TELAH KUTITIPKAN HATIKU KEPADAMU, Heru Patria (15)

** Heru Patria**

TELAH KUTITIPKAN HATIKU KEPADAMU

dari jendela kelas sebelah
yang kacanya sudah pecah
terbelah
kulihat seulas senyum merekah
indah
yang membuatku gelisah

kala siang
wajah ayunya selalu terbayang
hingga aku takut kehilangan
hidup serasa ada yang kurang
jika belum memandang

jika malam hari
dia hadir dalam lipatan mimpi
menjelma seanggun bidadari
pesonanya membuatku terbuai
terbang ke lengkung pelangi

dengan kata kata sering kulukis wajahnya
aku puisikan namanya dengan diksi terindah
seraya pandangi photo hitam putih nan bisu
yang selalu terselip dalam lipatan buku

saat kulihat
ia berjalan dengan seorang sahabat
hati ini serasa berat dan pepat
rasanya ingin aku damprat

tapi
hanya pada angin aku berani mengadu
tentang rindu dan cemburu yang menyatu
selalu saja bibir ini tak kuasa
untuk ungkapkan damba dan asa

hanya pada ranting ranting bunga perdu
aku titipkan harap sepanjang waktu
semoga kelak ia jadi penghuni hati
ratu asmara pengusir sepi
agar tak hanya photomu yang bisa kudekap
hanya padamu kutitipkan segala harap

Blitar, 13-6-1987
(Puisi ini pernah dimuat majalah Awalita, edisi 12/1987)

Heru Patria, n*ovelis asal Blitar yang juga gemar menulis cerpen dan puisi. Karya cerpen dan puisinya sudah banyak dimuat di media masa cetak maupun online.

Puisi karya penerima Anugerah Sutasoma 2024 ini, sudah dimuat lebih dari 50 antologi bersama dari berbagai komunitas sastra. Adapun buku puisinya yang sudah terbit adalah ; Berita Dari Kolong Tol (2017), Senyawa Kopi Sekeping Hati (2022), Orasi Anak Negeri (2023), Rapsodi Dua Hati (2024).
*