Sugik Muhammad Sahar

Madura di Linting Tembakau

Misalnya tak ada linting tembakau hari ini
Tolong ajari satu cangkulan hujan
:hujan yang senantiasa menumbuhkan bulir isapan
Pada merah tanah, juha humus serat rinduku

Linting tembakau adalah bulir-bulir tabungan
Dari ritus-ritus tani yang mulai pindah tangan
Tanpa tongkat rotan, tanpa tetes hujan
Mengalir bersama kekosongan

Rempah tembakau ajian melumat harap
Diulurkannya sisa denyut dalam ikat wasiat
Mulai harga yang kehilangan serat
Remuk, di kantong tengkulak keringat

Semata Madura di linting tembakau
Pewaris benih dan daun-daun kesuburan
Kelak akan kujiarahi lumbung-lumbung ingatan
Tentang cangkul dan bulir hujan
Tanpa nama tanpa taburan bunga
Pamekasan, 2017

2.-Sugik-Muhammad-Sahar
Sugik Muhammad Sahar, *adalah sastrawan Indonesia lahir di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada 30 Mei 1985. penyair ini tingal di Pamekasan karyanya berjudul Sangkolan dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi
*