061. Sarapan Pagi Gudeg Yu Jum, Irawan Sandhya Wiraatmaja
**Irawan Sandhya Wiraatmaja **
Sarapan Pagi Gudeg Yu Jum
“Ya, apakah kau sudah mengucap gairah membuka matahari disela wajah pagi ini?”
Membangunkan masa silam dari garius waktu
Berjalan terurai dalam mimpi dan kenangan
Geliat tubuh yang kisut dan ringkih
Rumah kayu, atap genteng rapuh tanpa
Langit-langit dan sebuah potret wajah sepuh
Dalam balutan kain kebaya yang pudar
Memancar kilatan cahaya mata semayup
Menghitung musim satu-satu berputar
Kepingan kecil gori menyelinap
Tersesat dalam adukan gula aren santan kental
Terasa menyekat aliran darah muasal
Nafasdan denyut saraf sejarah panjang geriap
“yu, apakah kau sudah memberikan makna kata
Pada kalimat yang telah tertulis dalam babad?”
Menjadi sebuah catatan pada kitab, kota tua
Yang terus berubah melintang neeri khatulistiwa
Mei 2023
Irawan Sandhya Wiraatmaja, *adalah sastrawan Indonesia lahir di di Jakarta 21 Juni penyair ini tingal di Tangerang karyanya berjudul Suluk Waktu dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia *