/ Ulasan Puisi

Kepongpong Sunyi di The Game of Light, Hafney Maulana

Kepongpong Sunyi di The Game of Light,
Hafney Maulana

Membaca The Game of Light antologi puisi karya Hafney Maulana bercorak religius. Antologi dengan 2 bahasa Indonesia Inggris ini menunjukkan sebuah Antologi yang layak untuk apresiasi.
Mula puisi-puisi di antologi ini berkisar tentang pengebaraan diri penyair. Sesuatu yang dikata proses Jati diri penyair. Kemudian pada puisi-puisi selanjutnya dibedakan atas peningkatan pengembangan dari proses itu. Disebuah puisi antologi ini ada Kepompong Sunyi puisi unggul di Indonesia. Berikut puisinya:

Kepompong Sunyi

//Aku memecah waktu dimataku
Sempurnalah butaku
Aku menutup suar ditelingaku
Sempurnalah tuliku
Aku menghapus bsyanganku
Spurnalah kefanaank
Aku membakar jasadku
Sempurnalah matiku
Aku kepompong sunyi
Sehabis sunyi. //

Demikian puisi pendek ini memperlihatkan penyairnya telah dewasa menatap zaman. Kepompong itu kulit sempurna itu kuat, kulit yang kuat membuat telur menetas. Kesunyian pun sebetulnya dibutuhkan penyair agar mampu menghapus warna.
(Rg Bagus Warsono)
1c2fe7a5-a543-4afb-8f88-db7fdec8a671-32