Rg Bagus Warsono
Ada wajah Gus Dur di Imlek

Ada wajahmu di setiap hari Imlek,
Di ucapan selamat dan salam mereka
Kau yang membuat senyum
pengikutmu dan gembira umat Konghucu
Membuka hati
Membuka kunci berkarat
Yang tlah lama menindih toleransi
Tak peduli siapa menghalang.
Kunci dibuka
Ada wajahmu di imlek
Dikala tuan kuasa.
Bagi yang lama menunggu, terbuka
Kau lepas belenggu merdeka.
Kini wajahmu di Imlek Indonesia.
Memberi hormat Gus Dur yang sanggup membongkar kebisuan Tionghoa
lama gembok yang 32 tahun berkarat.
Bahwa kita sama berjuang merdeka.
Kini wajahmu di Imlek
Sepaduk dan cinderamata untuk pahlawan hati merdeka.
Kau bijaksana
Melawan arus menyamakan siapa.
Sebab memahami arti merdeka Pancasila.
Seperti kau berdiri melindungi
anak-anak dan pengantin Konghucu.
Dan lampion merah bergoyang di talang-talang rumah
Lalu Barongsai menari
Menyalami hormat Gus Durmu dan Gus Durku.
Rg Bagus Warsono, (18-01-22)
*Rg Bagus Warsono menulis puisi berjudul "Ada Wajah Gus Dur di Imlek," yang menggambarkan sosok Gus Dur dengan nuansa perayaan Imlek, menunjukkan peran Gus Dur dalam konteks pluralisme dan toleransi beragama yang juga relevan saat Imlek. Puisi ini dipublikasikan di Kompasiana.com pada Januari 2022 dan menjadi salah satu karyanya yang menyoroti pemikiran Gus Dur, demikian dicatat oleh Kompasiana.com.
Inti Puisi:
Personifikasi Gus Dur: Rg Bagus Warsono mengaitkan sosok Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) dengan semangat Imlek, sebuah perayaan Tahun Baru China, menekankan nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan lintas budaya/agama.
Simbolisme: Puisi ini menggabungkan elemen-elemen Imlek (seperti lampion, budaya Tionghoa) dengan sosok Gus Dur, melambangkan inklusivitas dan toleransi yang selama ini diperjuangkan Gus Dur, seperti dilansir Kompasiana.com.
Jadi, "Ada Gus Dur di Imlek" adalah judul karya sastra (puisi) dari penulis Rg Bagus Warsono, bukan narasi langsung tentang kehadiran fisik Gus Dur saat Imlek.
*