I. Made Suantha

Ki Balian Batur

Mewujud Ki Balian Batur, apa yang dikisahkan dahalu
dan diungkapkan kini adalah luka lama
yang menganga kembali dalam hidupku:

/1/
Karena fitnah, aku membakar amarahku tanpa api
Dengan membayar lunas dendam
Kekuatan gaib yang kubangkitkan dari aksara jiwa
Kutuntaskan segala.
Hingga musnah kau
Aku menari di setiap jasad
Aku gembira di kelindan duka
Aku bersemayam
di setiap tetes airmatamu
jadilah danau kesedihan itu rembesan tirta aksara!

Karena fitnah, aku bagaikan pohon
dengan akar menusuk ke langit. Ibu Pertiwiku di angkasa
Dan malam kujadikan nyala cahaya
aksara: Desa mana mesti kurubah menjadi kurusetra!

/2/
Karena rasa sakit. Maka kita mesti bertarung
Dengan batang sirih cabang tiga, aku rajah
lidahku dengan aksara menjelmalah
Segenap gelaran aji. Kusimpul bayu sabda idep
menyempurna dalam hidup dan terang purnama mewujud!

Bertarung dalam semedi
Kilatan di langit menyapu gelap malam
Kilatan cahaya serupa warna pelangi
saling silang menenggelamkan pekat
Warna cahaya adalah getar jiwani yang di rajah aksara
Agar menjadilah rasa sedih itu mengalir serupa darah
tertampung dalam raupan tangan
Siapa berkorbam hari ini
Sebagai sesaji yang harus dihaturkan
untuk pemilik ajian ini!

Maka kutulis rasa sakit ini
dengan tetesan darah dari rajahan sekujur tubuh
hingga hitam bayangan akan memuati
utuh raut muka. Tumpah ruahlah murka
Apabila sunyiku menjadi sebidang bayangan
akan mewujud dihadapanmu kekuatan gaib
Aku berubah rupa. Rupa dari aksara yang kulafadz.
O, Ratu Bethari Durgha, sebening apa yang bisa
mengharu biru didihan dendam ini
Aku menjelma
Aku menjadikan
Aku memeluk Pertiwi
Agar debar jantung menumbuhkan keperkasaan diri.
Aku mengangkasa
terbang tanpa sayap. Garuda gaibku. tak akan
kau tumbangkan aku dengan jimat dan mantramantra.

Karena rasa sakit ini, aku membunuhmu satu persatu dengan rasa gembira itu!

/3/
Karena fitnah dan rasa sakit, maka dendam ini harus diakhiri dengan perang sunyi
Senyap tanpa risik
Gerak tanpa geriat
Berkelindan di dalam pusingan angin
Duduklah bersila di tajam ilalang yang tegak di gurat padma
Bayu Sabda Idep sujudku
agar maurip aksara jiwa dalam jiwaniku
Mantra harus diuncarkan: Desa mana mesti kita jadikan kurusetra.
Babarlah dendam agar rembesannya takmampu meneteskan air tembuni.

Petarung sejati. Petarung yang puputan untuk mengalahkan amarah diri sendiri

Duduklah bersila. Samadhi
Wujud apa mesti mewujud dalam lafadzku
yang tidak mudah untuk dilumpuhkan
oleh perkakas apapun
Berdiri tanpa topangan ke dua belah kaki
Kupeluk Pertiwi
Kugapai Akasa. Lebur segala dzat.

Pertarungan ini tak akan pernah selesai
oleh babatan pedang. Tusukan keris
Atau lafalan jimat+mantra.

/4/
Titik rahsia kedigjayaanku akan berakhir
O Dewi Bethari Danu
adalah pusaka yang kini kau simpan di bahagian lain dari kehidupanmu
Namun, jika kau yakini akan kematianku
untuk menjadi jembatan silaturrahmi dari perselisihan yang menahun
Maka aku akan segera lebur
ke semua dzat
Pemulasaraan takdir
Desember, 2021