/ Ulasan Puisi

Ibnu Batutah Sastrawan Maroko dan Ibramsyah Amandit dengan Iqro bi Ibra.

Ibnu Batutah Sastrawan Maroko dan Ibramsyah Amandit dengan Iqro bi Ibra.

Agar buku Sastratama ini dikenang saat prosesnya bertepatan Piala Dunia Qattar 2022, penulis menyebut Sastrawan kenamaan Maroko, Ibnu Batutah, sastrawan muslim pengelana dunia.
Ia menelusuri pantai utara Afrika, Arab, hingga Irak, India dan Pakistan. Meski tidak ada catatan berkelana ke Nusantara tetapi dalam bukunya Ibnu Batutah yang hidup di abad 13 itu menggambarkan Samudra Pasai (Aceh) sebagai negeri yang indah, negri yang hijau dan makmur. Mungkin juga sempat bertemu Raja Samudra Pasai Sultan Malikul Dhahir. Karena sampai juga penyair pengelana itu hingga negeri Nyanmar.
Sedangkan Ibramsyah Amandit lahir di Kandangan Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan dan menetap di Banjarmasin.
Sama tak ada hubungan antara sastrawan Maroko dan Sastrawan Muslim yang hidup 8 abad sesudahnya itu kecuali minatnya terhadap karya Islami yang sangat perlu dikembangkan.
Iqro bi Ibra sebuah Antologi puisi karya Ibramsyah Amandit ini juga menggambarkan pengelanaan juga.
Judul-judul menarik dalam antologi bercetak mungil ini menyuguhkan tentang religi di samping judul sosial lainnya yang menarik. Sajak Langitan sepertinya sesuai dengan Iqra bi Ibra ini. Mari kita lihat cuplikan puisinya:

Sajak Langitan

//Suatu malam kubaca buku Mujaddid Syaikh Ahmad Sirhindi.
"Merajut Tradisi Syariah dengan Sufisme"/
/setelah tidur ada mimpiku
Haji Hasan bersama istri kerumahku.
Pulang mereka kuantar di bandara
Kembali di rumah ditunggu haji Yusri
Bundanya mengusapkan tangan ke dadaku mesra sekali
Aku tak sanggup merekayasa mimpi./
Ahmad Sirhindi menunjukan jalan yang padu
Kesudian bersama risalah kerasulan bagi
Pencari Tuhan/
/... //

Ternyata hubungan Ibnu Batutah, sastrawan Maroko itu ada yaitu sama-sama mengembara, pengembaraan keseluruh dunia dan pengembaraan bathin oleh penyair Ibramsyah Amandit dalam Iqro bi Ibra sama sama untuk menemukan jalan menuju Tuhannya, sebuah pengembaraan orang yang ingin selalu berada di jalannya, gambaran menuju kemahrifatan insan sastrawan muslim.
(Rg Bagus Warsono)
1c2fe7a5-a543-4afb-8f88-db7fdec8a671-42