WASIAT PETANI Dien Djusni (012)

Dien Djusni

WASIAT PETANI

Dulu, di lahan subur ini kugantung seluruhnya
pun pesan leluhur sebagai tiang utama
tempat bersandar, anak cucunya:
"Jangan berhenti, terus bertani"
Tetapi, ....
Beban di pundak seakan tak tertahan,
danau-danau baru bermunculan,
pucuk sawit menutup matahari
lalu, apakah harus pergi:
"Seperti penghuni sungai itu?"
Sekarang, lahan subur ini sering direndam air
sementara kuat inginku 'tuk terus bertani
tak mau seperti padi yang terpinggir
atau jadi buruh di tanah sendiri:
"Aku ingin merdeka...."
Tetapi, ....
pundak ini ada batasnya, suatu ketika
kedua kaki tak akan tegak berdiri
dan kalau aku rebah nanti:
"Anakku, jangan menyerah!"

Tarakan, 07-08-2026

Dien Djusni Lahir dan domisili di pulau Tarakan, Kalimantan Utara. Mengenal puisi di FB. Baginya, seperti juga melukis maka menulis puisi itu bisa membuat hati bahagia.