Suprijadi Danu Subroto

JALAN BARU

kali ini tidak pada jalan berhutan lebat di kanan dan kiri,
melainkan terjadi di jalan lurus dan lapang.
diapit persawahan di kedua sisinya,
sepulang dari Bojonegoro,
jalanan lurus dan lapang,
seingatku tidak ada perbaikan jalan, dan
pembuatan jalan baru,
tiba-tiba saja ada jalan baru membelok ke kiri,
sedang jalan yang semula kelewat tak nampak,
terpaksa mobilku lewat jalan baru belok ke kiri,
belum ada lima menit serasa ada yang tak beres
dengan mobilku,
akhirnya mogok dan berhenti begitu saja, dan
alangkah terkejutnya diriku,
mobil mogok berhenti di tengah sawah,
untung aku selamat tidak apa-apa,
aku melanjutkan pulang dengan mencegat bus,
keesokan harinya di tempat mobil mogokku,
sudah berjubel banyak kerumunan orang,
begitu tahu aku datang ingin mengambil mobil dengan membawa mobil derek,
seseorang berkata kepadaku, bahwa
disini sering terjadi hal seperti ini,
sambil menunjuk area pemakaman di belakangku,
untung aku masih dilindungi oleh-Nya,
terimakasih Gusti atas perlindungannya.
(Istana Dewa Damai, 27 Januari 2026)