Penyair :
1.A.Zainuddin Kr, (Pekalongan)
2.Abidi Al-Ba'arifi Al-Farlaqi (Aceh)
3.Ade Sri Hayati, (Indramayu)
4.Aditya Mahdi F, (Depok)
5.Agus Mursalin, (Kedungwinangun)
6.Agus Pramono, (Mojokerto)
7.Agus Sighro Budiono, (Bojonegoro)
8.Agustav Triono, (Purbalingga)
9.Andi Jamaluddin, AR. AK.,
10.Anisah, (Magelang)
11.Anisah Effendi, (Indramayu)
12.Arif Abdil Bar, (Probolinggo)
13.Arya Setra, (Jakarta)
14.Asep Muhlis , (Serang)
15.Asih Minanti Rahayu, (Jakarta)
16. Asril Arifin(Indramayu)
17.Asro al Murthawy, (Marangin)
18.Azti Kintamani K , (Bandung)
19.Azizah Rifada Muhallima, (Kudus)
20.Bambang Eka Prasetya (Magelang)
21.Beti Novianti, (Bengkulu)
22.Buana KS, (Bungo)
23.Brigita Neny Anggraeni, (Blora)
24.Caridah Hartati,
25.Dhea Lingkar , (Surabaya)
26.Diah Natalia, (Jakarta)
27.Dian Rusdi, (Bandung)
28.Dwi Wahyu Candra Dewi, (Blora)
29.Dyah Setyawati, (Tegal)
30.Eksan Su, (Malang)
31.Eli Laraswati, (Jakarta)
32.Emby Bharezhy Boleng Metha,
33.Eri Syofratmin, (Bungo)
34.Evita Erasari, (Semarang)
35.Firman Wally, (Ambon)
36.Gampang Prawoto, (Bojonegoro)
37.Gilang Teguh Pambudi. (Jakarta)
38.Giyanto Subagio, (Jakarta)
39.Hermawan , (Padang)
40.Hasani Hamzah (Pamekasan)
41.Herisanto Boaz, (Bandung)
42.Heru Patria, Pageblug, (Blitar)
43.Heru Mugiarso, (Semarang)
44.Harkoni Madura (Banyuates)
45.I Made Suantha, (Denpasar)
46.Iie Alie (Yusriani), (Jogyakarta)
47.Indri Yuswandari, (Kendal)
48.Irna Ernawati ,
49.Is Mugiyarti, (Sragen)
50.Junaidi, (Pati)
51.Kurliyadi, (Cirebon)
52.Kurnia Kaha, (Jakarta)
53M. Johansyah (Tanah Bambu)
54.M.Muchdlorul Faroh ,
55.Marlin Dinamikanto , (Depok)
56.Meinar Safari Yani, (Klaten)
57.Mohammad Mukarom, (Wonosobo)
58.Mim A Mursyid, (Madura)
59.Muhammad Jayadi , (Balangan)
60.Muhammad Lefand , (Jember)
61.Muhammad Tauhed Supratman, (Pamekasan)
62.Maya Ofifa Kristianti , (Semarang)
63.Nanang R Supriyatin, (Jakarta)
64.Naning Scheid , (Brussel)
65.Nok Ir, (Jakarta)
66.Nuraedah, (Indramayu)
67.Nurinawati Kurnianingsih(Cilacap)
68.Omni Koesnadi (Jakarta)
69.Profijesarino Ubud DH. (Bandung)
70.Pensil Kajoe , (Banyumas)
71.Rg Bagus Warsono, (Indramayu)
72.Rosmita, (Muaro Jambi)
73.Rayako Dekar King, SY, (Aceh)
74.Ryan Aria Arizona, (Pekalongan)
75.Roymon Lemosol (Ambon)
76.Rut Retno Astuti, (Bandung)
77.Raden Rita Maimunah, (Padang)
78.Sahaya Santayana, (Tasikmalaya)
79.Salimi Ahmad, (Jakarta)
80.Salman Yoga S, (Aceh)
81.Sami’an Adib, (Jember)
82.Sanur Keziandari, (Bandung)
83.Sarwo Darmono, (Lumajang)
84.Silivester Kiik, (Atambua)
85.Siswo Nurwahyudi , (Bojonegoro)
86.Soei Rusli,
87.Supianoor , (Kusan Hulu)
88.Sutarso, (Sorong)
89.Sutarno Sk, (Jakarta)
90.Sukma Putra Permana, (Bantul)
91.Sulistyo , (Jakarta)
92.Sugeng Joko Utomo , (Tasikmalaya)
93.Sujudi Akbar Pamungkas, (Tuban)
94.Sudarmono , (Bekasi)
95. Sumrohadi , (Jakarta)
96.Supriyadi Bro (Surabaya)
97.Suyitno Ethexs, (Mojokerto)
98.Syafaruddin Marpaung, (Tanjungbalai)
99.Syahriannur Khaidir, (Sampang)
100.Syamsul Bahri, (Subang)
101.Teguh Ari Prianto:, (Bandung)
102.Tjaha Kum, (Hoelea)
103.Uswatun Khasanah, (Gresik)
104.Wadie Maharief, (Jogjakarta)
105.Wanto Tirta, (Banyumas)
106.Wastirah, (Indramayu)
107.Wardjito Soeharso, (Semarang)
108.Wyaz Ibn Sinentang,
109.Yoe Irawan, (Sukabumi)
110.Yublina Fay ,
111.Zaeni Boli, (Flores)
Biodata Singkat Penyair :
A
1.
Zainuddin Kr, tinggal di Pekalongan, Jateng sejak 2005. Di tahun 90-an cukup produktif nulis puisi dan cerpen. Dan puisinya pernah dimuat BAHANA, Brunei Darussalam (98). Perpusda, dipercaya mengelola Perpusdes Pustaka Taman Pintar.
2.
Abidi Al-Ba'arifi Al-Farlaqi, Lahir pada 8/9/1983 di Perlak, Aceh Timur. Menempuh pendidikan formal SD & SMP sampai selesai.
Menduduki bangku SMA hanya sehari, akhirnya mengambil keputusan untuk mengembara dan menjadi santri musafir ( santri tak tetap ) di beberapa ponpes tradisional, belajar langsung dengan beberapa ulama.
3.
Ade Sri Hayati, adalah seorang penyair tingal di Indramayu, karya puisinya mengisi beberapa antologi bersama nasional.
4.
Aditya Mahdi F, adalah seoran penyair muda berbakat tinggal di Depok. Karyanya mengisi beberapa antologi bersama nasional.
5.
Agus Mursalin, adalah penyair asal Kebumen Jawa Tengah. Menulis puisi di beberapa antologi bersama nasional, tinggal di Kebumen
6.
Agus Pramono, adalah seorang penyair yang tinggal di Mojokerto. Karya puisinya mengisi berbagai antologi bersama nasional.
7.
Agus Sighro Budiono, adalah seorang penyair yang tinggal di Bojonegoro. Menulis antologi tunggal dan mengisi berbagai antologi bersama nasional.
8.
Agustav Triono, lahir di Banyumas, 26 Agustus 1980. Karya sastranya termuat di beberapa media massa dan buku antologi bersama. Penyair ini tinggal Bojanegara, kec. Padamara Purbalingga
9.
Andi Jamaluddin, AR. AK. Berkali-kali menjadi pemenang sayembara penulisan naskah buku yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Nasional, baik di tingkat provinsi maupun nasional, termasuk juga lomba cipta puisi. Sudah melahirkan sejumlah kumpulan puisi tunggal maupun antologi bersama. Anggota FAM ini mengantongi IDFAM6036U menerima hadiah seni dari Gubernur Kalsel Tahun 2012, Hadiah Seni Astaprana dari Kesultanan Banjar Tahun 2016, dan Anugerah Seni dari Bupati Tanah Bumbu Tahun 2018. Penyair ini tinggal di Kabupaten Tanah Bumbu.
10.
Anisah, adalah seorang penyair yang tinggal di Magelang. Karyanya antologi tunggalnya berjudul Tari Soreng, mengisi beberapa antologi bersama nasional.
11.
Anisah Effendi, menyukai puisi sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Beberapa kali mengikuti antologi puisi bersama. Dua di antaranya yaitu Puisi Menolak Korupsi 5 dan Antologi Puisi 1000 Guru.
12.
Arif Abdil Bar, adalah seorang penyair muda berbakat tinggal di Probolinggo. Karya puisinya mengisi beberapa antologi bersama nasional.
13.
Arya Setra, adalah seorang penyair dan pelukis tinggal di Jakarta. Karya puisinya mengisi berberapa antologi bersama nasional.
14.
Asep Muhlis, lahir di Ciamis- Jawa Barat, 21 Januari 1963
Pernah belajar di IKIP Bandung, Tinggal di Kota Serang – Banten, Antologi puisi bersama Menteruak, penerbit D3M Kail, Jakarta, 2018
15.
Asih Minanti Rahayu, adalah seorang penyair tinggal di Jakarta.
16.
Asril Arifin,Indramayu, lahir di Indramayu 10-02-1963
Pendidikan :SDN Diponegoro Pusakaratu Subang 1976'
SMP Yaker Kertasemaya 1980,SPG Gunungjati Cirebon 1984, STAIC Cirebon 2004, Pekerjaan, Guru SD Sukalila I Jatibarang 1986-1992 mutasi Ke SDN Jambe III Larangan jambe Kertasemaya, 1992 -2007 dan Kepala SDN Jambe I 2007 -2013 dan alih tugas ke Pengawas SD di Kec Sukagumiwang 2013 sampai sekarang, Organisasi semasa di SPG bergabung di Teater NARA Cirebon asuhan Andrian Harjo
17.
Asro al Murthawy. Lahir Temanggung, pada tanggal 6 November. Adalah Ketua Umum Dewan Kesenian Merangin dan Anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jambi. Karya-karyanya terhimpun dalam Syahadat Senggama (k.puisi, 2017) Equabilibrium Retak (2007), Lagu Bocah Kubu (puisi, tanpa tahun), Kunun Kuda Lumping (k.Cerpen, 2016) dan berbagai antologi bersama sastrawan Indonesia lainnya. Karyanya yang lain: Pangeran Sutan Galumat (2017), Pengedum Si Anak Rimba (2018), Mengenal Lima Sastrawan Jambi (2018), Katan dan Jubah Sang Raja Hutan (2019) Bujang Peniduk (2019) dan Ujung Tanjung Muara Masumai (2019) diterbitkan oleh Kantor Bahasa Jambi sebagai Pemenang Sayembara.. Hadir dalam Temu Sastra Indonesia I (2008), Pertemuan Penyair Nusantara VI (2012) Jambi, MUNSI II (2017) Jakarta, Pertemuan Penyair Asia Tenggara (2018) Padang Panjang,dan Borobudur Writter And Cultural Festival (BWCF) (2019)
18.
Azti Kintamani K, lahir di Sumedang, pada tanggal 19 Mei. Aktif menulis sejak aktif di Kastaf Teater Holistik Bandung. Karya antologi Puisi Fasionastiknya : Simponi Butik Paradewi, Negeri Hilang Puteri, dan Rherajin. Kinta yang pernah Juara Cipta Puisi-FL2SN; Cipta Sastra Disbudpar ini, juga menulis antologi cerpen dan novel : Panpan Langlang Sungai Han, dan Kindasa. Pemenang dalam festival film pendek : Tunas, Tiang, The Bottle, dan Cipta-Baca Puisi APWIA ini, pernah aktif di Saka Dirgantara, Sasasi-Sanggar Sastra Literasi Indonesia, dan GBJC Ministry. Karya antologi bersamanya : Indonesia Masih Ada Matahari (2017); Hati Rembulan (2018), Wanita Guru Bangsa (2019). Selain sebagai jurnalis dan redaktur eksekutif di grup media Patrolindo-Asia, Adonaisa, Bintang Pro-Post, Kinta juga aktif melatih di Sanggar Griya Prima, Studio Alam Asri, Rumah Hati Literasi Sumedang.
19.
Azizah Rifada Muhallima, penyair ini berasal dari Cendana Dewe Kudus.
B
20.
Bambang Eka Prasetya dilahirkan di Jombang, 5 Desember 1952 di tengah keluarga seniman ludruk Cak Ngarman dan Ning Ismi. Pendidikan formal pertama diawali di S.R. Sumobito, Kabupaten Jombang pada tahun 1959, dan lulus pada tahun 1965 di S.D. Widodaren 2 Kota Surabaya.
21.
Beti Novianti, (NN)
22.
Buana KS, Bungo,. Air Kelinsar kabupaten Lahat Sumatera selatan pada 17 Agustus 1985, dengan nama Lahir Bambang Hirawan. Pada tanggal 16-18 Maret 2012 menjadi peserta TemuSastrawan Nusantara Melayu Raya I di Sumatera Barat. Pada akhir tahun 2015 Buana KS mencoba menulis biografi singkat Alm Zubir Mukti salah satu tokoh sastra Kabupaten Bungo yang namanya hampir tidak dikenali di kalangan masyarakat Jambi dengan nara sumber adik dan Anak Alm Zubir Mukti. Puisi Buana KS pernah ikut dalam pameran Foto dan Puisi yang digawangi Sakti Alam Watir. Puisinya juga pernah dimuat surat kabar lokal seperti Jambi Independent, Pos Metro Jambi, Bungo Pos, Merangin Ekspres, Jambi One dll. Beberapa Karya puisi Buana KS terangkum dalam antologi puisi Penyair Indonesia dan mancanegara.
23.
Brigita Neny Anggraeni, Tgl lahir: Semarang, 02 Februari 1979, Pendidikan terakhir: S1 Psikologi, Universitas Diponegoro Semarang
C
24.
Caridah Hartati, (NN)
D
25.
Dhea Lingkar , adalah seorang penyair tinggal di Surabaya.
26.
Diah Natalia., S.Si., Apt – Lahir di Jakarta 36 tahun yang lalu – Prestasi yang pernah diraih sebanyak 26 macam dimulai tahun 1999 – 2018,
Saya adalah apoteker yang masih berjuang meraih gelar master demi kehidupang yang lebih layak, gemar menulis/
27.
Dian Rusdi, adalah seorang penyair yang tingal di Bandung.
28.
Dwi Wahyu Candra Dewi, kelahiran Blora 8 Mei 1983. Sementara tinggal di Semarang karena tugas belajar belum selesai. Sebagai tenaga pendidik di Univ. Lambung Mangkurat Banjarmasin pada bidang Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia menuntutnya untuk turut giat menulis karya sastra. Sebagai penikmat sastra, tak ayal membuatnya tertarik untuk mencipta. Karyanya ada dibeberapa buku antologi puisi bersama rekan-rekan di Lumbung Puisi. Salam Sastra. Fb Dwi Wahyu Candra Dewi
29.
Dyah Setyawati, adalah seorang penyair dan pembaca puisi senior tinggal di Kabupaten Tegal Jawa Tengah.
E
30.
Eksan Su, adalah seorang penyair tinggal di Malang Jawa Tengah.
31.
Eli Laraswati, adalah seorang penyair yang tinggal di Jakarta.
32.
Emby Bharezhy Boleng Metha, lahir, Lamahala, 29 Oktober 1995Asal : Lamahala, Kec. Adonara Timur Kab. Flores Timur. Pernah menulis dalam Antologi Puisi Anak Cucu Pujangga dengan judul " Tuhanku Dimana" dan Antologi Internasional Jejak Merdeka dengan judul " Tapak Jejak Sang Proklamator"
33.
Eri Syofratmin, Bungo, lahir di Muara Bungo 07 September 1970. Mulai bergiat di dunia seni dan sastra ketika menempuh pendidikan di ASKI Padangpanjang pada tahun 1989 sampai tahun 1994 dan melanjutkan studi S1 di IKIP Padang jurusan Sendratasik selesai pada tahun 1998. Puisi puisinya banyak dimuat diterbitan Ganto, Harian Singgalang dll. Semasa kuliah banyak berkecimpung di Taman Budaya Padang bersama penyair-penyair dan seniman sumatera barat. Pendiri Forum Komunikasi dan Kreasi Pemuda di Kabupaten Bungo. Pernah aktif di Sanggar Pemda Kabupaten Bungo yang bergerak dibidang seni tari dan musik tradisi. Puisi-puisinya juga tergabung dalam antologi bersama seperti PRASASTI (1999) dan Lacak Kenduri (Dewan Kesenian Merangin, 2015) Kitab Karmina Indonesia (KKK, 2015). Aktif berkegiatan seni di Komunitas Seniman Bungo dan Sanggar Pisang Kayak. Saat ini menjadi tenaga pengajar Seni Budaya di SMPN 1 Muko Muko Bathin VII dan SMPN 1 Muara Bungo.
34.
Evita Erasari , Tinggal : di Semarang , Pendidikan : S1 psikologi Unika Soegijapranata Semarang. Buku antologi bersama : Tambak Gugat , Semarang sepanjang jalan kenangan , 13 perempuan menanak Sajak , Progo 6 , antologi Wong Kenthir . Aktif di komunitas teater Aktor Studio Semarang
F
35.
Firman Wally, pria kelahiran Tahoku 03 April 1995, lulusan UNPATTI jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia. Ia merupakan alumni SD INPRES HILA, SMP N 1 LEIHITU dan SMA N 1 LEIHITU. Puisi-puisinya sudah termuat di berbagai antologi bersama, seperti "Kitulis Namamu di Batu, Puisi Negeri Sawit, Gus Punk, Sajak-Sajak Pahlawan, Bulan-Bulan Dalam Sajak, Kita Adalah Indonesia Seri 2, Dongeng Nusantara Dalam Puisi, Menenun Rinai Hujan Bersama Eyang Sapardi, Tanah Bari, Pasaman, dll". Sekarang aktifitasnya Berkuliah sembari menulis.
G
36.
Gampang PrawotoMenulis dalam bahasa Jawa dan Indonesia dan sering menggunakan nama samaran Sastrowidjojo. Pria kelahiran 23 Oktober 1971 di Bojonegoro ini pernah kuliah jurusan Bahasa dan Sastra Universitas Adi Buana Surabaya dan UMM Universitas Muhammadiyah Malang. Sehari-hari aktif mengajar di SDN Pejambon Sumberrejo Bojonegoro. Carik di Sanggar Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB), anggota Kostela Lamongan, Among di “Sanggar Sastrowidjojo" dan ketua LKD “Lembaga Kebudayaan Desa Pejambon”. Antologi tunggalnya mendapat penghargaan Balai Bahasa Jawa Timur 2014 selain Puser Bumi (2013) yang pernah terbit adalah Babat Windu (1997) dan Suluk Berahi (2017).Puisi dan geguritannya terbit di sejumlah media, seperti Majalah Sastra Indhupati, Jaya Baya, Panjebar Semangat, Djaka Lodang, Damar Jati, Pujangga Anom, Radar Bojonegoro, Jurnal Tempe Bosok Solo, Tabloit Serapo, Majalah Panji, dan media cetak lainya.
37.
Gilang Teguh Pambudi, dikenal sebagai Seniman Radio, penyair, dan Pembina Komunitas Seni. Setelah meninggalkan bangku mengajar, berbekal bakat seni dan sertifikat peserta terbaik nasional pendidikan jurnalistik FP2M Jakarta (1991), memilih fokus aktif di radio sebagai jurnalis, penyiar, Programmer dan Kepala Studio. Penyair yang pernah aktif sebagai jurnalis radio di LPS PRSSNI Jawa Barat dan beberapa radio ini, juga dikenal sebagai narasumber acara Apresiasi Seni dan Apresiasi Sastra di radio-radio, terutama karena aktivitasnya sebagai ketua yayasan seni Cannadrama. Menulis di koran sejak kelas 1 SMA/SPGN. Puisi-puisinya telah terbit dalam berbagai buku, baik dalam antologi bersama maupun antologi sendiri. Data diri kepenyairannya bisa dibaca dalam buku Apa Dan Siapa Penyair Indonesia yang diterbitkan oleh Yayasan Hari Puisi Indonesia. Empat buku antologi puisi terbarunya yang telah diterbitkan oleh penerbit J-Maaestro adalah Jalak (Jakarta Dalam Karung),TAGAR (Tarian Gapura), Mendaki Langit, 100 Aksi Puisi Pramuka, dan ZIRA (Planetarium Cinta). Satu buku serba-serbi dunia puisi yang telah terbit, Dinding Puisi Indonesia. Cannadrama@gmail.com; Cannadrama.blogspot.com
38.
Giyanto Subagio, adalah seorang penyair senior tingal di Jakarta. Menulis antologi tungal. Karya puisinya juga tersebar di berbagai antologi bersama nasional.
H
39.
Hermawan, akrab dipanggil An, lahir di Jakarta 14 adalah Staf pengajar STKIP Rokania ini aktif menyajikan makalah tentang sastra dan pendidikan diberbagai pertemuan ilmiah. Menulis di berbagai antologi bersama nasional sejak tahun 2015.
40.
Hazani Hamzah, lahir 16 Agustus 1974 di Sumenep tepatnya di Sapeken; sebuah pulau kecil di gugusan kepulauan Kangean – Sapeken yang terletak di ujung timur pulau Madura atau utara Bali. Ayah dari 1 (satu) anak yang diberi nama Ega Novela Indah Nian, selain menggeluti dunia kepenulisan (sastra), pegiat seni budaya di kampung halamannya juga mengajar, serta menjadi pemerhati kearifan lokal. Khususnya kearifan bajau yang merupakan suku mayoritas dikepulauan Sapeken yang menjadi salah satu suku di antara suku-suku yang lain di kabupaten Sumenep. Seperti suku Madura, Bajau, Bugis dan Mandar. Menulis puisi, cerpen dan scenario naskah lakon drama anak-anak dan menjadi pembimbing kelompok teater cemara SDN sapeken V. karyanya yang berupa puisi pernah dimuat di tabloid OPOSiSI Surabaya dan tidak banyak lagi. Karya puisinya bersama 13 penyair Malang dan Sumenep dimuat dalam Doa Dunia; Antologi Puisi Solidaritas Untuk Palestina, Kemanusiaan dan Pembebasan.
41.
Herisanto Boaz, lahir di Bandung, tanggal 11 Desember. Antologi Puisinya, antara lain: Kidung Tanah Kelahiran; Lex Puitika Kidung Deliktum; Balada Coda Secota; Altar Jiwa Sesuci; Siluet Kekabar Baik; Tetapak Tetilas Cinta. Antologi Bersamanya : OBS 1020 Sonian Tiga Negara; The Universe Haiku Semesta; Negeri Awan ; PMK-Puisi Menolak Korupsi-6, ACSS Internasional, Semangkuk Sup di MK, Haiku & Haiga Melawan Korupsi, Puisi HPN-Pesona Ranah Bundo, Negeri Bahari, Pohon Rasa. Antologi Cerpennya : Legenda Mezbah Kekasih; Opera Tunas Pena. Novel dan Skenarionya : Menara Cinta Filea; Rekronstruksi Rindu; Orkestra Buku Jiwa; 3 M1 -3 M2; Para Hero Cinta; Hati Sedamai HaikuMu.
42.
Heru Patria, Adalah seorang guru Sekolah Dasar di Kecamatan Wlingi yang telah menerbitkan 21 novel, 15 kumpulan cerpen, 1 kumpulan puisi. Novel terbarunya berjudul Jangan Mimpi Jadi Jokowi.
43.
Heru Mugiarso, lahir di Purwodadi Grobogan, 2 Juni 1961. Menulis puisi sejak masih duduk di bangku SMP. Karya-karya berupa puisi, esai dan cerpen serta artikel di muat di berbagai media lokal dan nasional. Sekitar hampir 80 judul buku memuat karya-karyanya.Penghargaan yang diperoleh adalah Komunitas Sastra Indonesia Award 2003 sebagai penyair terbaik tahun 2003 Namanya tercantum dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia (2017.) Dua antologi puisi yang telah terbit adalah Tilas Waktu (2011) dan Lelaki Pemanggul Puisi (2017), Sebagai nara sumber acara sastra pada program Bianglala Sastra Semarang Tv. Juga, Pembina Komunitas Lentera Sastra mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling Unnes.
44.
Harkoni Madura, Lahir di Sampang, 3 Desember 1969. Puisinya dimuat di Jawa Pos, Radar
Madura, Media, Tera, Lensa Madura, dan Aschal. Puisinya juga dimuat dalam antologi
bersama antara lain: Dzikir Pengantin Taman Sare (2010), Tikar Pandan di Stingghil (2011),
Memo Untuk Wakil Rakyat (2015), Mengunyah Geram (2017) dan lain-lain.
Beralamat di SDN Banyuates 4, Kec. Banyuates, Kab. Sampang, Madura 69263.
I
45.
I Made Suantha, Lahir di Sanur, 24 Juni 1967
Kumpulan puisi tunggalnya : Peniup Angin (1989), Togog Yeh (2002) dan Pastoral Kupu-kupu (2008).Sajaksajak juga terhimpun dalam antologi puisi a.i. Jejak Tak Berpasar (2015), Tancep Kayon (2016), Cincin Api ( 2019), Tutur Batur (2019), Negeri Bahari (2018), Bandara dan Laba-laba (2019).Tahun 1987, diundang Dewan Kesenian Jakarta dalam Forum Puisi Indonesia 1987 di Taman Ismail Marzuki. Tahun 2008, menerima penghargaan Widya Pataka .
46.
Iie Alie adalah nama pena dari Yusrianti, kelahiran Bengkulu. Mulai mengenal dunia puisi sejak tahun 2016. Karya-karyanya bertebaran di facebook. Saat ini menetap di Karawang (Jawa Barat).
47.
Indri Yuswandari, Kendal
48.
Irna Ernawati, seorang pecinta sastra, menulis puisi tinggal di Bogor
49.
Is Mugiyarti, adalah seorang penyair tinggal di Sragen Jawa Tengah.
J
50
Junaidi keliharan Pati Jawa Tengah
Tergabung dengan kelas menulis Jagong Sastra Kudus bersama Jumari HS
K
51.
Kurliyadi lahir di kepulauan kecil gili-genting madura, bekerja sebagai pedagang kelontong (sembako) dan alumni pondok pesantren mathali’ul anwar pangarangan sumenep, menulis cerita pendek dan puisi, karyanya tersiar di beberapa media massa dan beberapa antologi.
52.
Kurnia Kaha, lahir di Batang, 30 April 1983. Penulis buku puisi “Debur-debur Rindu” diterbitkan oleh meja tamu tahun 2019. Selain menulis puisi, Kurnia juga menulis artikel, cerpen, penelitian dan lainnya. Tulisannya telah dimuat di buku tunggal dan buku antologi bersama, surat kabar, majalah, dan jurnal penelitian. Selain menulis kegiatannya adalah mengajar di SMP N 5 Pekalongan, aktif di MGMP Bahasa Indonesia Kota Pekalongan dan penggerak Komunitas Guru Belajar.
M
53
M. Johansyah bermukim di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu – Kalsel. Aktifitas menulis sudah digeluti sejak di bangku sekolah (SMP) melalu Mading sekolah. Dan berlanjut hingga sekarang. Puisi-puisinya menghiasi antologi bersama.
54.
M.Muchdlorul Faroh, seorang pelajar pecinta sastra meyukai puisi tinggal di Pati.
55.
Marlin Dinamikanto , adalah seorang penyair dan pembaca puisi tingal Depok. Menulis antologi tunggal dan karya puisinya mengisi berbagai antologi bersama nasional.
56.
Meinar Safari Yani, Lahir di Klaten,31 Mei 1967 ,guru di SMA Kartika di Balikpapan sejak tahun 1998 .menulis puisi sejak SMP dan dimuat di majalah MOP Jawa Tengah . menulis puisi di koran Manuntung ( sekarang Kaltim Pos ) , guru pendamping lomba cipta dan baca puisi antar SD Kartika tingkat nasional di Mabes Cilangkap 2006,pendamping lomba cipta puisi FLS2N SMA tgk kota dan propinsi 2019 , beberapa kali mengikuti antologi puisi dan sering mendapat tugas untuk membuat puisi untuk acara di lingkungan Yayasan Kartika Jaya
57.
Mohammad Mukarom, penulis asal Gresik-Jatim. Membuahkan karya puisi, cerpen, dan esai. Telah menekuni dunia kepenulisan sejak 2015 dibawah asuhan Pak A’yat Kholili-Madura. Aktif di C0mpeter (Community Pena Terbang) dan Kelas Puisi Bekasi yang digagas oleh Pak Budi Setiawan. Buku perdananya berjudul Rihlatulillah (Sekumpulan Kisah Inspiratif Hafidz Qur’an) telah terbit dan cetak 2018 lalu.
58.
Mim A Mursyid, santri pecinta seni asal pulau Sapudi, Sumenep. Hingga saat ini masih tinggal di Madura, kampung halamannya. Kesibukan sehari-hari selain mengajar sebagai guru, honorer, ia menulis puisi dan merawat tanaman.
59.
Muhammad Jayadi lahir di Galumbang kecamatan Juai, Kab. Balangan Kalsel pada 19 Juli 1986. Menyukai sastra dan puisi sejak SMP. Bermula dari ikut lomba baca puisi, kecintaan kepada sastra tumbuh begitu saja hingga kini. Kini menetap di Halong, kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.
60.
Muhammad Lefand, penulis yang lahir di Sumenep Madura dengan nama Muhammad, sekarang tinggal di Ledokombo Jember. Adalah seorang perantauan yang senang menulis puisi.
61.
Muhammad Tauhed Supratman, lahir di Pamekasan, 27 Nopember l970. Alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Univesitas Madura, Pamekasan (2001) ini menulis puisi, menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Madura. Karya-karyanya berupa sajak, cerpen, dan esai sastra dipublikasikan di: Jawa Pos, Karya Darma, Mimbar Pembangunan Agama, Mingguan Guru, Aula, Radar Madura, Surya, Surabaya Post, Kidung, Bende (Surabaya), Simponi, Inti Jaya, Kompas (Jakarta), Suara Muhammadiyah (Yogjakarta), Sahabat Pena (Bandung), dan sebagainya. Sajaknya “Nyanyian dari Kampus” terpilih dan dibacakan di Radio Nederland, di Helvirsum, Belanda dalam rangka HUT ke-53 Republik Indonesia. Antologi sajak tunggal: “Rafsodi Mawar dan Gerimis” (Ganding Pustaka, Yogyakarta, 2015) “Bernyanyi Dalam Bisu”, (Penerbit Kekata Group, Solo, Maret 2020). Tahun 2019 menerima Penghargaan Sastra dari Gubernur Jawa Timur.
62.
Maya Ofifa, adalah seorang Ibu rumah tangga
Senang membaca puisi dan tinggal di Semarang.
N
63.
Nanang R. Supriyatin kelahiran Jakarta, 6 Agustus. Menulis puisi, cerita pendek dan esai sastra sejak tahun 1980-an dan dimuat lebih dari 50 media massa. Sudah memiliki buku 7 Antologi Puisi tunggal. Saat ini dipercaya menjadi Dewan Redaksi Tabloid Alinea Baru, di samping itu masih aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
64.
Naning Scheid, lahir di Semarang, 5 Juni 1980. Penulis dan Pemain Teater. Pengajar di Fakultas Bahasa Inggris UPGRIS sebelum meninggalkan Indonesia. Aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan di Belgia. Sarjana Pendidikan Universitas PGRI Semarang dan Sarjana Manajemen Sumber Daya Manusia CEFORA Belgia. Berkebangsaan Indonesia. Tinggal di Brussel sejak 2006.Menulis opini, puisi, dan cerpen di Scheid.be, Medium.com, Kliksolo.com, Basabasi.co, Pos Bali, Ideide.id, Wattpad.com, Buletin Pusat Kependudukan Perempuan dan Perlindungan Anak – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Semarang.
65.
Nok Ir, lahir di Demak, 28 Januarai. Telah menulis puisi dan cerpen sejak remaja. Karya-karyanya telah terhimpun dalam puluhan antologi puisi bersama kawan penyair di dalam dan luar negeri, diantaranya 1000 Guru Menulis Puisi, Kitab Pentigraf 2, 3, dan 4, Independence Journey, Berbisik pada Dunia serta yang lainnya.
66.
Nuraedah adalah seorang guru di Indramayu mencintai sastra, menulis dan gemar membaca.
67.
Nurinawati Kurnianingsih, lahir di Cilacap, 22 Juli 1999. Mahasiswi semester 6 di IAIN Purwokerto jurusan Perbankan Syariah, keaktifannya mengeluti dunia literasi dengan belajar di SKSPurwokerto tentang Perpuisian, pemikiranya pernah menjadi ketua redaksi Blank(Buletin Anak Kreatif), juara LCPN Antologi rindu di JSI (2018), antalogi febisme 2 oleh STIEN Press, Simalaba.net, LCPN puisi Lintang Indonesia, Tazikzone, Jejak Publisher, puisireceh.
O
68.
Omni Koesnadi penikmat dan pembaca sastra .Pernah belajar di Sekolah Tinggi Publisistik.Menulis dan mengirimkan tulisannya berupa puisi,cerpen dan essay di media massa Jakarta, Bandung,Jogja dan Bali sekitar 1980an. Buku puisi tunggalnya yang terakhir "Peradaban Dasi" (1999)Kini masih bermukim di Jakarta.
P
69.
Profijesarino Ubud DH, lahir di Kota Bandung, 7 April. Aktif menulis sejak aktif di Kastaf Teater Holistik Bandung. Karya Antologi Puisi Sinemaslawistik-nya seperti: Genesis Metropolisa, Ekspedisi NugNeg & Pakde Sastra, dan Siluet Layar Emas, dan Rherajin. Ubud yang kini sebagai youth leader redaktur eksekutif di grup media Patrolindo-Asia, Adonaisa, Mika-Magistra, Fokus-Transukses ini, karya literasinya diterbitkan dalam Antologi Bersama : “Semangkuk Sup di Malam Kudus”, Haiku Melawan Korupsi – HAKI, Negeri Bahari, Haiku : Pohon Rasa, Wanita Guru Bangsa, dan RHERAJIN, Selain studi S-1 dan S-2 secara Triple Degree, kini Ubud juga aktif di Studio Teater, Film dan Sastra: Baris Baros Cimahi, Wakil Sekjen HIPWI, DPP APWIA, serta Director di PH Master Vision 45, Slisaf Teater Prosesi. Pegiat literasi ini karyanya juga sering menjuarai festival film pendek, sastra dan fotografi.
70.
Pensil Kajoe, lahir dan dibesarkan di Banyumas, 27 Januari. Puisi serta cerpennya sudah bertebaran di berbagai koran di tanah air. Tulisan pertamanya berupa resensi buku: Remaja Doyan Nonton, Why Not? dimuat di Suara Merdeka tahun 2003, rubrik opini: Remaja Tanpa Narkoba (Radar Banyumas, 2004). Selain itu, laki-laki berkacamata minus ini telah membukukan tulisannya ke dalam 16 buku tunggal dan lebih dari 20 buku antologi bersama. Saat ini, Kang Pensil begitu sapaan akrabnya menjadi penulis rubrik Banyumasan di Majalah Djaka Lodang, Yogyakarta.
R
71.
Rg Bagus Warsono, adalah seorang penyair dan kurator sastra di Himpunan Masyarakat Gemar Membaca, Mengasuh sanggar sastra Meronte Jaring, tinggal di Indramayu.
72.
R Rosmita, Lahir di Provinsi Nangroe Aceh 20 April menetap di Jambi
Pernah kuliah di UNJA dan UT Jambi selesai 2010
Bekerja sebagai Kepala Sekolah , Kabupaten Muaro Jambi
Anggota ASPI 2017. Penulis 5 judul Antologi dan 40 judul antologi bersama.
73.
Rayako Dekar King, SY, adalah putra Gayo kelahiran tahun 2010. Masih tercatat sebagai siswa di MIN No. 2 Kota Takengon – Aceh Tengah. Mempunyai hobi sebagai fotografer, menulis dan membaca puisi.
74.
Ryan Aria Arizona, adalah seorang penyair muda asal Pekalongan.
75.
Roymon Lemosol, kelahiran Lumoli, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, 24 Agustus 1971. Puisi-puisinya pernah terbuplikasi di halaman sejumlah media cetak lokal maupun nasional, antara lain Majalah Fuly, Asau, Lombok Post, Suara NTB, Banjarmasin Post, Riau Post, Koran Seputar Indonesia, Media Indonesia dll. Sebagian lagi termaktub dalam 45 buku antolgi bersama. Puisinya yang berjudul “Pulang” meraih Anugerah Puisi Pilihan, Gerakan Akbar 1000 Guru Asean Menulis Puisi 2018. Buku kumpulan puisinya, Sebilah Luka Dari Negeri Malam (Akar Hujan, 2015), Jejak Cinta Di Negeri Raja-raja (Teras Budaya, 2019).
76.
Rut Retno Astuti, lahir di Kota Tegal, tanggal 22 Pebruari. Dokter lulusan FK UNDIP Semarang ini, menulis dengan konsep Puisi Terapistiknya yang terangkum dalam antologi,antara lain : Dawai Jantung Hati, Ritme Wanita Kita, Tapak Ibu Pemberdaya. Pegiat literasi yang tergabung dalam AWWA (Asean Women Writers Association) ini karyanya termuat dalam Selendang Mayang (2017) Sketsa Wajah Ibu (2017). Antologi bersama lainya : PMK - 6 / Puisi Menolak Korupsi (2017), Indonesia Masih Ada Matahari (2017). Antologi “Semangkuk Sup di Malam Kudus” (2017), Haiku Melawan Korupsi & Pameran Haiga HAKI (2017), “Pesona Ranah Bundo” - HPN (2018), KDNP Negeri Bahari (2018), Hati Rembulan (2018), Wanita Guru Bangsa (2019), RHERAJIN (2019). Selain sebagai redaktur kesehatan dan budaya, GBJC Ministry, juga aktif membina Kastaf THB Sanggar Griya prima & Studio Alam Asri Sumedang.
77.
Raden Rita Maimunah adalah penyair asal Padang Sumatra Barat, menerbitkan 2 buku antalogi Puisi tunggal dengan nama pena yang juga sering menggunakan nama Raden Rita Yusri, karyanya termuat dalam beberpa antologi puisi dan antologi cerpen bersama nasiona.
S
78.
Sahaya Santayana, Lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 12 Desember 1995. Menulis sejak Tahun 2014. Aktif Bergiat Satu Jam Sastra di Alun-alun Kota Tasikmalaya. Salahsatu puisinya masuk Antologi Bersama a.l : Jejak Cinta Di Bumi Raflesia, (2018), Jejak Hang Tuah Dalam Puisi, (2018), Bulu Waktu, (2018), Bulan-Bulan Dalam Sajak, (2018), Sajadah, (2019), Risalah Api, (2019), Dari Negeri Poci 9 : Pesisiran, (2019), Membaca Asap, (2019), Segara Sakti Rantau Bertuah, (2019), Antologi Sajak Juara KORSABARA, (2019), Suara dari Jiwa, (2019), Negeri Penyair, (2019), Puisi Sayur Mayur, (2020). Dan beberapa karyanya pernah dimuat Di H.U Kabar Priangan 2017, Radar Tasikmalaya 2017, H.U Rakyat Sultra 2018, Kuluwung.com 2018, Koran Merapi 2019, Magelang Ekspress 2019, Solopos 2019, Radar Banyuwangi 2019, sastra-indonesia.com 2019, tembi.net 2019, Radar Bekasi 2019, travesia.co.id 2019, kataberita.id 2020. Sekarang menetap di Kota Tasikmalaya.
79.
Salimi Ahmad, lahir di Jakarta 22 Mei 1956. Buku puisinya ‘Di Antara Kita’ (2009), dan beberapa puisinya tersebar di beberapa antologi puisi lainnya yang terbit sejak tahun 2010 – 2020.
80.
Salman Yoga S. Lahir di dataran tinggi Gayo Aceh Tengah. Aktif disejumlah organisasi sosial, profesi, seni dan gerakan kebudayaan. Sebahagian karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Rusia, Arab, Jerman, Spanyol serta sejumlah bahasa nusantara. Kesehariannya mengajar dibeberapa perguruan tinggi dan sebagai petani kopi. Tinggal di Kampung Asir-Asir Atas
81.
Sami’an Adib, lahir di Bangkalan tanggal 15 Agustus 1971. Lulus Strata I pada jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Jember (Unej). Puisi-puisinya terpublikasikan di beberapa media cetak dan on line. Antologi puisi bersama antara lain: Menuju Jalan Cahaya (Javakarsa Media, Jogjakarta, 2013), Kata Cookies pada Musim (Rumah Budaya Kalimasada Blitar, 2015), Lumbung Puisi V: Rasa Sejati (2017), PMK 6 (2017), Negeri Bahari (DNP 8, 2018), Gus Punk (Pelataran Sastra Kaliwungu, 2019), Negeri Pesisiran (DNP 8, 2019), Risalah Api (Ziarah Kesenian, Jakarta, 2019), When The Days Were Raining (Tahura Media, Banjarmasin, 2019), Risalah Tubuh di Ladang Kemarau (Forum Sastra Timur Jawa, Jember, 2019), Perjalanan Merdeka (Penebar Media Pustaka, 2020), Setangkai Bunga Padi (FAM Bublishing , 2020), Wong Kenthir (Penebar Media Pustaka, 2020), dan lain-lain. Aktivitas sekarang selain sebagai tenaga pendidik di sebuah Madrasah di Jember, bergiat juga di Forum Sastra Pendalungan.
82.
Sanur Keziandari, lahir di Bandung, pada tanggal 27 Maret. Aktif menulis sejak aktif di Sanggar KASTAF Teater Holistik Bandung. Karya Antologi Puisi Restorastiknya : Eksodus Milenial, Cermin Ion Enterpraise, Biola Kafe Istana, dan Rherajin. Sanur yang pernah Juara Cipta Monolog, Cipta Cerpen LKBN Kompaxindo, pemenang festival film pendek : Dedaun, Tiang, Hidangan, dan Cipta Skenario-APWIA ini, karya puisinya diterbitkan dalam antologi bersama : Indonesia Masih Ada Matahari (2017); Hati Rembulan (2018), Wanita Guru Bangsa (2019). Menulis cerpen dan novel : Restonarasika, dan Sankona. Selain aktif sebagai redaktur eksekutif di grup media Patrolindo-Asia, Fokus-Transukses, Adonaisa, Sanur juga aktif melatih di Sanggar Hereditas, Studio Wonderfull dan Slisaf Teater Prosesi.
83.
Sarwo Darmono, adalah penyair dan seniman tinggal di Lumajang Jawa Tengah, menulis geguritan. Tulisan geguritannya mengisi berberapa antologi bersama nasional dan antologi geguritan nasional.
84.
Silivester Kiik, lahir di sebuah Desa terpencil yang jauh dari pusat hiruk-pikuk suara keramain yakni Bani-Bani (Tunmat) Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka pada tanggal 14 September 1987. Saat ini tinggal di Kota Perbatasan RI-RDTL (Atambua-Belu-NTT). Beberapa buku antologi yang telah hadir di tangan para pembaca yakni: Antologi Puisi: “Sepotong Hati yang Terluka, Tetes Embun Masa Lalu, Seutas Memori dalam Aksara, Warna-Warni Aksara (Jilid II), Laki-Laki Perkasa yang Tak Pernah Menangis, Diam yang Bersuara, Prelude, Romantisme Perahu Kertas, Montase Kenangan, Berapi, Pucuk-Pucuk Harapan, Bercengkerama di Musim Rindu, Topeng Jiwa, Sepasang Tangan yang Terpasung, Sajak-Sajak Penaku dan yang Bersemayam dalam Diri, Segelintir Kesucian, Selamat Datang Mas Nadiem: Gagasan Literasi Maju untuk Menteri Baru), dan Amor”. Karya-karya lain juga hadir melalui media cetak maupun online. Selain itu, penulis bersama teman-teman penggiat Relawan Literasi Belu mendirikan sebuah komunitas yang dinamakan dengan “Komunitas Pensil”. Komunitas ini terbentuk dengan tujuan memberikan nuansa baru dalam menumbuh dan mengembangkan kreativitas dan minat baca anak-anak di wilayah perbatasan Kabupaten Belu-NTT dengan menyediakan bahan-bahan bacaan.
85.
Siswo Nurwahyudi , adalah seorang penyair asal Bojonegoro, menulis antologi tunggal dan puisinya mengisi berbagai antologi bersama nasional.
86.
Soei Rusli, dilahirkan di Padang 20121964, SDN 39 Padang SMPN 9 Padang SMA PGRI 3 Padang 6 orang bersaudara. Aku Ingin tulisanku sebagai wadah amalku untuk sastra nusantara awal tahun 1980 Soei Rusli menguna nama Atang Sonny Harja juga salah seorang anggota HPCP (Himpunan Pecinta Cerpen & Puisi), bersama Pria Takari Utama, Kurnia Effendi, Gus tf Sakai, Aant S Kawisar, Indrawati Basuki. Ary Nurdiana dan banyak lagi. Pendiri Adek Alwi dan Kawan kawan tergabung Himpunan Pecinta Cerpen & Puisi
87.
Supianoor dilahirkan di Kusan Hulu, sebuah kecamatan yang berada di pelosok Kalimantan Selatan pada tanggal 1 Juli 1969. Puisi-puisinya terdapat dalam antologi bersama Buitenzorg Bogor Dalam Puisi Penyair Nusantara (2017), Berbagi Kebahagiaan (2019), Surak Sumampai (2019)
88.
Sutarso , Osratus merupakan nama pena dari Sutarso nama sebenarnya. Lahir di Purba lingga (Jawa Tengah), 08 Maret 1965.Pindah ke Sorong (Papua Barat), tahun 1981.Menulis puisi sejak 1981. Puisinya dibukukukan dalam antologi bersama di dalam negeri maupun di luar negeri. Pernah menjadi staf pegajar di STKIP Muhammadiyah Sorong (2006 – 2010). Sekarang, menjabat sebagai Kepala Bidang Pencatatan Sipil pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tambrauw. Tingal di Sorong.
89.
Sutarno Sk, adalah seorang penyair senior dan pemimpin Teater Kail tinggal di Jakarta. Menulis antologi tunggal dan karya puisinya mengisi beberapa antologi bersama nasional.
90.
Sukma Putra Permana, lahir di Jakarta, 3 Februari 1971. Beberapa buku yang pernah memuat puisi-puisinya, antara lain: Yogya Dalam Nafasku (2016), Negeri Awan (2017), Negeri Bahari (2018), Satrio Piningit (2018), Anak Cucu Pujangga (2019), dan Segara Sakti Rantau Bertuah (2019). Buku puisi tunggalnya: Sebuah Pertanyaan Tentang Jiwa Yang Terluka (2015). Penyair ini tingal di Bantul Yogyakarta.
91.
Sulistyo, adalah seorang penyair dan seniman tinggal di Jakarta, karya puisinya mengisi berbagai antologi bersama nasional.
92.
Sugeng Joko Utomo. Guru mapel Fisika dan Rekayasa Perangkat Lunak di SMK TI Riyadul Ulum Cibalong Tasikmalaya. Dan guru mapel Biologi di SMA BoardingSchool Bina Insan Mandiri Bantarkalong Tasikmalaya. Pencetus dan admin grup penulis sastra Kebumen di FB, "Prosa Kita Puisi Kita". Rajin menulis puisi bertema jatuh cinta dan patah hati dan geguritan Jawa Ngapak. Sedang menunggu sponsor untuk menerbitkan lebih dari 200 puisinya dalam 2 buku kumpulan puisi. Asal dari Gombong tinggal di Tasikmalaya. Sekarang juga tengah bergiat di Lingkar Sastra Gombong (Lisong)
93.
Sujudi Akbar Pamungkas, kelahiran Tuban. Selain dipublikasikan puluhan media cetak pusat dan daerah, juga beberapa kali pernah masuk nominasi LCP se-Indonesia. Karya puisi sebagian terangkum dalam buku seperti, Antologi Puisi Indonesia (API 1997) di antaranya bersama Sutardji Calzoum Bachri dan Slamet Sukirnanto. Kebangkitan 1995, Getar 1996, Negeri Bekantan 2003, Memo Untuk Presiden 2014, Merangkai Damai 2014, Sang Peneroka 2014, Jaket Kuning Sukirnanto 2014, Abad Burung Gagak Di Tanah Palestina 2015, Kalimantan Rinduku Yang Abadi 2015, Puisi Menolak Korupsi-6 2017, Kutulis Namamu di Batu 2018, A Skyful of Rain 2018, Zamrud Katulistiwa 2019, Mblekethek 2019, Perjalanan Merdeka 2020, Sayur-Mayur 2020 dll. Sempat aktif jadi Penyiar, Wartawan dan Redaktur Media Cetak dan Radio. Pernah menerbitkan Majalah dan Tabloid Berita yang tumbang oleh Tragedi Sampit 2001. Biografinya masuk dalam Leksikon Susastra Indonesia 2000 oleh Korrie Layun Rampan
94.
Sudarmono/Raden Mas Sudarmono, lahir di Bantul Yogyakarta 11 Oktober 1963 berkesenian dimulai di SMA dan saat bergabung dengan Teater Dinasti Yogyakarta, Paguyuban Teater Bantul dan Kelompok Teater Rakyat Indonesia, Pegiat PMK puisi menolak korupsi ini tulisan sosialnya banyak dipublikasikan di surat kabar daerah maupun nasional, sedangkan tulisan Puisi nya banyak dibukukan dengan Penyair Nusantara lainnya, sampai sekarang masih tercatat sebagai Anggota Pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Bekasi Komite Sastra dan Teater, pekerjaan penulis dan bergiat di Komunitas Mendut Tambun Bekasi
95.
Sumrohadi , adalah penyair kelahiran Jakarta 17 Mei 1975, menulis antologi tunggal dan puisinya mengisi berbagai antologi nasional, tinggal di Jakarta.
96.
Supriyadi Bro adalah seorang penyair yang tinggal di Surabaya. Menulis antologi tunggal dan karya puisinya mengisi beberapa antologi bersama nasional.
97.
Suyitno Ethexs, adalah seorang penyair senior tinggal di Mojokerto. Menulis antologi tunggal dan karya puisinya tersebar di barbagai antologi bersama nasional.
98.
Syafaruddin Marpaung lahir di kota Tanjungbalai 09 Januari 1977. Lulusan S2 ilmu Linguistik Universitas Negeri Medan ini, kini bertugas sebagai guru Bahasa Inggris di SMA Negeri 2 Kota Tanjungbalai. Sebagai seorang pendidik ia menuangkan ide dan pemikirannya dalam bentuk artikel, jurnal, makalah, puisi. Kritik essainya dimuat dalam Antologi bersama “Menggiring Mimpi (2019). Beberapa puisinya dapat dibaca dalam Antologi bersama “Lolongan Lolong Negeri” (2019), “Sejarah Lahirmu” (2019), “Jazirah II/III” (2019), 1000 Tahun Mengenang Situs Kota Cina (2019), Antologi Puisi Pasaman (2019), Antologi Puisi Pringsewu (2020), Antologi Puisi Semarang (2020). Antologi Mengenang Damiri Mahmud (2020).
99.
Syahriannur Khaidir, Sampang
100.
Syamsul bahri, lahir di Subang 12 Juli 1995. Seorang guru dan penulis puisi di salah satu lembaga Yogyakarta. Telah menempuh studi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Alumni Bengkel Teater Rendra dan sekarang sedang menjadi pegiat Komunitas Seni Budaya (KSB) UNY di Yogyakarta. Sedang menyelesaikan buku pertamanya yang berjudul Siklus Rindu.
T
101.
Teguh Ari Prianto adalah seorang penyair yang tinggal di Bandung. Menulis antologi tyunggal dan karyanya mengisi berbagai antologi bersama nasional.
102.
Tjaha Kum nama aslinya adalah Ramadhan Abdullah. Dilahirkan di Hoelea, pada tanggal 10 bulan Februari.Buku kumpulan puisi duetnya telah terbit pada tahun 2019 di Guepedia berjudul pecinta barisan kata. Kini ia hendak belajar berPusai (Puisi Bonsai).
U
103.
Uswatun Khasanah. Lahir di Gresik pada 04 Desember 2000. Terdaftar sebagai mahasiswi Universitas Brawijaya Fakultas Ilmu Budaya dengan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Selain sebagai mahasiswi juga bergiat aktif di Teater DII di fakultasnya dan beberapa komunitas sastra di luar kampus. Menulis puisi, cerpen, novel, dan kata-kata bijak. Puisinya terangkum dalam berbagai antalogi bersama dan termuat di beberapa media massa, salah satunya puisi berjudul Teriakkan Anak Negeri ada dalam antalogi Puisi Menolak Korupsi 7 – Negeri Tanpa Korupsi (Buana Grafika, Nopember 2018).
W
104.
Wadie Maharief, lahir di Prabumulih, Sumsel 13 Mart 1955. Kini tinggal di Yogya, puluhan tahun sejak 1980-an menjadi penulis lepas dan wartawan pada beberapa media cetak, suratkabar.
Banyak menulis puisi, cerpen dan esai, namun belum sempat membukukan puisi-puisinya.
105.
Wanto Tirta, Lahir dan besar di Desa Kracak Kecamatan ajibarang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah.Orang biasa saja dari keluarga petani. Bergiat di Komunitas Orang Pinggiran Indonesia (KOPI), teater Gethek, Paguyuban Kethoprak Kusuma Laras dan pernah main wayang orang. Menulis puisi, guritan, parikan maupun cerpen/cerkak. (sejenis puisi dalam bahasa Jawa). Aktifitas memopulerkan guritan penginyongan lantas mendapat penghargaan bidang sastra Gatra Budaya dari Pemkab Banyumas (2015) dan menjadi nominator Penghargaan Prasidatama Balai Bahasa Jawa tengah sebagai tokoh Penggiat Sastra dan Bahasa Daerah (2017). Pernah dinobatkan sebagai Penyiar Favorit di Radio Swasta Ajibarang (1997). Mendapat julukan Presiden Guritan Banyumas.
Puisi-puisinya termaktub di beberapa antologi puisi nasional maupun Asean. Beberapa guritannya masuk di beberapa antologi guritan bersama. Satu guritan judul Nonton Ronggeng menjadi guritan terbaik lomba nulis guritan HUT PGRI Kab. Banyumas (2004).
106.
Wastirah, Indramayu adalah seorang guru di Indramayu mencintai sastra, menulis dan gemar membaca
107.
Wardjito Soeharso, Lelaki dengan multi status: suami, bapak, penulis, pengusaha, pelamun, pemimpi, dan masih banyak lagi. Menulis sebagai akibat dari suka membaca. Menulis puisi, naskah drama, essai ilmiah populer, dan sekarang sedang rajin menulis novel. Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang, novelnya yang baru terbit, mendapat sambutan baik dari para pembacanya. Sekarang sedang menulis novel seri keduanya.
108.
Wahyudi Abdurrahman Zaenal/ IBN SINENTANG lahir di kota Pontianak tanggal 24 April 1966. Mulai menulis puisi sejak tahun 1980. Karya-karyanya pernah dimuat di beberapa media lokal, Nasional/luar pulau, Negeri Jiran, dan online. Karyanya juga terangkum dalam beberapa kumpulan puisi dan cerpen bersama. Antologi Puisi tunggalnya BERSAMA HUJAN (Kelompok Empat Kreatif, 2011), HIJRAH (Kelopak Poedjangge/SEC, 2012), NYANYIAN LILIN PUTIH (Shell-Jagad Tempurung, 2012), PERJALANAN SAJAK BULAN KOSONG (Kelopak Poedjangge/SEC, 2013), REKAH CAMELIA DI LANGIT DESEMBER (Kelopak Poedjangge/SEC, 2014), TIGA IBU (Guepedia, 2016), Kumpulan Cerpen tunggalnya PUING (Jentera Pustaka, 2014).
Y
109.
Yoe Irawan lahir di Kendal, Jawa Tengah, pada 26 Juni. Menetap di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Karya cerpen dan puisinya tergabung dalam banyak antologi, di antaranya: Antologi Puisi Indonesia 1997 (Komunitas Sastra Indonesia & Penerbit Angkasa, Bandung, 1997), Jakarta Dalam Puisi Mutakhir (Dinas Kebudayaan Jakarta dan Masyarakat Sastra Jakarta, 2000), 142 Penyair Menuju Bulan (Kelompok Studi Sastra Banjarbaru & Kalalatu Press, Kalimantan Selatan, 2006), Negeri Pesisiran, Dari Negeri Poci 9 (kumpulan puisi, Komunitas Radja Ketjil 2019), When The Days Were Raining (kumpulan puisi, Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019), Perjalanan Merdeka – Independent Journey (Antologi Puisi Internasional Dua Bahasa, Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia, 2020), dan lain-lain. Sedang karya cerpennya termuat dalam majalah Ummi dan Annida, juga dimuat dalam antologi cerpen Anak Mimpi (Kumpulan Cerpen Anak, Fam Publishing, 2015). Pernah memenangi lomba menulis cerita pendek islami LMCPI I UMMI tahun 2000 dengan judul Urip Pergi Lagi, Cerpen Guru Untuk Ra menjadi cerpen terpilih dalam lomba cerpen Kagama Virtual 2 tahun 2017, serta Cerpen Sepotong Sayap Di Bulan Mei menjadi cerpen terbaik dalam Lomba Cerpen yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta bersama Yayasan Hari Puisi tahun 2019 (Kota Kata Kita, Disparbud DKI dan YHP 2019).
110.
Yublina Fay, (NN)
Z
111.
Zaeni Boli, nama aslinya Moh Zaini Ratuloli lahir di Flores,29 Agustus 1982 , Pernah tampil di acara Festival Internasional “Asean Literary Festival 2015” . Karyanya puisi antologi bersama : Negeri Poci ,Puisi Menolak Korupsidan Lumbung Puisi. Tergabung bersama Sastra Kalimalang sebagai Investaris karya sejak 2013-2017 . Juga aktif bergiat di literasi bersama Agupena Flores Timur . Sekarang tinggal di Flores Timur aktif di Nara Teater, tampil pada Pekan Teater Nasional 2018 di TIM GBB, menjadi ketua TBM Lautan Ilmu dan mengajar di SMK SURA DEWA Flores Timur mendirikan Eskul Teater “Bengkel Seni Mileanial”.Aktif menghidupkan kesenian di Kampus IKTL Larantuka.