Setelah ruang tunggu, Reis Ersyad M
Reis Ersyad M
Setelah ruang tunggu
: kepada Handry TM
--dan sudah aku titipkan salam rindu kepada gadis TN
“Mungkin tidaklah di ini waktu,nanti ada saatnya
kaupun akan menuliskannya sebab ketuaan berbijak,Reis”
kalaulah ke setiap badai adalah guncangan
kalaulah ke setiap buntu adalah kepasrahan
ke manakah setiap kita setelah ruang tunggu
: kalaupun tak berkabar,kelu aku menuliskan ke Rindu,
--dan sudah aku titipkan salam rindu(ku) kepada gadis TN
setia ke tapal batas --maka yang bisa kutanam
adalah padi di-teratai sawah: sepiring nasi mengingatmu
lagumu menderas laju memesra kekasih
: ataukah ini perjodohan cinta lain yang digelar,
lalu masih adakah yang kautanyakan,
ataukah lalu hari yang lelah
ataukah hari ini ke ruang tuju
: kemasraan yang selalu saja tak membatas
--ataukah diraja tuan yang menahan di ini ruang
rindu lain yang mendesak,
ataukah keria-riangan ini melupa luluh
ataukah ke setiap tunggu adalah sembilu paling Rindu
“ke setiap kita adalah bangku tunggu keberangkatan”
dan setelah ruang tunggu itu
ataukah sekedar mengulur tawar
berpura-pura lupa
: ataukah sedang menyiapkan lain kemesraan
sedang Dia menunggumu untuk pulang
Karang Ayu – Semarang,09.2020
Jatiwaringin-bekasi, 11.2026