Siapa Objek Pembaca Sastra Saat Ini, Rg Bagus Warsono

Siapa Objek Pembaca Sastra Saat Ini.
Sebuah pertanyaan umum yang keluar disaat produk sastra semakin menjamur meluas di berbagai daerah. Khusus puisi muncul cibiran "banyak penyair ketimbang pembaca". Wah apa iya? Begitu pun pelaku sastra kita seakan tidak mempedulikan ini bahkan mereka yang memiliki kebijakan program materi dan sarana minat baca justru malah membidik pembaca sastra itu dari kalangan penyair itu sendiri.
Objek pembaca sastra Indonesia sebelumnya adalah pengguna bahasa Indonesia termasuk bahasa daerah di Indonesia. Pengguna bahasa diamanatkan dalam undang undang dan peraturan mentri yakni bahasa persatuan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Pahasa Daerah. Artinya sastra sebagai bagian dari bahasa inklusif dalam perundangan dan peraturan itu. Wajar apabila baik Pemerintah pusat melalui kementria pendidikan yang dispesialkan melalui Badan Bahasa dan Balai Bahasa serta Pemerintah daerah memiliki programnya dalam pengembangan dan pelestarian serta kegemaran membaca. Di sini sastra selalu menjadi bagian kegiatan karena satra merupakan bagian dari bahasa.
Lalu siapa objek pembaca sastra itu? Bukankah rakyat Indonesia? Ya rakyat Indonesia pengguna bahasa Indonesia adalah objek pembaca sastra termasuk puisi. Dalam hal ini semua jenis sastra bukan puisi saja. Karena itulah sasaran pembaca sastra menjadi penting agar produk baca berupa karya sastra para sastrawan dapat tersampaikan. Sebab pada intinya sastra itu dicipta untuk mendapatkan apresiasi pembaca.
Pada masa lalu produk sastra menjadi bagian penting dari program objek pembaca bahkan tak memulu bacaan sastra tetapi juga bacaan ulilmu pengetahuan lain yang dibedakan dari bacaan fiksi dan non fiksi.
Melalui departemen pendidikan sasaran pembaca telah dimulai sejak jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi termasuk pendidikan luar sekolah.
Sasaran pembaca utama bagi program pengembangan bahasa Indonesia sehingga seluruh pelosok Tanah Air dapat menggunakan bahasa persatuannya yakni bahasa Indonesia. Dan sastra merupakan penunjang pelestarian penggunaan bahasa nasional dan bahasa daerah itu.
((Bersambung). *Dilarang mengcopy dan mengambil naskah ini tanpa pemberitahuan penulis, naskah pertama kali ditayangkan melslui literanesia.com))