Senja di Tahun 1980, Raden Rita Maemunah (095)
Raden Rita Maemunah
Senja di Tahun 1980
langit berwarna jingga lembut,
Sementara Dari kejauhan, terdengar suara radio memutar lagu “Kemesraan” yang baru saja populer.
Dari teras rumah, kami melihat televisi waktu itu masih hitam putih, aku menonton sambil merenung
Ingatanku tertumbuk pada
Anak baru yang bernama rizaldi
Anaknya supel dan gagah
Banyak yang meng ingin kannya
Aku? Tak berpikir untuk menyukainya
Ia masuk sekolah kami sebagai anak pindahan di th 1980
Hari berlalu, dan tiba tiba saja anak itu ingin belajar bersamaku
Zaman itu bon A1,A2 dan bon B
Merupakan hal yang vaforit
Anak anak berpacu untuk mendapatkannya,
Karena itu merupakan jaminan untuk bisa kerja di bank, selain ijazah yang dimiliki
Rizaldi selalu datang kerumahku untuk belajar, sambil belajar kadang kami
menonton “Dunia Dalam Berita” setiap selesai belajar kami sering menonton televisi karena kami merasa televisi itu seperti jendela ke dunia luar.
Waktu belajar itu lah terasa kebersamaan kami
Rumahku adalah asrama polisi, di belakang rumahku merupakan barak barak asrama dan anak-anak kecil berlarian membawa kaleng diikat tali — membuat suara “krincing-krincing” sambil berteriak riang. Di ujung gang, pedagang es lilin, melayani antrean dengan senyum sabar. Lima rupiah per batang, rasa kacang hijau atau jeruk.
Sementara diruang tamu kaset pita Chrisye – Sabda Alam tergeletak di dekat tape recorder.
Dan kami mendengarkan nya sambil belajar
Kami sering membayang kan apakah nanti, di tahun-tahun berikutnya, semuanya akan tetap sama
suara jangkrik di malam hari, dan aroma bensin dari sepeda motor Honda Astrea masih terdengar
Namun waktu terus berjalan. Tahun berganti, kaset usang, dan radio berganti lagu.
Kenangan itu lenyap karena temanku juga menyukai rizaldi. Dan kini aku merenung sendiri, tak lagi ada rizaldi
Kadang aku mencium aroma hujan di sore hari, semua itu seperti kembali ke masa lalu
masa di mana dunia terasa lebih lambat, lebih hangat, dan lebih sederhana.
Masa di mana senja terasa panjang, dan cinta pertama cukup diungkap dengan senyum dari kejauhan.
Padang 29 oktober 2025