Diana Rustam
Angin Bertanya, Kau Menjawab
Angin yang meliuk pelan di atap gubukmu bertanya:
Apa yang tersisa dari dompetmu,
selain kartu tanda penduduk
yang mengakui kau warga negara Republik ini
yang kabarnya memelihara orang miskin
dan anak-anak terlantar?
Kau menjawab:
Tak ada kecuali karcis retribusi yang menodong
karena saya meletakkan sebakul daun pisang di pasar.
Tak ada selain janji-janji kampanye yang saya catat
dalam secarik kertas seperti sebuah azimat.
Tak ada selain sisa koyo yang menawar sakit kepala
ketika perut anak-anak menagih hari ini makan apa.
Angin tercenung.
Dengan derunya yang perkasa
ia menerbangkan suaramu
ke gedung dewan rakyat.
Rupa-rupanya,
suaramu kalah lantang
dari denting angka-angka
yang tidak pernah sungguh-sungguh
menimbang nasibmu.
Makassar, Agustus 2026.
Diana Rustam, *tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan. Menulis puisi dan cerita-cerita pendek di media digital. *