MENANAM KATA, Rasidi Darmin Romodikromo
Rasidi Darmin Romodikromo
MENANAM KATA
Aku tak tahu
apakah kata-kataku akan dikenal,
sebab angin sering membawa nama
lebih jauh daripada makna.
Aku juga tak tahu
apakah kelak akan dikenang,
sebab waktu punya caranya sendiri
memilih apa yang bertahan.
Maka kutanam saja kata-kata ini
seperti petani menanam benih,
tak sibuk menghitung tepuk tangan,
tak resah menghitung pujian.
Karena yang paling penting
bukan berapa banyak yang mengenalku,
melainkan apakah ada satu hati
yang menjadi lebih baik
setelah membaca tulisanku.
Sebab penyair sejati
tidak sedang memburu nama,
ia sedang menanam manfaat
di ladang kehidupan sesamanya.