TANAH YANG MASIH BERSAJAK Ence Sumirat (010)
**Ence Sumirat **
**TANAH YANG MASIH BERSAJAK **
Di pendopo gamelan
ditabuh tanpa jeda
Agar derit lumbung tak
terdengar sampai serambi
Batik-batik menjadi
seragam kuasa
Sementara canting berpuasa
di meja biasa
Bengawan mengalir
membawa lumpur ke hilir
Namun yang keruh
selalu disebut mata air
Keris disarungkan dengan
doa paling khusyuk
Sayang yang diasah justru
mata angin
Cengkih gugur sebelum sempat mengharumkan dapur
Pala berlayar tanpa pernah
kembali sebagai milik
Di pematang orang-orangan
sawah tetap setia berjaga
Barangkali manusialah yang
lebih pandai menjadi burung
Gunung-gunung masih
hafal nama kemerdekaan
Hanya lembah mulai
lupa suara rakyatnya
Indonesia --- barangkali bukan
negeri yang renta
Melainkan tangan- tangan yang terlalu
sering menyebutnya warisan
Cianjur 7 Agustus 2026
Ence Sumirat lahir di Cianjur tahun 1971
Menulis puisi secara otodidak.Antologi puisi tunggalnya, Ode Untuk Mak Erot (Adab, 2023).Puisinya juga terkumpul dalam antologi bersama baik nasional maupun internasional.Dan puisinya juga dimuat di media cetak Malaysia dan Bangladesh