WAKTU, Naim Emel Prahana

Naim Emel Prahana
WAKTU

Dari rentang waktu
titian harapan melangkah maju
suara-suara ribuan kali mengudara
langkah-langkah akhirnya dipecahkan
waktu itu ke waktunya
penggali sumur kehilangan tenaga
aspirasi hanya dicatat di kertas kusam
soal fakta soal data dimainkan rezim
jadilah jadi negeri konoha ini
aku tak bicara dusta
aku bagian dari waktu itu
sampai saat ini masih rindu
konon kabar harus dibakar
agar rumah lama bersinar kembali
semua jadi harapan anak-anak negeri
kurun waktu yang terus melaju
membentang tekad di atas badai dahsyat
tak surut berpantang dihalang
waktu adalah pusaran usia dan
pasti akan berakhir jua para ambisius
ketika berwaktu-waktu diam
aku dan mereka sudah bicara, lalu
diam menata rencana keberangkatan
waktu akan menjadi tonggak sejarah
akan jadi kisah futuristik dan penuh artistik
akan lahir akan muncul waktu terbaru
ketika diam terus dibungkam
saatnya akan menerkam skenario dalang
siap-siaplah para ambius yang membangkang
yang menumbangkan sumpah pemuda
jadi, jadi dan pasti tumbang
: tunggu waktunya!
23 Oktober 2025