TEMU KECIL Mengumpulkan Ingatan Kolektif dari Para Penyair Kreatif Oleh : Heru Patria

TEMU KECIL
Mengumpulkan Ingatan Kolektif dari Para Penyair Kreatif
Oleh : Heru Patria

Istilah reuni, sekarang ini tidak mutlak menjadi milik angkatan suatu sekolah, tapi sudah menyebar ke berbagai kelompok atau komunitas berbagai bidan. Tak terkecuali bidang sastra, penyair misalnya. Dalam hal ini Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid , I, II, III dan IV yang dimotori oleh bapak RgBagus Warsono mengemasnya dengan tajuk Temu Kecil yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2025.
Sebenarnya bagi komunitas Lumbung Puisi agenda Temu Kecil ini bukanlah yang pertama kalinya. Hal serupa sudah pernah dilakukan beberapa kali. Dan semuanya sukses luar biasa. Faktanya Temu Kecil itu tidak seperti namanya, sebab yang hadir selalu membludak dan berasal dari berbagai penjuru wilayah Indonesia.
Terlebih kali ini, Temu Kecil diadakan untuk penyair tahun 80an, dimana pada waktu itu jumlah media masa (cetak) masih banyak sehingga banyak ruang bagi penyair untuk mengirim karya. Penyair pun bermunculan dari berbagai pelosok tanah air. Namun sayang, masa gemilang penyair itu sekarang telah lewat tergerus jaman.
Untuk mengenang kembali masa kejayaan penyair era 80an itulah, Lumbung Puisi telah mengumpulkan karya karya kenangan dari penyair era 80an. Hebatnya, meski penjaringan karya hanya dilakukan dalam waktu satu bulan, tapi pesertanya sudah menjangkau dari Sabang sampai Merauke.
Tentu saja, ini bukan sekadar project antologi puisi memori. Ada hal lain yang lebih besar yang ingin dicapai. Reuni ini dimaksudkan untuk mengumpulkan ingatan kokektif dari para penyair kreatif yang bersama sama menikmati jaman keemasannya. Jaman yang tak mungkin akan terulang kembali.
Dengan mengumpulkan ingatan kolektif itu, tentu akan membawa dampak yang besar. Bagi penyair yang masih aktif berkarya, moment ini bisa membangkitkan semangat untuk lebih giat berkarya. Dan bagi penyair yang sudah vakum, bisa menumbuhkan kembali keinginan untuk menulis puisi agar dapat terus mewarnai dunia sastra Indonesia.
Sepertinya Pak Bagus Warsono memang selalu punya naluri sebagai inisiator dan motivator untuk menggerakkan semangat berkarya bagi para penyair kreatif. Ide ide brilian selalu tercipta dalam rangka menggeliatkan dunia sastra khususnya puisi. Agenda Temu Kecil selalu menjadi agenda yang dinanti oleh para anggota Lumbung Puisi. Bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tapi juga penumbuh semangat untuk terus berkarya secara kreatif.
Semoga upaya mengumpulkan ingatan kolektif dari para penyair kreatif ini akan menjadi tonggak bagi lahirnya semangat baru para penyair 80an sehingga bisa terus berkarya sesuai perkembangan jaman yang bergulir begitu cepat. Sehingga dunia sastra Indonesia menjadi lebih berwarna.
Blitar, 2-10-2025