TENTANG SALAH SAMPAH, Naim Emel Prahana
TENTANG SALAH SAMPAH
Sesampainya di sini lupakan kisah, ketika dunia
hanya segelintir manusia pengembara bersama
makhluk lain berebutan nafsu makan hanya ada naluri
hari ini naluri hanya melekat pada makhluk di luar tubuh
manusia-manusia sudah menjalani proses kamuflase
di kawasan pusaran denyut bumi yang semakin terluka
perih pedihnya sangat dirasakan manusia, hewan dan
flora, juga semakin menipis di batas sisa-sisa kejahatan
proses kamuflase manusia teknologi
dan, hari ini teknologi diciptakan tanpa batas sampai
kemudian teknologilah akan menciptakan manusia-manusianya
kehidupan terus bergejolak tetap bersama naluri nafsu
kemudian menyebar limbah, limbah menyebarkan dirinya
limbah menyadari dirinya dicampakkan
limbah menyadari dirinya dapat berkamuflase
limbah menyadari dirinya dapat menjadi apa saja
yang akan membunuh manusia yang membuangnya
“Tunggu waktunya,” gumam geram limbah
pada saat angin kembali lagi di jalur awalnya, menyapa
manusia yang bergerombol di cafe, restoran mewah, hotel
kolam renang, kantor dan di istana para pemimpin, lalu ditiupnya
sinyal lembut ke dunia pikiran manusia yang semakin asyik
melupakan sampah-sampah yang dibuang sembarangan, seperti
sampah-sampah di ponsel pinter tentang hawuk hawuk hawuk
angin pun melanjutkan pusarannya saat melintasi alam kampung
manusia-manusia di sana pikirannya sudah jauh melangkah
kebijakan kebijaksanaannya sangat jauh melampaui para teknolog
tak lepas dari jawaban-jawaban bagaimana melestarikan alam, menutup
galian-galian bekas tambang para pengusaha, mengumpulkan sampah
sampah yang berserakan di sungai dan sekitar jalanan
“Luar biasa orang-orang desa,” gumam angin yang terus memberikan
sejukan dalam kehidupan alam desa
manusia penghuni planet bumi tulis angin makin lama jadi aneh
tak menyadari diri merekalah sampah, kenapa sampah disalahkan!
Manusia-manusia membangun kegerlapan di dunia
kian gemerlap kian banyak limbah yang dihasilkan, lalu
ada yang mengolah limbah tapi hanya segenggam dari gunung
lembah yang ada di seluruh dunia
tentang sampah salahnya manusia
tentang manusia salahnya sampah
tentang sampah dilimpahkan manusia
disebar kembangbiakan manusia
tentang sampah manusia juga bagian tak terpisahkan
dari persoalan kemudian muncul akibat dari buang sampah
sembarangan manusia itu.