi jarang yang meraih viral. Namun keadaan ini menunjukan gairah sastra telah tampil bersaing di media sosial bersama pemberitaan lainnya.
Di beberapa wilayah masih tampak penyair Indonesia tetap eksis dan komitmen sebagai sastrawan yang tetap menulis dan beramal bacaan sastra. Mereka telah mengutarakan dengan bahasanya berupa hasrat, cita, menemu-tunjukan kelalaian , kebobrokan, ketimpangan dan sebagainya disamping keindahan dan suka cita yang dialami penduduk negeri. Pendek kata tahun 2025 ini semarak sastra Indonesia.