Sebelum Nasi Menjadi Dingin, M Noer Setho
Sebelum Nasi Menjadi Dingin
Pagi belum benar-benar terang
Panci nasi sudah dibuka pelan
Piring diletakkan dekat lauk hangat
Panggilan pertama datang dari dapur
Ransel dipasang sambil menggigit roti
Ruang makan hanya dilewati cepat
Radio pagi bercampur suara wajan
Ritme hari terasa terburu duluan
Ada pesan belum sempat dibalas
Agenda kerja menunggu sejak subuh
Air teh tinggal setengah gelas
Arah pikiran sibuk ke mana-mana
Napas tertahan saat suara terdengar
“Nasinya dimakan dulu sebentar”
Nama dipanggil seperti hari biasa
Namun kaki tetap melangkah keluar
Ada kalimat terus diulang ibu
“Sudah makan belum hari ini?”
Awalnya terdengar sekadar kebiasaan
Akhirnya terasa berbeda setelah dewasa
Jalan hidup makin ramai urusan
Jam makan sering dikalahkan target
Jeda tubuh dianggap tidak penting
Jatuh lelah mulai terasa biasa
Ingat ibu jarang bertanya rumit
Ia tidak pandai merangkai nasihat panjang
Ia cuma tahu dunia sering melelahkan
Isi perut kosong membuat langkah gampang goyah
Waktu terasa berhenti sejenak
Wajah ibu masih menghadap meja makan
Wajan kecil tetap dijaga hangat
Walau yang dipanggil sudah di depan pintu
Akhirnya baru benar-benar mengerti
Ada orang yang ingin kita kuat hari ini
Sebab sebelum dunia menguras tenaga
Ada ibu yang takut tubuh kita roboh duluan
*✦ kawruh pranajiwa ✦
Lembah Menoreh, 06 Mei 2026