REDAM DI PAGI HARI - II Liauw Pauw Phing
REDAM DI PAGI HARI - II
Liauw Pauw Phing
Pagi ini, seperti kemarin,
Getir kopi telah terlelap,
Merupa janji yang mengendap,
seolah rindu masih pantas dibahas.
Dan kala kuteguk perlahan,
Rasa kejammu menjadi lengkap.
Andai saja bila kutahu
Apa lidah ini telah mengebas?
Atau pahit yang kau tebar telah pergi.
Tapi tiada guna lagi kutunggu jawabnya,
karena tetes air mata telah meresap, tertelan.