Christya Dewi Eka

Kali Bekasi Dalam Legenda

Kemarilah sebentar,
duduklah,
Nenek ceritakan dongeng yang tidak banyak orang tahu,
tentang Kali Bekasi yang setiap hari kau lintas,
tentang gemericik riak yang biasa kau tatap

Bermula dari seekor ular,
yang kelak-keloknya menjadi tubuh sungai,
dan burung,
yang mematuk-matuk pinggir sungai,
hingga liang melebar,
melebar,
dan semakin melebar,
menuju laut,
menuju Pelabuhan Ratu

Lantas,
ada cerita lagi,
tentang putri cantik, putri jawara,
masygul lantaran belum berlaki,
menunggu jawara-jawara Sunda Kelapa, Depok, dan Bekasi,
tanding ilmu, tanding aji,
barang siapa nomor wahid,
putri cantik boleh dipinang

Datanglah seorang lelaki jagoan,
bukan cuma sakti tapi juga ganteng,
segala lawan mati kutu di bawah goloknya,
sampai-sampai,
Abang Jawara angkat topi,
hatinya girang bukan main,
sebentar lagi dia bakal punya mantu

Lalu dibikin pesta gede tujuh hari tujuh malam,
segala macam makanan sedia,
bejibun penari lenggak-lenggok meriah,
musik bajidor dan kromong berkumandang,
pengantin laki-perempuan mabuk asmara

Bertahun-tahun lewat tanpa terasa,
putra satu lahirlah sudah,
tapi ternyata e ternyata,
juara tanding itu siluman buaya putih,
sengaja kawin dengan manusia,
agar si anak manusia-siluman,
lebih unggul melawan siluman jahat,
yang lagi bercokol di dasar kali

Tinggalah si putri jadi janda,
menunggu sendirian di pinggir Kali Bekasi,
menunggu lakinya pulang ke rumah,
menunggu anaknya menang tanding,
tapi sampai sekarang Nenek hidup,
tidak ada kabar Pangeran Buaya pulang rumah,
mungkin baginya,
tiada jalan pulang,
tiada rumah kembali
Semarang, 3 Januari 2021