Sur Yadi

JEMBATAN

pusaran angin puting beliung
menerpa jati yang kau tanam,
menumbangkan sebatang tua,
menghempaskannya
tanpa daya,
sungguh, dimas,
tak pernah kuarahkan angin itu
atau memintanya jatuh
tepat di atas kali
yang memisahkan tanah kita,
memisah hati kita
bahkan merpatiku
tak lagi sanggup mengepak,
mengantar salam ke tempatmu
dimas, bukankah tanah ini
dan segala isinya
titipan jujur leluhur kita?
tak perlu sengketa mengisinya
biarlah jati tua yang tumbang itu
menjadi jembatan bijak dan arif,
kau terima keberadaannya
sebagai pijakan hatiku
melangkah menyapamu,
di sela desir angin kemarau,
tanpa curiga.
Kulonprogo, april 2026