SENYUM PERSAHABATAN BUMI, Naim Emel Prahana

SENYUM PERSAHABATAN BUMI

  • Memories of The 80s Poet Reunion Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia XI 2023

Orang-orang asyik membaca surat kabar mingguan
dari ruang waktu di kios-kios koran pinggir jalan
dari honor-honor dikirim diterima penyair
jadi kapal membawa proses langkah ke kinian
komunitas-komunitas terus menyalin catatan
sekarang dinikmati tak pernah berhenti

yang dulu bergelut dengan proses kreatif
kini menjadi pusat informasi akses sastra
yang dulu mungkin baru mulai berkiprah
kini sudah jadi tonggak-tonggak waktu
penyair tak pernah pasrah
apalagi menjarah kepentingan
merekalah manusia selalu berpikir
seperti air sungai mengalir dan hadir

digempur alang kepalang tantangan
diguyur musim gugur yang panjang
di tengah terk matahari musim kemarau
lembur terus tak pernah minta gaji ekstra
beda dengan mereka di gedung-gedung
yang membuat rencana di meja sandiwara

dari dulu yang belum saling berkomunikasi
di kini sudah menjadi sarapan pagi
puisi adalah jembatan persahabatan
dari sudut terpencil ke tengah kota bumi
penyairlah penyambung lidahnya
kendati banyak yang diam banyak simak
tak berarti mereka berhenti, karyanya
tak pernah mati

80-an silam jalan menuju halaman media
seperti dihadang pasukan barakuda lengkap
yang belum punya nama belum ada kelompok
untuk masuk gerbang halaman penulis
sungguh banyak keringat dan tenaga terbuang
tapi penyair tetaplah mengalir
mereka akan membangun jembatan
yang akan dilalui semua orang di bumi ini
jangan berkecil hati walau teknologi berdusta

: sumpah di atas jembatan dunia dan senyum

28 Oktober 2025