Sebelum 18 Agustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta Populair dengan nama pemimpin Dwi Tunggal Rg Bagus Warsono
Bangsa Indonesia yg menempati pulau pulau Nusantara pada 1943 sampai 18 Agustus 1945 memandang Bung Karno dan Bung Hatta itu tidak popular kata calon presiden dan calon wakil presiden tetapi Dua tokoh Pemimpin Indinesia dan para kaum republikum banyak yang menyebutnya Dwi Tunggal.
Bangsa Indonesia kala itu tahunya Bung Karno dan Bung Hatta adalah pemimpun Indonesia. Begitu populairnya sehingga menjadi obrolan di warung warung kopi sebagai calon pemimpin Indonesia. ( Cindy Adam)
Wacana merdeka dan menjadi menjadi sebuah negara yang bebas dari penjajahan memang ada menjadi bahan obrolan rakyat, tetapi belum diketahui apa bentuk negara kita ini, Republik , kerajaan, kekaisaran atau atau lainnya. Tak terbayang kala itu Soekarno-Hatta adakah calon presiden dan wakil presiden. Pendek kata dua tokoh ini adalah peminpin Indonesia.
Mengapa demikian? Sejak masuknya Jepang 1943 di Nusantara menggantikan Belanda, organisasi pribumi yang mengemuka adalah Putera ( Pusat Tenaga Rakyat yang diketuai oleh Soekarno) tokoh Putera lainnya adalah Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara dll. Juga organisasi Pelopor.
Setelah itu Jepang juga membentuk organisasi Dokuritsu Junbi Chōsakai ( BPUPKI ) juga Bukng Karno terlibat du dalamnya. Sehingga dua tokoh ini populai di mata rakyat Nusantara. Chosakai yang artinya penyelidik persiapan kemerdemaan adalah taktik Jepang apabila kalah perang dengan tentara sekutu. Maka semakin populairlah dua orang ini sebagai pemimpin Indonesia yang disebut Dwi Tunggal.
Jadi sebelum 18 Agustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta belum populer sebagai pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Tak terbayang kata "presiden" di masyarakat kala itu karena belum tahu apa bentuk negara kita nanti.
.