SEKUMPUL, Ali Syamsudin Arsi
Ali Syamsudin Arsi
SEKUMPUL
sumber mata air di kegalauan cuaca, tak terbaca dahaga
ke batas dahaga
membening di musim yang hening, jembatan tak berlumut di bias-bias gelisah yang dipersunting oleh beban, ketika waktu membawa pulang
sepanjang perjalanan
( wahai kekasih sumber mata air pandanglah kepak burung dengan matanya yang berkilau hembuskan wangi napas ke celah-celah gemeretak ranting daun itu sudah banyak kehilangan getah sementara ngilu menusuk di puting-puting akar rumput, pun berkabut
ada yang tersungkur di keriuhan gema ketika kemilau naik ke pangkuan padahal dalam setiap khotbah; melebihi hanya sekedar sejarah)
cahaya itu tetap tak pernah redup
( wahai kekasih sumber mata air jarak yang mempertebal perjalanan di bias-bias turunan hujan adalah lintasan yang berputar-putar dari aku ke aku yang selalu mempersombongkan hati di hamparan caranya waktu seperti sebuah kepasrahan yang dilapisi imitasi dan anak-anak hanya menyimak dari kaset udang penuh debu
walau menara masjid itu telah lama kosong tanpa penghuni sebab jauh sebelum ini, sudah terpampang segala tanda-tanda)
sumber mata air di kegalauan cuaca, tak terbaca dahaga ke batas dahaga
membening di musim yang hening, jembatan tak berlumut di bias-bias gelisah itu, gelisah ku yang dipersunting beban, ketika waktu membawa pulang, seperti ziarah meniti di hamparan kerikil dalam zikir gerimis, sepanjang perjalanan
adalah aku yang terkulai di hausnya padang
sementara bulan merebahkan bayang-bayang
================
Ali Syamsudin Arsi, menerbitkan 8 buku Gumam Asa, 7 buku kumpulan puisi pribadi, sekitar 200 buku kumpulan puisi bersama, 1 buku kumpulan cerpen, 1 buku kumpulan Pantun Berkait, 2 majalah gumam asa. Penerima beberapa penghargaan sastra, dan atau penghargaan budaya. Peserta UWRF-Bali, penerima peringkat 1 Acara Sastra, peserta BWCF-Magelang-Jateng. Aktif menerapkan Metode Tulisan Berpindah Tangan. Direktur Kindai Seni Kreatif bermarkas di Liang Anggang- Banjarbaru.