Sholihul Mubarok
KACA MATA
duniaku subuh
sebelum cahaya menyergap
dari sela rengat
kaca jendela kamarku
siang menyalak
angin mengirim ribuan jarum debu
menghantam lensa
mataku telanjang
berdenyut
menciut
padam, tinggal jelaga memar di kening
the world in sight
but a raging blight
fading into a failure’s plight
dan waktu
menjadi titik hitam dalam buku
Gresik, 22 Januari 2026